World Antibiotic Awareness Week: Jadilah Agen Perubahan

Wednesday, 18 November 15 | 06:31 WIB

Sering mengkonsumsi antibiotik ketika sakit? Apakah kalian selalu menghabiskan antibiotik yang diberikan?

Antibiotik merupakan salah satu obat yang akrab kita temui ketika sakit. Tak sedikit pun mereka yang sakit langsung menjatuhkan pilihannya pada antibiotik.

Antibiotik merupakan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati ataupun mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Antibiotik bekerja dengan dua cara, yaitu membunuh bakteri dengan mengganggu salah satu proses yang mereka butuhkan dalam bertahan hidup dan mencegah bakteri berkembang biak ataupun menyebar.

Antibiotik diklasifikasikan berdasarkan sasaran kerjanya. Klasifikasi antibiotik dibagi ke dalam 5 golongan, diantaranya

  1. Penghambat sistesis dinding sel seperti beta-laktam.
  2. Penghambat sintesis protein seperti aminoglycosides.
  3. Penghambat fungsi membrane seperti polymyxins.
  4. Anti-metabolit seperti trimethoprim.
  5. Penghambat sintesis asam nukleat seperti quinolones.

Namun, tahukah kalian bahwa antibiotik sekarang ini banyak yang telah mengalami resistensi?

Beberapa bakteri yang diketahui mengalami resistensi antibiotik diantaranya MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus), CRE (carbapenem-resistant Enterobacteriaceae), dan Pseodomonas aeruginosa.

Antibiotik Sebagai Sumber Daya Berharga

Untuk itu, World Health Organization (WHO) membuat suatu program yang dinamakan World Antibiotic Awareness Week yang akan berlangsung pada tanggal 16-22 November 2015. P

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai resistensi antibiotik melalui komunikasi efektif, pendidikan dan pelatihan, dan mendorong praktik terbaik, di antara masyarakat umum, tenaga kesehatan, serta pembuat kebijakan untuk menghindari penyebaran juga munculnya resistensi antibiotik lebih lanjut.

World Antibiotic Awareness Week mengambil tema “Antibiotics: Handle with Care” melalui kampanyenya. Tema tersebut menyatakan bahwa antibiotik adalah sumber daya berharga dan harus dipertahankan.

WHO telah mendorong mitra kesehatan dan negara-negara anggotanya untuk bergabung dalam kampanye ini. Dengan tujuan membantu meningkatkan kesadaran mengenai isu tersebut.

Tips Mencegah Resistensi Antibiotik

Sebagai pemuda yang merupakan agen perubahan, seharusnya kita tidak boleh berdiam diri dan perlu mengambil bagian terkait permasalahan ini, bukan?

Untuk membantu mencegah resistensi antibiotik, berikut terdapat beberapa tips yang dapat kalian aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Jangan gunakan antibiotik pada penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti pilek atau flu. Antibiotik tidak bekerja pada virus.
  2. Jika berobat ke dokter, jangan menekan dokter untuk memberikan antibiotik ataupun menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.
  3. Ketika menggunakan antibiotik, ikuti arahan ataupun petunjuk dengan hati-hati. Selesaikan pengobatan dengan menghabiskan antibiotik yang diberikan, bahkan jika kalian sudah merasa lebih baik. Jika pasien menghentikan pengobatan terlalu cepat atau tidak menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan, beberapa bakteri dapat bertahan hidup dan kembali menginfeksi. Sehingga antibiotik yang telah dikonsumsi menjadi resisten.
  4. Jangan menyimpan antibiotik untuk masa yang akan datang, berbagi antibiotik kepada sanak saudara, maupun menggunakan resep antibiotik orang lain.

Informasi dan beberapa tips di atas dapat membantu  untuk menghindari dan meminimalisir penyebaran resistensi antibiotic ke depannya. Selamat menjadi agen perubahan!

 

Sumber:

  1. World Health Organization. World Antibiotic Awareness Week. [Internet]. 2015. [Cited: Nov 13 2015]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/event/2015/world-antibiotic-awareness-week/event/en\
  2. National Health Service. Antibiotics. [Internet]. 2014. [Cited: Nov 13 2015]. Available from: http://www.nhs.uk/Condition/Antibiotics-penicillin/Pages/Introduction.aspx
  3. National Library of Medicine. Antibiotic Resistance. [Internet]. 2015. [Cited: Nov 13 2015]. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/antibioticresistance.html
  4. Center for Disease Control and Prevention. Stop Spread of Antibiotic Resistance. [Internet]. 2015. [Cited: Nov 13 2015]. Available from: http://www.cdc.gov./vitalsigns/stop-spread

 

Husain M. Fajar Surasno (CIMSA FK UI)

Desain: CIMSA FK UI

Editor: Melati Suma Paramita

 

Komentar



Berita Terkait

Kenali Lebih Dekat Penyakit Skizofrenia