Unjuk Diri di UI Salemba, Berikut Janji Calon MWA UI UM

Wednesday, 07 November 18 | 07:56 WIB

Eksplorasi di UI Salemba (5/11) dimulai oleh Calon Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) nomor urut 1, Althof Endawansa. Penjelasan Althof mengenai pendapatan UI beserta komponennya menjadi pembukaan yang kemudian dilanjutkan dengan kemungkinan isu-isu santer di UI yang akan muncul pada tahun 2019. Isu-isu santer yang dimaksud yaitu biaya pendidikan yang memiliki potensi naik setiap tahun, infrastruktur dan fasilitas, Pemira Rektor UI.

Selanjutnya, Althof menuturkan bahwa sebenarnya masyarakat awam tidak boleh mengetahui informasi mengenai kebijakan yang didiskusikan dalam forum MWA.

“Gini MWA itu dilematis, karena secara kode etik tidak boleh dipublikasikan tapi di satu sisi kita punya stakeholder mahasiswa dan mahasiswa menurut saya itu perlu tau data-data pasti di UI,” tutur mahasiswa yang pernah mendapatkan predikat mahasiswa berprestasi Fakultas Ilmu Administrasi.

Sedangkan, Bimo Maulidianto yang merupakan calon nomor urut 2 mengawali pembahasannya tentang pendapatan UI yang dilanjutkan dengan perbincangan mengenai bagaimana pada tahun 2018 ini, tidak ada fakultas dalam Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) yang mengalokasikan dananya untuk alat laboratorium penelitian.

“Mengapa peralatan di lab banyak yang tersedia dalam kondisi tidak bisa digunakan? Lalu kemana uang kuliah yang sudah kita bayarkan?” jelasnya terhadap pertanyaan yang ia temui.

Kemudian, pada saat sesi panelis terdapat pertanyaan kepada masing-masing calon mengenai program kerja apa yang ingin dibawa nantinya.

Menanggapi hal tersebut, Althof menjelaskan bahwa sederhana saja yang ingin ia bawakan yaitu agar Rumah Sakit Pendidikan UI (RSPUI) dapat segera soft launching yang seharusnya launching pada Bulan Desember mendatang.

“Apa yang saya lakukan itu se-simple, pertama terkait dengan RSP itu banyak masalah kan, karena banyak masalah, sampai sekarang belum ada soft launching-nya, belum ada soft launching-nya dan kenapa, kenapa belum ada soft launching-nya juga ya? Itu karena saya (dapat informasi -red) obatnya ada telat masuk dan telat masuknya obat itu akhirnya menyebabkan pada tidak bisa launching sehingga pelayanan tidak bisa dimulai karena kalau sudah soft launching itu bisa dimulai kak,” jelasnya.

Sedangkan, Bimo menegaskan bagaimana tahun 2018 ini tidak terdapat asuransi terhadap alat-alat di laboratorium penelitian. “Yang jadi masalah lagi nih khususnya untuk RIK juga ya di alat, di asuransi lab, asuransi lab ini (melihat pada -red) data di tahun ini, di FK 2018 gak ada anggarannya gitu (tentang –red) asuransi sehingga yang akan coba saya kawal gitu di FK mengenai pemaparan bagaimana pengadaan barang-barang tersebut, maintenance-nya, masalah pengadaannya,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM FIA ini.

Selain itu, demi menjamin berjalannya janji yang mereka buat, masing-masing calon menyampaikan saran untuk mengadvokasikannya.

Bagi Althof, demo yang hanya didasarkan atas permasalahan obat bukanlah jalan yang tepat, melainkan mengonsolidasikan mahasiswa serta BEM fakultas-fakultas di RIK untuk memberikan tekanan terhadap pihak UI. Sedangkan Bimo memberikan solusi agar bersama-sama melakukan pengawalan terhadap kebijakan-kebijakan UI dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan berbagai pihak.

Teks: Grace Elizabeth K.
Foto: Riardi Solihin
Editor: Halimah dan Kezia

Pers Suara Mahasiswa UI 2018
Independen, lugas, dan berkualitas
#PEMIRAIKMUI2018

Komentar



Berita Terkait

Eksplorasi FIB UI: Kedua Paslon BEM UI Beri Pandangan Isu Kekerasan Seksual
Klarifikasi Kedua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2019 Terkait Sokongan Dana
Calon MWA UI UM 2019 Utarakan Pendapat Pemindahan Bedeng dan Transparansi Kinerja Rektor
Eksplorasi Pemira di FT UI: Kedua Paslon BEM UI 2019 Paparkan Gagasan Perihal Komersialisasi Lahan Parkir