Aksi Simbolik Mengenang Yap Yun Hap, Singa Teknik di UI

Redaksi Suara Mahasiswa · 9 September 2022
2 menit

Memperingati 23 tahun meninggalnya Yap Yun Hap, seorang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI) angkatan 1996 pada peristiwa Semanggi II, aksi simbolik digelar oleh BEM Fakultas Teknik UI di Kantin Teknik (08/09). Aksi simbolik ini bertepatan dengan rangkaian peringatan September Hitam, sebuah pengingat peristiwa kelam pelanggaran HAM dan tindakan non kemanusiaan yang terjadi di masa lalu.

Dimulai tepat pada pukul 15.00 di dalam Kantin Teknik—semula aksi dilangsungkan di Taman Seni FT UI, namun terkendala cuaca hujan. Tepat di depan tajuk rawal bertuliskan “Yap Yun Hap, Singa Teknik Sejati” para orator silih berganti menyampaikan orasi demi orasi mereka tentang siapakah Yap Yun Hap menurut mereka, pentingnya memiliki jiwa Yap Yun Hap sebagai mahasiswa FT, hingga kekejaman aparat yang merenggut nyawanya. Massa aksi secara simbolik yang mengenakan setelan serba hitam sebagai tanda duka cita mereka terhadap tragedi Semanggi II, khususnya Yap Yun Hap. Aksi ini diikuti lebih dari seratus orang dari berbagai fakultas di UI.

“Mungkin untuk estimasi massa yang hadir ada di angka 100 sampai 150 orang yang hadir,” tutur Fadli, Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) BEM FT UI, ketika dikonfirmasi wartawan Suara Mahasiswa UI.

Melalui kesempatan wawancara yang sama dengan Fadli, Ia juga menambahkan bahwa aksi simbolik ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan upaya memperkenalkan semangat yang dibawa oleh sosok Yap Yun Hap sebagai salah satu sosok pergerakan di Fakultas Teknik.

Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik UI yang diwawancarai Suma UI, Taffi, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2020 pun mengamini pernyataan Fadli yang sebelumnya sempat menyinggung bahwa Yun Hap merupakan sosok yang menjadi ikon pergerakan di Fakultas Teknik sehingga semangatnya perlu diwariskan kepada mahasiswa-mahasiswa baru di FT UI.

Terlebih karena mahasiswa-mahasiswa baru notabenenya belum lahir ketika Yun Hap meregang nyawa 23 tahun yang lalu. Ia juga menambahkan bahwa Yun Hap adalah contoh bahwa di dalam dunia aktivisme, mahasiswa dari latar belakang akademik manapun dapat turut berkontribusi.

“Di antara sebelas korban di tanggal 24 September 1999 itu, dia satu-satunya anak FT yang gugur dan itu menggambarkan kalau perjuangan itu bukan cuman punya anak FISIP dan semacamnya, melainkan anak FT pun juga,” ujar Tuffy berpendapat.

Sebagai informasi, Yap Yun Hap adalah mahasiswa Fakultas Teknik UI dari jurusan Teknik Elektro angkatan 1996. Ketika gelombang demonstrasi menyapu kota-kota besar di Indonesia pada tahun 1998, Yun Hap adalah salah satu mahasiswa dari UI yang aktif berdemonstrasi.  Selepas aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB), Yun Hap yang sedang dalam posisi beristirahat dan menjadi salah satu dari belasan korban tewas akibat ganasnya peluru dari moncong senjata aparat yang memberondong ke arah jalanan secara brutal. Belakangan tragedi yang menewaskan Yun Hap dan sepuluh korban lain dikenang sebagai Tragedi Semanggi II.

Teks: M. Akhtar Jabbaran, M. Qhisyam
Editor: Dian Amalia Ariani

Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!