Tanggapi Kasus Terorisme, UKM Kerohanian UI Adakan Doa Untuk Negeri 

Wednesday, 16 May 18 | 07:03 WIB

Telah berlangsung Doa Untuk Negeri yang diselenggarakan di Taman Lingkar Perpustakaan UI pada 16 Mei 2018 pukul 16.07 WIB. Acara tersebut berupa kegiatan doa bersama dan penyampaian pesan dari masing-masing keagamaan dan pernyataan sikap. Adapun Doa Untuk Negeri dihadari oleh UKM Kerohanian UI yaitu Nuansa Islam Mahasiswa (SALAM) UI, Persekutuan Oikumene (PO) UI, KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) UI, KMHD (Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma) UI, dan Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) UI.

“Sebenarnya yang jadi korban di sini enggak hanya golongan agama tertentu, semua rakyat Indonesia jadi korban dari orang yang tidak bertanggung jawab itu,” ujar Netta selaku Ketua PO UI.

Selain itu, Muhammad Ismail selaku Ketua Salam UI juga mengatakan bahwa para pendiri bangsa Indonesia telah memperkenalkan Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan harmonisasi dan persatuan di dalam perbedaan.

“Saya sebagai seorang Muslim, mengatakan bahwa apa yang mereka (teroris -red) lakukan tidak sesuai dengan apa yang Islam ajarkan. Tetapi tetap saja mereka adalah orang-orang yang beragama Islam. Maka dari itu, saya memohon maaf kepada seluruh korban dari peristiwa ini,” tutur ketua Salam UI.

Adapun KMK UI menyampaikan pesannya kepada forum. “Jangan kita balas kejahatan itu dengan kebencian tapi kita doakan supaya para pelaku yang sebenarnya juga menjadi korban dan saudara-saudara kita supaya bisa kembali ke jalan yang benar,” ujar Madeleine selaku ketua KMK UI.

Di samping itu, KMB UI yang diwakilkan oleh Raymond selaku ketua menyampaikan bahwa bangsa ini tidak hanya berjuang melawan terorisme namun juga berjuang melawan serangan mental untuk tidak terpecah-belah.

Senada dengan Raymond, I Gede Wibawa Putra selaku perwakilan dari KMHD UI menyampaikan agar kita sebagai mahasiswa dapat menjaga kerukunan umat beragama dan menjunjung tinggi persatuan dengan salah satunya mengadakan doa bersama seperti acara pada hari ini (16/5).

“UI akan tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. UI berada di garis terdepan dalam melawan terorisme,” ucap Arman Nefi selaku Direktur Kemahasiswaan UI yang turut hadir dalam acara tersebut.

Acara ini pun ditutup dengan pernyataan sikap berupa penyampaian belasungkawa dan dukacita yang mendalam kepada korban dan keluarga korban atas aksi terkait terorisme yang dialami oleh bangsa ini; menyatakan bahwa terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan dan tidak terkait dengan agama-agama tertentu. Kami semua agama mengajarkan hidup damai dan kasih sayang, menolak secara tegas segala tindakan terorisme, radikalisme, dan intoleransi yg menganggu persatuan serta kerukunan dalam kehidupan umat beragama di Indonesia. Kami mendorong seluruh sivitas akademika Universitas Indonesia bersama masyarakat Indonesia agar tidak takut dan tidak terprovokasi atas segala tindakan-tindakan terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang melanda Indonesia beberapa waktu terakhir juga mendukung Universitas Indonesia bersama masyarakat Indonesia untuk tidak terlibat dan mencegah tindakan terorisme, radikalisme, dan intoleransi.

 

Teks: Diana

Foto: Riardi Solihin

Editor: Kezia Estha T

 

Komentar



Berita Terkait

MWA UI UM Klarifikasi Kerja Sama UI-BTN
NOTIS Bahas Perbedaan Mahasiswa Program Vokasi dan Sarjana UI
Peneliti INDEF: Uraikan Sejarah hingga Rekomendasi Kebijakan Student Loan
Zico-Josua: UU MD3 Bukan Sekadar Masalah Praktik