Uji Coba Sejak Minggu Lalu, Ini Rute Operasi Transjakarta di UI

Tuesday, 06 August 19 | 10:46 WIB

Pada tanggal 24 Juli 2019 lalu, Transjakarta sudah mulai melakukan uji coba armada busnya di dalam lingkungan kampus Universitas Indonesia. Uji coba dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan armada yang digunakan yakni bus Metrotrans yang memiliki lantai yang rendah dan ramah disabilitas. Layaknya layanan bis kuning pada umumnya, Metrotrans ini juga melayani dua jalur berbeda yakni jalur merah yang melewati Fakultas Hukum terlebih dahulu dan jalur biru yang melewati Fakultas Teknik terlebih dahulu.

Berbeda dari layanan bikun yang menempatkan papan berwarna merah dengan tulisan “FH” atau papan berwarna biru dengan tulisan “FT” pada bagian depan kaca bus, pada Metrotrans, kita dapat mengetahui relasi bus ketika Petugas Layan Bus atau PLB dari PT. Transjakarta turun dari bus di halte Stasiun UI sambil membawa papan bertuliskan “Uji Coba Jalur Merah” atau “Uji Coba Jalur Biru”.

Pada saat uji coba, hanya dua unit bus Metrotrans yang dialihfungsikan sebagai sarana uji coba di dalam kampus UI sementara unit lainnya, baik layanan 4B maupun D21 masih tetap melayani jalur seperti biasanya dengan halte terminusnya yakni Halte Menwa UI.

Dimulai pada 1 Agustus 2019 ini, ada dua layanan Metrotrans yang melayani UI. Pertama, akan ada Metrotrans yang hanya berkeliling di dalam kampus saja dengan jumlah unit yang akan dioperasikan mengikuti jumlah bikun milik UI yang tersisa (selain bikun milik Perusahaan Otobus/ PO Kramat Djati sebagai operator bikun selain UI sendiri). Sistem operasionalnya yakni memulai perjalanan di Halte Asrama UI dan mengakhiri perjalanan di lokasi yang sama. Transjakarta lokal UI juga direncanakan akan mengadopsi skema warna/ livery yang menggambarkan ke-khasan UI yakni dengan warna kuningnya. Ada dua opsi utama yang ditawarkan PT. Transjakarta yakni Metrotrans dengan warna kuning penuh dan aksen daun-daun berwarna hijau layaknya skema warna/livery yang mencirikan bikun UI dan juga ada versi lainnya yang berwarna kuning-putih yang merupakan modifikasi sederhana dari warna Metrotrans sendiri (skema warna/ livery khas dari Metrotrans adalah warna oranye-putih).

Untuk layanan Metrotrans yang kedua merupakan ekstensi atau perpanjangan dari rute 4B maupun D21 yang selama ini hanya terminus di Halte Menwa UI. Ekstensi ini beroperasi hingga masuk kawasan UI dengan berkeliling di dalam UI terlebih dahulu dan kemudian mengakhiri perjalanan di Halte Asrama UI sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju ke luar UI, baik itu ke Stasiun KAI Manggarai (sebagai 4B) ataupun Stasiun MRTJ Lebak Bulus Grab (sebagai D21). Kemungkinan, armada dari layanan 4B akan diseragamkan dengan menggunakan Metrotrans agar tidak menimbulkan kekacauan alur penumpang. Layanan 4B selama ini menggunakan dua tipe bus berbeda, yang terdiri dari bus PPD dengan lantai tinggi dan bus Metrotrans dengan lantai rendah.

Demi menyiasati kelemahan utama layanan Metrotrans yang sangat tergantung terhadap situasi jalan, PT. TJ akan menambah jumlah armada yang akan melayani 4B dan D21. Pada awalnya, total armada yang hanya 12 akan ditambah lagi sehingga jarak antara bus diharapkan tidak terlalu renggang nantinya.

Selain itu, PT. Transjakarta juga menerapkan sistem yang terbilang unik untuk membedakan penumpang yang hanya menggunakan Metrotrans di dalam kawasan UI dengan penumpang yang menggunakannya hingga ke luar kawasan UI. Setiap penumpang yang akan menaiki Metrotrans di dalam lingkungan UI akan diberikan sebuah kartu berwarna kuning oleh PLB yang akan terus dipegang oleh penumpang tersebut dan akan diambil kembali oleh PLB seusai penumpang tersebut turun dari bus.

Untuk opsi pembayaran jika menggunakan bus ini dari luar UI atau dari dalam ke luar UI, Transjakarta menerima pembayaran dengan sistem tempel. Mesinnya sendiri terdapat di dekat pintu masuk dan pintu keluar bus dan menerima kartu bank Flazz dan e-money. Untuk kartu lain seperti Tapcash atau mungkin Jaklingko, penulis belum pernah mencobanya. Namun, apabila ternyata penumpang tidak mempunyai kartu, layanan Metrotrans ini juga menerima pembayaran dengan uang tunai.

Berdasarkan penjelasan yang didapatkan dari beberapa PLB Transjakarta yang Suara Mahasiswa (Suma) UI telah tanyakan penjelasannya atas program ini, status Transjakarta di UI hanyalah sebagai pendamping dari bikun milik UI dan bukan bertujuan untuk menggantikannya. Hal ini semakin mengonfirmasi bahwa bikun yang tidak akan dioperasikan lagi hanyalah bikun milik PO. Kramat Djati. Ketika Suma UI bertanya kembali perihal nasib supir bikun tentang apakah mereka dapat bergabung dengan Transjakarta, beberapa PLB menjawab bahwa hal tersebut adalah mungkin saja tetapi akan ada seleksi khusus bagi sopir bis kuning yang akan berpindah ke Transjakarta.

Mengenai rencana rute baru menuju ke UI kedepannya, Suara Mahasiswa UI juga sedikit mendapat bocoran. Dikatakan bahwa salah rute Transjakarta dari Kampung Rambutan menuju ke Universitas Indonesia yang melalui Jalan Raya Bogor, direncanakan akan melewati Jalan Kelapa Dua atau Jalan Akses UI. Selain bermanfaat untuk masyarakat sekitar, hal ini juga bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Gunadarma yang ingin berpindah ke Commuter Line di Stasiun KAI UI ataupun Stasiun KAI Pondok Cina.

 

Teks : Adrian Falah
Foto : Adrian Falah
Editor : Muhamad Aliffadli

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Forum Terbuka Ungkap Alasan Adanya Secure Parking
Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta
Nasib Bus Kuning di Universitas Indonesia
Aksi Secure Parking Jilid 2