Telkomsel dan Banopolis Gandeng UI Luncurkan Aplikasi Spekun

Thursday, 15 March 18 | 10:22 WIB

Pada hari Rabu, 14 Maret 2018 diadakan peluncuran NB-IoT (Narrowband Internet of Things) bike sharing di Aula Terapung Perpustakaan Universitas Indonesia. NB-IoT yang kali ini digagas oleh Telkomsel adalah sepeda kuning dengan sistem yang lebih efisien dengan bantuan aplikasi Spekun (Sepeda Kuning -red). Spekun ini adalah NB-IoT generasi 4+ yang memudahkan monitoring jalur sepeda yang dilengkapi dengan dock untuk kembali mengunci sepeda pada tempatnya.

Dalam acara ini diadakan Press Conference dengan Ririek Adriansyah selaku Direktur Utama Telkomsel, Andi Kristianto selaku VP Corporate Planning Telkomsel, Edward Ying Siew Heng selaku Director of Planning and Transformation Telkomsel, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met selaku Rektor Universitas Indonesia, dan Dr. Hamid Chalid, S.H, L.L.M selaku Wakil Rektor Univeristas Indonesia, yang berperan sebagai narasumber.

Telkomsel sendiri memang sebelumnya memiliki kerja sama rutin dengan The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), sebuah konsultan transportasi. ITDP ini lah yang menyampaikan ketidakefektifan layanan sepeda kuning di Universitas Indonesia.

Selanjutnya berdasarkan survei yang dilakukan oleh ITDP, Universitas Indonesia sekurang-kurangnya membutuhkan 840 unit sepeda untuk menghasilkan layanan bike sharing yang efektif. Layanan sepeda kuning ini sudah dimulai sejak tahun 2010 itu, menunjukkan kualitas UI sebagai Universitas peringkat pertama Greenmetric se-Indonesia. Oleh karena itu, dari pihak UI sendiri membuka lebar peluang kerja sama dengan Telkomsel untuk mengembangkan teknologi ini. Rencananya akan ada 400 unit sepeda generasi 4+ di kawasan UI.

Edward Ying Siew Heng selaku Director of Planning and Transformation Telkomsel mengatakan bahwa untuk sasaran uji coba sepeda generasi 4+ ini sengaja dipilih untuk dilakukan di kampus karena di dalamnya terdapat banyak anak muda yang berpendidikan dan berinteligen sekaligus remaja yang suka break rules sehingga akan sangat efektif untuk membangun lingkungan sosial yang lebih baik.

Namun, Hamid Chalid mengatakan bahwa tujuan utama pengembangan produk ini bukanlah mengarah ke sektor bisnis, “Kita bisa melihat betapa kacaunya layanan di Beijing kalau sepeda yang ada disediakan sebagai objek bisnis,” ujar Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama tersebut.

Sedangkan mengenai tujuan utama dari adanya layanan ini tentunya untuk membuat layanan bike sharing sepeda kuning lebih efektif. Karena selama ini, upaya fungsi bike sharing sulit terwujud karena sepeda kuning UI tidak memiliki sistem monitor khusus. Beberapa mahasiswa melupakan fungsi bike sharing dan menggunakan fasilitas ini dalam waktu yang sangat lama. Ke depannya, mungkin akan diberlakukan metode denda setelah waktu tertentu untuk kembali menekankan upaya bike sharing.

Kemudian untuk proses uji coba sepeda kuning generasi 4+ beserta aplikasi Spekun ini akan berlangsung sekitar dua sampai tiga bulan, “Untuk saat ini sudah ada 20 unit sepeda generasi 4+ yang disebar ke tiga titik di UI yaitu Stasiun Universitas Indonesia, Stasiun Pondok Cina, dan Perpustakaan UI,” ujar Baskara Aditama selaku representatif dari Banopolis.

Selanjutnya Win Aufa selaku bagian Business Development dari Telkomsel memaparkan langkah pemakaian aplikasi dan sepeda kuning ini.

Pertama, civitas Universitas Indonesia dapat mengunduh aplikasi Spekun. Selanjutnya, log in dengan menggunakan akun SSO UI. Kemudian, pengguna aplikasi dapat mencari informasi ketersediaan sepeda beserta informasi dock. Yang terakhir, pengguna dapat langsung melakukan scanning barcode yang terdapat pada bagian depan sepeda untuk unlock sepeda dari bagian dock.

Sedangkan mengenai lama perjalanan serta alur perjalanan akan dapat dimonitori oleh aplikasi Spekun tersebut. Apabila sudah selesai menggunakan sepeda kuning, pengguna dapat langsung mendorong sepeda ke bagian dock dan sepeda akan terkunci secara otomatis.

Sementara itu kerja sama ini dilakukan oleh UI, Telkomsel, dan Banopolis yang sudah direncanakan selama kurang lebih enam bulan sebelum mencapai kata sepakat. Rangkaian acara ini diawali dengan pengenalan produk baru beserta aplikasi dan cara pakainya.

 

 

Teks: Caroline Agustine
Foto: Alexandro Daniel Marthin
Editor: Halimah Ratna Rusyidah

Komentar



Berita Terkait