Strategi Melawan Intoleransi di Indonesia

Wednesday, 22 February 17 | 09:15 WIB

“Indonesia kini sedang menghadapi tantangan yang serius yaitu menguatnya intoleransi dan radikalisme keagamaan,” ujar Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation pada seminar  bertajuk “Bhineka Indonesia: Modal Sosial Bernegara” pada Kamis (16/2) di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI.

Dalam seminar tersebut, Yenny mengungkapkan bahwa selama 7 tahun terakhir, kasus intoleransi sering terjadi dengan tren yang meningkat.

“Penelitian yang pernah dilakukan oleh lembaga di Jepang menyebutkan, dibandingkan tren negara lain, kepercayaan demokrasi di negara seperti Indonesia dan India levelnya sangat tinggi sekali,” jelas Yenny.

20170216_142154

Emy Susanti sebagai pengajar di Universitas Airlangga turut memaparkan strategi menghadapi intoleransi bagi masyarakat majemuk seperti Indonesia.

“Strategi masyarakat majemuk untuk menghadapi dinamika dan perubahan sosial adalah informasi yang menguatkan karena efek media atas suatu hoax akan mendorong penonton mempercayai bahwa hal tersebut benar.

Kedua, adakan aksi kolektif seperti talkshow yang membahas kebangsaan, dan ketiga melalui gerakan sosial baru yang reformatif,” jelas Emy.

Seminar yang diadakan dalam rangka Dies Natalies FISIP UI ke-49 dan 40 tahun Angkatan 77 FISIP UI ini dihadiri juga oleh Sudibyo Markus selaku VP for International Relations PP Muhammadiyah, Rafendi Djamin sebagai aktivis HAM, dan Niniek Kunaryati, Staf Ahli Kementerian Luar Negeri.

 

Teks: Alexandro Martin dan Elsa Manora

Foto: Cherryl Syadera

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait