
Pada Kamis (21/11), Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM Fakultas Ilmu Admisitrasi (FIA) UI mengadakan Audiensi dan Diskusi Publik Tanpa Asumsi (ADAPTASI) yang turut mengundang juru bicara (jubir) dari ketiga pasangan calon gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) 2024. Narasumber yang hadir antara lain: Billy Mambrasar (jubir paslon 01) bersama rekannya Mulya Amri, Ikhsan Tualeka (jubir paslon 02), serta Aris Setiawan (jubir paslon 03).
Acara ini mengangkat tema “Menilik Masa Depan Daerah Khusus Jakarta (DKJ) sebagai Pusat Perekonomian dan Kota Global”, dibuka dengan sambutan MC pada pukul 13.01 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, serta sambutan dari ketua pelaksana, ketua BEM FIA UI, dan kemahasiswaan FIA UI.
Pembahasan pada diskusi ini berpusat pada strategi pewujudan Jakarta sebagai pusat perekonomian melalui tata kelola digital. Hal itu tidak lepas dari perubahan status Jakarta yang menjadi pusat perekonomian, bukan lagi ibu kota yang mulanya sebagai Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Digital Governance dan Strategi Pelayanan Publik
Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai rancangan arsitektur pelayanan publik secara digital oleh setiap paslon. Mulya menyebutkan enam misi paslon 01, salah satunya membentuk pemerintahan yang transparan dan transformatif. Fokusnya adalah transparansi serta keketatan sistem yang dimungkinkan dengan teknologi. Hal itu ia sampaikan dapat dilakukan dengan mengaitkan birokrasi dengan teknologi serta menerapkan teknologi blockchain. Dengan begitu, sistem tidak dapat dipermainkan dan rekam jejak pun tercantum dengan jelas.
Ikhsan, sebagai juru bicara pasangan calon 02, menyebutkan bahwa digitalisasi merupakan hal yang tak terhindarkan di era saat ini. Oleh karena itu, transparansi melalui bantuan digital dapat diterapkan agar masyarakat juga mengetahui cara kerja dan anggaran pemerintah daerah. Dengan begitu, masyarakat benar-benar terpapar akan informasi serta terlibat dalam pengelolaan pemerintahan. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa teknologi memberikan dampak positif dan negatif sehingga pemerintah harus menjaga kebermanfaatannya.
Sementara itu, Aris sebagai jubir paslon 03 menggarisbawahi pentingnya meneruskan semangat pembangunan dari para gubernur sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa paslon 03 akan mengembangkan program-program yang sudah ada pada zaman Anies dan Ahok. Salah satunya dengan menyempurnakan dan mengintegrasi informasi dalam aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Ia juga menyampaikan rencana untuk membuka taman 24 jam dan memperkuat sistem keamanannya.
Berlangsungnya diskusi dengan ketiga jubir
Pembangunan Cyber Security dalam Digitalisasi
Poin berikutnya yang dibahas adalah prioritas terkait pembangunan cyber security dalam digitalisasi. Ikhsan menekankan latar belakang Dharma yang mumpuni karena pernah menjabat sebagai wakil kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada tahun 2021. Dharma juga berencana merekrut orang-orang yang berkapasitas untuk meningkatkan cyber security. Lebih lanjut, ia menerangkan adanya rencana penggratisan 100 Mbps untuk setiap keluarga.
Aris, sebagai jubir paslon 03 menekankan bahwa penyelesaian masalah cyber security perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penyelesaian secara holistik tidak dapat terlaksana dalam masa pemerintahan lima tahun saja sehingga harus dilanjutkan oleh gubernur berikutnya. Salah satu langkah yang akan paslon 03 lakukan adalah meningkatkan cyber security JAKI. Dengan begitu, aplikasi ini dapat menjadi super app yang dapat melindungi data pribadi masyarakat.
Sementara itu, Billy menyebutkan poin dalam misi paslon 01, yaitu transformasi digital dan reformasi birokrasi. Ia juga menjabarkan tujuh program yang hendak dilakukan. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, mengadakan pasukan rompi merah yang memonitori kebersihan secara digital, serta meluncurkan sistem merit ASN P3K.
Penggunaan Artificial Intelligent (AI)
Poin terakhir dalam diskusi publik tersebut membahas strategi penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara optimal tanpa menimbulkan kekhawatiran terhadap pengurangan lapangan pekerjaan. Aris menyatakan bahwa keberadaan AI dapat membantu masyarakat, seperti mendeteksi masalah-masalah di Jakarta. Ia juga menyebutkan rencana paslon 03 terkait penggunaan AI yang bukan menghapus lapangan pekerjaan, tetapi melengkapi kebutuhan masyarakat secara holistik.
Sementara itu, Ikhsan menekankan pentingnya menentukan tujuan dari penggunaan AI itu sendiri. Ia juga menyebutkan penerapan etika penggunaan AI melalui pengawasan dan regulasi. Menurutnya, peran negara dan pemerintah dibutuhkan agar masyarakat dapat memanfaatkan AI dengan baik. Jadi, masyarakat tetap memberikan andil dalam penggunaannya dan bukan menggantungkan diri sepenuhnya pada AI.
Billy pun menyebutkan pentingnya regulasi dalam penggunaan AI. Ia juga mengungkapkan rencana paslon 01 untuk mengelola Jakarta dengan bantuan AI. Menurutnya, penggunaan AI tetap memerlukan andil manusia untuk membuat keputusan berdasarkan data yang dihasilkan. Oleh karena itu, ia menyebut bahwa para ASN dan birokrat akan dilatih menggunakan AI ini.
Dalam sesi tanya jawab, Giras, mahasiswa Ilmu Administrasi UI angkatan 2022, menanyakan rencana pasangan calon 01 terkait pelibatan masyarakat dan mahasiswa dalam tata kelola digital. Billy kemudian menjelaskan rencana pasangan calon 01 untuk mengadakan pelatihan digital yang melibatkan mahasiswa, yang tidak hanya bertugas untuk mengedukasi, tetapi juga mengawasi pelaksanaan kebijakan tersebut.
Pertanyaan selanjutnya diajukan oleh Athif, mahasiswa Ilmu Administrasi UI 2024 mengenai penanganan urbanisasi ke Jakarta yang berpotensi menyebabkan kepadatan penduduk. Ikhsan menjawab bahwa pasangan calon 02 akan memanfaatkan digitalisasi untuk memantau dan mengawasi arus kedatangan masyarakat. Ia menyebut, bahwa penggunaan transportasi umum (transum) akan terintegrasi dengan sistem digitalisasi data penduduk. Sementara itu, Aris menjelaskan bahwa pasangan calon 03 akan mengelola pergerakan masyarakat yang datang ke Jakarta, alih-alih melarang mereka. Salah satu aspek yang akan dikelola adalah transportasi umum.
Teks: Mona Natalia Christina
Editor: Choirunnnisa Nur F.
Foto: Mona Natalia Christina