Yakinkan Swing Voters, Asumsi.co Adakan Nobar Debat Pilpres

Monday, 21 January 19 | 04:17 WIB

Kamis (17/01), Asumsi.co dan Arena.id mengadakan acara Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Gagasan Debat Pertama Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) yang bertempat di Kaffeine, SCBD, Sudirman, Jakarta. Sebelum dimulainya siaran langsung debat, masing-masing panelis dalam nobar memberikan pernyataan mengenai ekspektasi dan harapan bagaimana debat akan berjalan untuk membuka sesi pertama. “Debat ini bisa jadi kesempatan (bagi para paslon –red) untuk mengangkat dignity (martabat –red) kedua paslon secara lebih substantif dan intelektual. Selain itu, debat ini juga (dapat –red) menjadi representasi dua capres-cawapres beserta tim-tim di belakangnya yang membantu menyiapkan,” ujar Andhyta seraya membuka sesi pertama. “Debat (kali –red) ini sebetulnya (berguna –red) untuk merebut hati mereka yang belum menentukan pilihan, para swing voters,” tambah Ari.

Nobar ini turut menghadirkan sederet panelis diskusi yang berkecimpung dalam bidang politik. Mulai dari Andhyta F. Utami sebagai pengamat kebijakan publik, Aurelia Vizal sebagai Ambassador of Generasi Melek Politik, Arie Putra yang merupakan pengamat politik, M. Pradana Indraputra sebagai perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Anthony Leong sebagai perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, dan Co-Founder serta CEO dari Asumsi.co, Iman Sjafei, sebagai moderator.

Pernyataan tersebut membuka diskursus yang dilontarkan secara bergantian oleh masing-masing panelis. Beberapa panelis seperti Andhyta, Arie, dan Aurelia sepakat bahwa Debat Pilpres kali ini tidak bersifat simetris sebab Jokowi memiliki burden of proof (tugas untuk memberikan bukti yang meneguhkan klaim-klaimnya melawan pihak lainnya) yang lebih besar karena posisinya sebagai Petahana, ketimbang Prabowo. Sementara itu, Pradana dan Anthony sebagai representasi kubu yang didukungnya, tidak lupa untuk secara terus-menerus membawa nilai-nilai dan keunggulan kubunya. Moderator juga membuka kesempatan bagi dua orang audiensi untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Selama jeda enam segmen debat capres-cawapres, dibuka sesi diskusi panelis sekitar enam menit.

Setiap momen diiringi oleh respons yang menarik dan riuh rendah acap kali memenuhi seluruh ruangan setiap pasangan calon dan panelis memberikan pernyataan yang kontroversial. Nobar debat capres-cawapres diakhiri dengan penyampaian pernyataan penutup dari beberapa panelis, salah satunya oleh Andhyta. “Kalau ada yang kecewa (terhadap debat kali ini –red) karena kurang banyak (hal yang –red) dijelaskan lebih lanjut, kalau menurut saya, debat capres (kali –red) ini memang bukan tentang elaborasi program. Sebab kita, teman-teman yang di sini, termasuk yang punya privilege, udah pada pinter. Tapi rakyat biasa itu mencari detailnya, yang mereka cari (adalah –red) itu. Menurut saya, debat (kali –red) ini adalah kontestasi nilai-nilai karena setiap jawaban menggambarkan nilai-nilai mereka. Penggunaan retorika di sini sangat penting,” pungkasnya menyimpulkan alur perdebatan malam itu.

Teks: Zakia Shafira
Foto: Syarifah Ni’mah
Editor: Grace Elizabeth Kristiani

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Menjajal KRL MRT Jakarta, Masa Depan Transportasi Kaum Urban Ibukota
Hari Buruh Internasional 2018, FSPMI: Nawa Cita Jokowi Telah Gagal
Makna ‘Kartu Kuning’ dari Ketua BEM UI 2018 kepada Presiden Joko Widodo
Hadir di Dies Natalis UI ke-68, Jokowi Diacungkan ‘Kartu Kuning’ oleh Ketua BEM UI 2018