Tolak Undangan Jokowi, BEM se-UI Enggan Dipolitisasi

Friday, 27 September 19 | 08:05 WIB

Jumat, 27 September 2019 – BEM se-Universitas Indonesia mengeluarkan rilis pres bahwa mahasiswa tidak akan menghadiri undangan dari Presiden untuk berdialog di Istana Negara. Pasalnya, undangan tersebut dinilai tidak transparan dan akan memecahkan gerakan masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang.

Kemudian, Manik Marganamahendra selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mengaku mendapat pesan dari pihak kemahasiswaan mengenai undangan dari pihak Kementrian Pertahanan (Menhan). Namun, Ia tidak mengetahui lebih lanjut mengenai isi dari surat tersebut. Ia mengatakan alasannya tidak berangkat, karena takut dipolitisir.

“Gue cuma direminder dari kemahassiwaan ada undangan emang dari Menhan tapi belum tahu apa itu. Gue akhirnya gak ikut karena khawatir akan dipolitisir,” tuturnya saat dihubungi Pers Suma UI.

Senada dengan Manik, Chico Athalla selaku mahasiswa jurusan Antropologi Universitas Indonesia yang juga turut ambil peran dalam aksi unjuk rasa beberapa kali, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2015 yang hasil dari pertemuan atau undangan dialog adalah terpecahnya gerakan menjadi dua kubu dengan sikap setuju dan tidak setuju. Selain itu, undangan yang tidak transparan ini dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi gerakan mahasiswa yang hasil dari pertemuan ini akan dinilai tidak murni.

 

Teks: Caroline

Foto: Instagram @bemui_official

Editor: Halimah Ratna Rusyidah

Komentar



Berita Terkait

Kenang Massa Aksi yang Gugur, Mahasiswa UI Gelar Aksi Solidaritas
Kilas Balik Proses Evakuasi Massa Aksi Mahasiswa UI
Aksi Nasional Tolak dan Dukung RUU PKS Serentak di DPR RI
BEM UI Bersama Aliansi Masyarakat Lakukan Aksi Tolak RKUHP