Logo Suma

Aksi Weekend Melawan di Monas Tolak Board of Peace

Redaksi Suara Mahasiswa · 8 Maret 2026
2 menit

Ratusan massa aksi yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil dan organisasi mahasiswa memadati kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/3). Di bawah payung gerakan “Weekend Melawan”, massa melayangkan protes keras terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia yang dinilai semakin condong pada kepentingan imperialisme global, khususnya terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Aksi dimulai pukul 16.20 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang bergema di tengah rintik hujan. Setelah itu, panggung akai dibuka dengani penampilan seni yang membawakan lagu anti-imperialisme, yakni "We Will Not Go Down" karya Michael Heart dan "Zombies" milik The Cranberries. Penampilan tersebut menjadi pembuka emosional sebelum rangkaian orasi disuarakan.

Solidaritas Lintas Elemen Melawan Imperialisme

Berbagai elemen lembaga bergantian menyampaikan pandangannya terkait situasi geopolitik saat ini. Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI)I, Hafizh Haernanda menyoroti sikap pemerintah terhadap isu Palestina. Ia menilai terdapat ironi antara solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina dengan respons pemerintah yang dinilai belum tegas. Sementara itu, Forum Mahasiswa Nasional (FMN) mengecam agresi militer Amerika Serikat  dan Israel yang dinilai melanggar kedaulatan Iran.

Organisasi lain seperti Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) dan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) memaparkan dampak sistem imperialis terhadap hak perempuan dan kaum tani. Adapun International League of Peoples' Struggle (ILPS) serta Baik Berisik menyoroti terenggutnya hak ibadah warga di wilayah konflik. Perwakilan Rakyat Bangkit turut menyerukan agar pemuda tidak bersikap pasif terhadap situasi global yang dinilai berdampak pada kemanusiaan.

Napas Panjang Perlawanan Mahasiswa

Universitas Indonesia (UI) melalui UI Students for Justice in Palestine (UI SJP) dan BEM UI turut berpartisipasi dalam aksi ini. Wakil Ketua UI SJP, Shobri, menyebutkan aksi ini merupakan bagian dari rangkaian konsisten untuk menekan pemerintah.

"Kami sudah berekspektasi bahwa satu aksi tidak akan cukup. Melalui “Weekend Melawan”, kami akan merutinkan aksi ini setiap pekan untuk menjaga napas perjuangan sampai pemerintah benar-benar menepati janjinya untuk keluar dari BoP jika tidak sesuai dengan prinsip kemerdekaan Palestina," tegas Shobri.

Ia juga menilai desakan publik mulai memunculkan respons dari pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo telah mengundang sejumlah tokoh agama dan diplomat untuk berdiskusi mengenai hal tersebut.

“Presiden Prabowo mengundang kembali tokoh-tokoh keagamaan serta diplomat untuk berdiskusi balik. Kami yakin Presiden Prabowo sudah mulai goyah dengan kebijakan yang diambilnya,” tambah Shobri.

Pernyataan Sikap dan Mandat Kemanusiaan

Menjelang puncak aksi, dosen Hubungan Internasional UI, Shofwan Al-Banna Choiruzzad, naik ke panggung aksi untuk membacakan pernyataan sikap. Ia menegaskan posisi ideologis bangsa Indonesia di tengah ketegangan global.

“Indonesia adalah negara yang didirikan dengan semangat kemanusiaan dan keadilan, bukan untuk menjadi bagian dari penjajahan," tegas Shofwan di hadapan massa.

Dalam pernyataan  sikap tersebut memuat tujuh tuntutan kepada pemerintah Indonesia, antara lain:

  1. Mendesak pemerintah dan DPR untuk meninjau kembali keanggotaan Indonesia dalam BoP dan keluar dari BoP jika terbukti tidak mendukung kemerdekaan Palestina, tidak menghentikan genosida, crime against humanity, war crimes dan penjajahan Israel, serta tidak memberikan akses terhadap masuknya bantuan kemanusiaan dan dukungan medis terhadap para korban dan penduduk Gaza.
  2. Menolak pengiriman pasukan TNI ke Gaza dengan mandat BoP jika ISF masih bertugas untuk melakukan demiliterisasi.
  3. Mengecam serangan AS & Israel ke Iran sebagai pelanggaran hukum internasional
  4. Mendesak kepada DPR dan pemerintah untuk mengevaluasi seluruh perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat yang bersifat timpang dan tidak adil yang merugikan bangsa Indonesia.
  5. Menilai bahwa penandatanganan perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat dan keterlibatan dalam piagam BOP berisiko besar membawa Indonesia ke dalam jurang imperialisme.
  6. Mendesak pemerintah Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan industri nasional untuk kedaulatan rakyat Indonesia
  7. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membangun persatuan nasional dalam semangat solidaritas kemanusiaan melawan imperialisme.

From the river to sea, Palestine will be free!

Teks: ‘Izza Billah

Editor: Cut Khaira

Foto: Cut Khaira

Desain: Raissa Salsabila Azalia

Pers Suara Mahasiswa UI 2026

Independen, Lugas, dan Berkualitas!