UI Terhubung MRT Melalui Rute Baru Transjakarta

Saturday, 06 April 19 | 03:39 WIB

 

            Sepulang dari kegiatan di kampus, penulis segera menunggu Bis Kuning (Bikun) di halte terdekat. Penulis hendak menuju ke Halte Resimen Mahasiswa (Menwa) UI agar dapat berganti moda dengan bus lainnya.  Halte Menwa UI biasa digunakan untuk transit atau berpindah menggunakan layanan Transjakarta.

Biasanya, Transjakarta yang tersedia hanya berkode 4B dengan rute Universitas Indonesia – Stasiun Manggarai. Namun, kali ini terdapat Transjakarta dengan rute lain yang tersedia di pemberangkatan yang sama. Rute baru itu dimulai dari UI hingga ke Lebak Bulus dengan sistem pergi-pulang (PP). Trase ini diberi kode D21 jika mengacu kepada Papan Informasi Penumpang (PIP) yang terdapat di muka bus. Pada awalnya, bus ini direncanakan untuk terminus di tujuan akhir Terminal Jatijajar, Depok namun karena suatu hal, rencana ini urung dilakukan.

Bus ini berwarna merah semi oranye dengan kombinasi putih yang bertuliskan Metrotrans sebagai salah satu sub layanan Transjakarta yang menggunakan armada bus dengan dek rendah (Low Deck) alias ceper, lansiran dari karoseri Laksana yang bermarkas di Ungaran, Semarang  dibekali mesin Scania K250UB. Sekadar informasi, bus Metrotrans jenis ini sudah banyak dipakai di Jakarta, misalnya pada layanan bus gratis GR1 yang melayani rute Harmoni – Bundaran Senayan.

Tarif yang dipatok dari layanan D21 yakni sebesar Rp3.500,00 yang harus dibayarkan secara tunai karena mesin EDC atau Electric Data Capture masih belum diaktivasi. Sayangnya pada PIP bagian dalam, terdapat kesalahan penulisan kode layanan dan GPS bus yang belum aktif.

Kesalahan penulisan kode dan GPS yang belum aktif pada PIP bagian dalam.

Metrotrans berkode 0767 ini berangkat dari halte pukul 17.11 WIB dengan menyusuri Jalan Raya Lenteng Agung yang berada tepat di sebelah rel kereta api Jakarta – Bogor. Statusnya sebagai Metrotrans membuat bus ini tidak melalui jalur terpisah dengan separator pembatas jalan umum seperti mayoritas layanan Transjakarta, melainkan berbagi jalan dengan kendaraan lainnya. Apabila situasi jalan umum sedang macet, bus inipun akan terkena dampaknya.

Selepas Stasiun Tanjung Barat, bus berbelok ke arah kiri menyusuri Jalan T. B. Simatupang kemudian Jalan Pangeran Antasari dan terakhir Jalan R. A. Kartini. Penulis turun dari bus di pemberhentian yang berada tak jauh dari Stasiun MRT Fatmawati.

Waktu telah menunjukkan pukul 18.08 WIB. Artinya, bus untuk rute perjalanan dari Universitas Indonesia hingga Stasiun Fatmawati memakan waktu kurang lebih 1 jam. Bisa dibilang, lebih lama jika dibandingkan menggunakan layanan KCI Commuter Line dari Stasiun UI atau Pondok Cina hingga Stasiun Sudirman dan kemudian turun dan masuk ke Stasiun Dukuh Atas BNI untuk menggunakan komuter MRT Jakarta.

 

Teks: Adrian Falah
Foto: Adrian Falah
Editor: Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Menyelisik Kisah Dibalik Kemenangan Syamsuri Firdaus dalam Ajang MTQ Internasional di Turki
Aksi Untuk Negeri Angkat Kemanusiaan Sebelum Kekuasaan
BOP Dari Tahun ke Tahun
Kampung Digital : Program Melek Teknologi di Masyarakat