Logo Suma

Agustusan di BIPA UI: Bersatu Berdaya Nusantara Jaya

Redaksi Suara Mahasiswa · 10 Agustus 2026
2 menit · - kali dibaca
Agustusan di BIPA UI: Bersatu Berdaya Nusantara Jaya

Agustusan untuk mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Universitas Indonesia (BIPA UI) adalah rangkaian acara perayaan kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Internasional (LBI) UI. Acara ini diikuti oleh mahasiswa asing dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia Timur, Vietnam, Eropa, Inggris, hingga Afrika, termasuk mahasiswa penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Acara berlangsung pada Kamis (6/8) di Pertamina Hall, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Tema yang diusung tahun ini adalah "Bersatu Berdaya Nusantara Jaya", mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus ajang pengenalan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing yang tengah mempelajari bahasa dan budaya Nusantara.

Rangkaian acara dimulai dengan persiapan pukul 07.30 WIB ketika wali kelas mengecek kehadiran peserta dan panitia menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan. Satu jam kemudian, seluruh peserta mengikuti apel dan pembukaan yang dibina langsung oleh perwakilan LBI. Lagu Indonesia Raya mengiringi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, foto kelas, dan lomba sorak yang dinilai langsung oleh perwakilan LBI. Suasana kian meriah begitu memasuki sesi perlombaan utama, yaitu lomba sendok kelereng, estafet sarung, balap karung, dan tarik tambang. Pengajar BIPA berperan sebagai juri. Acara ditutup pukul 12.30 dengan pembagian hadiah, pengumuman juara umum, serta pemotongan tumpeng yang diberikan kepada peserta tertua dan termuda.

Menurut Agatha selaku panitia acara, Agustusan di BIPA UI merupakan agenda tahunan yang selalu hadir dengan tema baru. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing yang sedang belajar bahasa Indonesia, sehingga pembelajaran bahasa tidak berjalan sendiri tanpa pemahaman budaya di baliknya. Persiapan acara ini memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan, dengan panitia yang sebagian besar berasal dari pengajar BIPA sendiri.

Dari seluruh rangkaian lomba, balap karung disebut sebagai yang paling menantang untuk dikoordinasikan karena risiko cedera yang lebih tinggi. Panitia telah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan alat pelindung dan tim kesehatan siaga di lokasi. Ke depan, Agatha berharap acara tahun berikutnya dapat berjalan tanpa cedera, sekaligus semakin ramai dan penuh semangat.

Antusiasme turut dirasakan oleh para peserta. Yerin, mahasiswa asal Korea Selatan yang menempuh studi urusan bahasa Indonesia di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), mengikuti acara ini untuk kedua kalinya. Ia mengaku senang dengan suasana yang dibangun sepanjang acara. Baginya, tarik tambang menjadi lomba paling seru karena membangkitkan semangat kebersamaan. Yerin membandingkan perayaan kemerdekaan di Indonesia dengan di Korea Selatan yang hanya berupa upacara dan pemasangan bendera di rumah, jauh berbeda dengan suasana meriah penuh perlombaan di BIPA UI.

Kesan serupa disampaikan Diana, mahasiswa jurusan sejarah dari University of Pécs, Hungaria, yang baru pertama kali mengikuti perayaan 17 Agustusan ala Indonesia. Ia mengaku senang bisa bertemu dan mengenal lebih banyak orang lewat acara ini. Diana menuturkan bahwa perayaan kemerdekaan di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan di Hungaria, yang biasanya hanya diisi dengan pertunjukan tarian dalam satu hari perayaan.

Agustusan di BIPA UI menjadi lebih dari sekadar rangkaian lomba tujuh belasan. Acara ini menjadi ruang perjumpaan budaya, tempat mahasiswa asing tidak hanya belajar berbahasa Indonesia lewat kelas, tetapi juga merasakan langsung semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas perayaan kemerdekaan di Indonesia. Dengan tema "Bersatu Berdaya Nusantara Jaya", acara ini menegaskan bahwa persatuan dan semangat gotong royong dapat dirasakan lintas negara dan budaya.

Tim Penggarap