Tak Lolos Sidang Banding, Tim Wanda-Sayyid Pertanyakan Kepastian Hukum

Sunday, 05 November 17 | 09:24 WIB

“Kalau tidak ada kepastian hukum, itu artinya menciderai setengah dari keadilan,” ujar Wanda Melani Larasati, Bakal Calon Ketua BEM UI yang dinyatakan tidak lolos verifikasi, saat ditemui di Ruang Badan Audit Keuangan (BAK) UI, Minggu (5/11).

Dalam Sidang Banding yang digelar di Ruang Dewan Perwakilan Mahasiswa Universiats Indonesia (DPM UI), Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), pada hari ini, Minggu (5/11), Majelis Sidang Banding Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa (Pemira IKM) UI memutuskan bahwa Pasangan Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) UI, Wanda Melani dan Sayyid Ridha tetap  dinyatakan mengundurkan diri dari pencalonannya.

Ditemui usai Sidang Banding, Wanda Melani selaku pemohon dalam Sidang Banding menyatakan keberatannya. Dalam hal ini, ia mempertanyakan kepastian dan standar hukum yang digunakan oleh Panitia Pemira IKM UI saat Sidang Verifikasi Kedua (2/11) lalu.

Wanda menjelaskan, dalam Sidang Banding yang digelar hari ini, pembahasan Majelis Sidang Banding sebagian besar masih berkutat pada persoalan pengunduran dirinya. “Karena itu adalah legitimasi saya bisa ditetapkan sebagai bakal calon atau tidak,” ujarnya. Dalam hal ini, Wanda mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sidang banding lebih mirip dengan interogasi karena hanya berisi pertanyaan yang satu arah, tidak diperbolehkan mengajak kuasa hukum, dan tidak diperkenankan memulai pemaparan argumen sebelum menerima pertanyaan dari Majelis Sidang.

Kronologi Wanda dan Sayyid Dinyatakan Mengundurkan Diri

Berdasarkan rilis resmi dari Panitia Pemira IKM UI, Pasangan Wanda dan Sayyid dinyatakan mengundurkan diri dalam prosesi pencalonan Ketua dan Wakil Ketua BEM UI karena Sayyid tidak menghadiri Sidang Verifikasi dan tidak memberikan surat kuasa khusus yang diserahkan kepada Majelis Verifikasi.

Menurut  Peraturan Panitia (PP) jika Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua tidak membuat Surat Kuasa atas nama CM untuk mengikuti Sidang Verifikasi, maka pasangan Bakal Calon tersebut dinyatakan mengundurkan diri. Namun, saat hari itu Nisa Adlina Sharfina selaku Campaign Manager (CM) juga berpotensi tidak dapat menghadiri sidang karena sakit dan memang tidak menghadiri kuliah di hari itu.

Selanjutnya, tim Wanda berupaya tetap memanggil CM kami agar bersedia hadir pada sidang verifikasi. Namun, kemudian, Surat Kuasa yang diajukan oleh CM kepada Majelis Sidang ditolak karena tidak memenuhi standar hukum yang mengatur bahwa permintaan Surat Kuasa tidak boleh dilakukan kurang dari 1×24 jam.

Menurut Wanda, dalam kasus ini, pihaknya mengaku kecewa sebab tidak ada dasar hukum yang mengatur bahwa dalam keadaan tertentu, yaitu apabila terjadi keadaan mendesak, yang menyebabkan Bakal Calon maupun CM tidak dapat hadir, maka akan diwakilkan kepada siapa.

Lebih lanjut, Wanda juga menjelaskan perihal standar atau acuan waktu yang digunakan oleh Panitia Pemira IKM UI. Dalam hal ini, Nisa selaku CM menjelaskan bahwa dirinya sampai di Pusgiwa kurang dari pukul 19.43. Namun, berdasarkan perspektif Panitia Pemira IKM UI, CM sampai pukul 19.44, sehingga Wanda dan Said dinyatakan mengundurkan diri. “Tidak jelas pakai standar jam Scele, Android Network, atau apa,” ujar Nisa.

Lebih lanjut, Wanda juga mengungkapkan, “Tidak ada acuan hukum, panitia semua sepakat 19.44 (untuk waktu kedatangan CM—red) hanya berdasarkan tanda tangan (yang ditulis oleh CM—red),” tuturnya.

Menanggapi hal itu, CM mengaku bahwa pihaknya ketika datang di Sidang Verifikasi sama sekali tidak melihat jam kedatangan. “Ketika masuk gerbang Pusbintakwa dan melepaskan sandal saya dengar ada orang yang bilang bahwa saya datang jam 19.43, tetapi saya tidak tahu itu siapa. Dan pada saat itu saya langsung melihat Wanda dan saya nggak melihat jam,” papar Nisa.

Selain itu, terkait penulisan tanda tangan dalam daftar hadir, mahasiswa yang akrab dipanggil Nisa tersebut menyatakan bahwa selesai sidang, ia ditemui panitia untuk meminta tanda kehadiran. “Saya nanya ke panitia, saya antara datang 19.43 dan 19.44 lalu saya harus menulis berapa. (Lalu panitia mengatakan—red ) Ya kata panitia sih tadi 19.44, Kak, jadi Kakak tulis aja 19.44, “ ujar Nisa.

Dalam hal ini, persoalan waktu kedatangan CM yang mengakibatkan ketidaklolosan Wanda  dalam Sidang Banding mendorong pihaknya untuk berkeinginan melakukan Banding kepada Mahkamah mahasiswa (MM). Namun, ketika ditanya soal pengajuan banding tersebut, Wanda mengaku belum bisa memberikan kepastian waktunya.

Mengakhiri wawancara, Wanda menyebutkan masukannya terkait pelaksanaan Pemira IKM UI tahun ini. “Pembelajaran banget buat Pemira, ini tuh dari tahun ke tahun, sebagai produk hukum harusnya tahu celah-celahnnya. Ada kekosongan hukum, jika ada kesalahan (Panitia Pemira IKM UI–red) harus mengakui.  Peraturan di tingkat UI (juga–red) bolong dan kontradiktif,”tuturnya

Selain itu, Nisa selaku CM menambahkan, “Panitia Pemira kurang responsif dalam hal komunikasi, tidak partisipasi, minta info lanjutan tidak responsif, chat saya pukul 7 (malam–red) diresponnya baru besok pagi, padahal itu sesuatu hal yang penting,”ujar Nisa.

Hasil dari Sidang Banding pada hari ini menurut Mirza Amadea selaku Ketua Pelaksana Pemira IKM UI akan dipublikasikan besok pagi. Dalam hal ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan apapun terkait hasil Sidang Banding maupun keputusan yang akan diterbitkan oleh Panitia Pemira IKM UI.

 

Teks: Halimah Ratna dan Frista Nanda Pratiwi

Foto: Halimah Ratna

Komentar



Berita Terkait

Lolos Bersyarat, Zaadit Taqwa Akui Cukup Puas dengan Hasil Sidang Banding
Tak Lolos Sidang Verifikasi Kedua, Ini Pendapat Bakal Calon Tunggal MWA UI UM
Sidang Verifikasi Kedua Tak Loloskan Satupun Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI
Calon Ketua dan Wakil BEM UI Nilai Positif Eksistensi Berbagai Golongan di UI