Telat, Empat Jembatan Penyeberangan Baru Untuk Margonda

Monday, 11 March 13 | 10:40 WIB

Pemerintah Kota Depok menjanjikan akan melakukan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dibeberapa titik Jalan Margonda ditahun 2012. Hal itu diungkapkan oleh Wahyudin Joko, Kepala Sub-Bidang Pengembangan Kota Depok.

“Dibawah kepemimpinan Walikota Depok (Nur Mahmudi Ismail”red) saat ini kemungkinan dipercepatnya pembangunan sarana umum sangat dimungkinkan,”katanya meyakinkan, dikutip dari Buletin Gerbatama: Ini UI Nomor 49 Edisi April tahun 2011.

Namun nyatanya, hingga menjelang akhir tahun 2013, pembangunan itu belum kunjung usai, bahkan baru akan dilaksanakan ”Ini masalah pembebasan lahan,”kata Marbudiantono, Kepala Seksi Jaringan Transportasi Dinas Perhubungan Depok, ketika ditanya perihal lamanya pembangunan jembatan.

Ia mengungkapkan, baru tahun 2013 pembangunan jembatan dimulai. Hal itu dikarenakan beberapa pemilik lahan di beberapa titik di Margonda, saat ini, baru rela melepaskan lahannya untuk dibangun tiang jembatan Lanjutnya JPO ini akan dibangun di empat titik di Jalan Margonda yang dianggap sebagai tempat penyeberangan teramai.

“4 titik itu telah disurvey oleh Dinas Perhubungan sebagai titik teramai penyeberangan di Margonda,”ungkap Marbudiantono. Empat titik itu antara lain, Balai Kota Depok, Terminal Depok, Apartemen Margonda Recidence, dan Jalan Akses Universitas Indonesia.   Marbudiantono menerangkan, pembangunan JPO nanti akan menghabiskan dana sekitar Rp 6 Miliar.

“Dana ini sudah dialokasikan sejak 2012 lalu,”ujarnya. Namun, karena lahan yang dibutuhkan baru didapatkan sekarang, alokasi dana itu baru terealisasi di triwulan ketiga tahun 2013 ini. Hal ini menjadi kontradiktif jika merunut janji Pemkot Depok di tahun 2011 lalu. Mereka menjanjikan pembebasan lahan akan dijalankan pada Oktober tahun 2011 itu juga.

Menurut Herniwaty, Kepala Sub Bidang Infrastruktur Kota Depok, pembebasan lahan terhalang karena untuk membangun kaki jembatan dibutuhkan lahan yang tidak sedikit. “Belum tentu kan pemilik kios sepanjang Margonda  ngasih gitu aja ,”jelasnya dua tahun yang lalu.

Saat ini di sepanjang Jalan Margonda, hanya ada dua JPO di dua titik, yaitu di titik penyeberangan Depok Town Square (Detos)-Margo City, dan satu lagi berada di dekat ITC Depok. Namun ternyata, kedua JPO ini bukan dibangun oleh Pemkot Depok. Berdasar keterangan Herniwaty, JPO itu adalah hasil persetujuan antara Pemkot dan Perusahaan sebagai bentuk  Corporate Social Responsibility  (CSR).

Namun kini, jembatan tersebut seringkali tidak digunakan pejalan kaki untuk menyeberang. Beberapa pejalan kaki terlihat lebih memilih untuk menyebrang langsung tanpa menggunakan jembatan. Hal ini diakui Marbudiantono ketika ia melakukan survey di lokasi jembatan penyebrangan tersebut.

Oleh karena itu, ia mengharapkan, pembangunan JPO nanti diiringi dengan meningkatnya kesadaran pejalan kaki akan keselamatan dirinya sendiri. Ia mengimbau agar pejalan kaki dan pengguna jalan mematuhi peraturan yang ada. “Demi keselamatan di jalan raya,”katanya.

Syamsul Bahri, Miranda

Komentar



Berita Terkait

BEM se-UI Kawal Penggusuran Paksa di Kukusan
Dapoer Bang Jali: Resto Khas Nusantara, Harga Sesuai Kantong Mahasiswa
BEM UI Buka Posko Pemindahan DPT Untuk Mahasiswa Rantau
BEM FH dan FIB Tolak Pemindahan DPT Mahasiswa Rantau