UI Berusaha Jangkau Mahasiswa dari Berbagai Daerah Lewat SNMPTN

Tuesday, 25 April 17 | 05:41 WIB

Setiap tahun, UI menerima mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Penilaian SNMPTN di UI didasarkan pada prestasi siswa, rekam jejak (track record) sekolah yang ditampilkan melalui indeks sekolah, dan nilai rapor, baik nilai rata-rata, nilai total maupun nilai perbidang studi.

Menurut Rifelly Dewi Astuti, Kepala Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI, walaupun sekolah-sekolah yang berada di Jakarta memiliki kecenderungan indeks sekolah yang lebih besar dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang berada di daerah, bukan berarti siswa dari sekolah yang berada daerah tidak memiliki kesempatan untuk diterima di UI.

Hal tersebut dikarenakan UI memiliki penilaian dan pertimbangan tersendiri. “Kita tahu bahwa ada kesenjangan pendidikan di seluruh Indonesia, jadi kita punya pertimbangan bahwa nilai 8 untuk sekolah di Jakarta beda dengan nilai 8 di sekolah lain (di daerah lain—red),” ujar Riffely.

(Baca Juga: Soal SNMPTN, UI Tidak Terapkan Sistem “Blacklist” bagi SMA )

Selanjutnya, lulusan Fakultas Ekonomi UI tersebut menjelaskan bahwa pihak UI memang mencari siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk para siswa yang berasal dari luar Jawa. “Kalau dari Sulawesi, Kalimantan gimana? Kita ambil aja the best-nya,” tambahnya.

Jika diterima di UI, siswa kurang mampu yang berasal dari daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T), difasilitasi untuk memperoleh beasiswa Afirmasi yang diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Riffely membuktikan, sejak tahun 2010, mahasiswa yang berasal dari Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, hingga Papua berhasil mendapatkan beasiswa itu.

Ketika ditanya soal kuota siswa yang diterima melalui SNMPTN di setiap daerah, Riffely mengaku UI tidak menerapkan batasan jumlah tersebut. “Tidak ada (kuota—red). Oh, yang ada gini, karena kita menyandang nama Indonesia, kuota tidak ada. Tapi kita harapkan dapat merata seluruh Indonesia,” papar Riffely.

 

Teks: Huda Shidqie, Bianca Adriennawati, Frista Nanda

Foto: Arsip Suara Mahasiswa

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait