Logo Suma

ANALOG: Sebuah Medium Menuju Tahun 60-an

Redaksi Suara Mahasiswa · 17 Maret 2023
2 menit · - kali dibaca
Cover album Indische Party

Artis : Indische Party

Tanggal Rilis : 15 November 2016

Genre : Alternatif/Indie, Blues, Indonesian Rock

Durasi : 33 menit 24 detik

Label : Demajors Record

Kilas Balik Indische Party

Indische Party merupakan grup band yang dibentuk di Jakarta pada tahun 2011. Terbentuknya Indische Party berawal dari pertemuan Japs Shadiq (vokal/gitar), Kubil Idris (gitar), Jacobus Dimas (bass), dan Tika Pramesti (drum) di tempat mereka berkuliah, yaitu Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Keempatnya memiliki kecintaan yang sama terhadap musik rock n roll. Alhasil, band ini mengusung musik era 1960-an yang bergenre Rhythm & Blues dan Rock.

Analog: Sebuah Transformasi

Pada tahun 2016, Indische Party kembali merilis album keduanya yang bertajuk “Analog”. Album ini diproduseri oleh David Tarigan dan melibatkan beberapa musisi ternama, salah satunya Jimi Multhazam. Pada album ini, Indische Party mengaku proses produksinya lebih terkonsep dan terarah mulai dari pemilihan sound dan instrumen yang lebih disesuaikan dengan era 60-an. Lagu berjudul “Ingin Dekatmu” menjadi paling unik karena Tika sebagai penabuh drum mengisi vokal pada lagu ini. Sebelumnya, Indische Party juga telah merilis album “Self-Titled” tahun 2013 dan mini album “On Vacation” tahun 2016.

Lorong Waktu Menuju Tahun 60-an

  • Lagu-lagu pada album ini menceritakan tentang kisah romansa di sebuah pesta dansa yang dibalut dengan suasana lawas tahun 60-an

Variasi vokal yang cenderung tegas dan mendayu di beberapa lagu, pemilihan bassline yang terbilang sukses dengan suasana 60-an, ketukan drum vintage yang ikut menambah suasana lawas, dan lirik romansa yang sederhana, tetapi mudah diingat membuat lagu-lagunya begitu eksentrik.

  • Mengajak para pendengarnya untuk kembali ke masa lampau

Pada album “Analog”, Indische Party terlihat ingin lebih memperlihatkan unsur musik vintage dari pelbagai sisi. Analog menjadi suatu bukti bahwa musik dapat menjadi perwujudan dari lorong waktu. Indische Party seolah ingin mengajak para pendengarnya menjelajah waktu dan memanipulasi pikirannya untuk membayangkan berada di suasana tahun 60-an.

Ulasan

Keputusan Indische Party untuk melibatkan beberapa “dedengkot” musisi dalam proses produksi album “Analog” nampaknya berhasil memberikan nuansa yang berbeda dengan album sebelumnya. Album “Analog” terdengar lebih sesuai dengan instrumental yang dimainkan oleh musik era 60-an.

Untuk para penggemar The Beatles, The Rolling Stones, atau The Animals, lagu-lagu Indische Party sangat cocok untuk dimasukkan dalam playlist sehari-hari.  

Penulis : Farhan Aonilah

Editor : Sekar Innasprilla

Foto : Istimewa

Tim Penggarap