Logo Suma

Aliansi BEM se-UI Nilai Kelakar Purbaya sebagai Represi Halus

Redaksi Suara Mahasiswa · 19 Februari 2026
2 menit

Di hadapan Tugu Makara, Rabu (18/03), Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UI membacakan pernyataan sikap terkait ujaran Menteri Keuangan, Purbaya, dalam orasinya pada Wisuda Gasal UI Sabtu lalu.

Saat itu, Purbaya menyampaikan optimisme terkait visi pertumbuhan ekonomi 8% dan Indonesia Emas 2045. Ia juga menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan akan memberikan sumbangan kepada UI melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Lantas, ia berkelakar meminta agar mahasiswa tidak lagi protes serta mendukung dipertahankannya Purbaya dalam kabinet menteri.

Berangkat dari hal tersebut, Aliansi BEM se-UI merilis pernyataan sikap yang dibacakan oleh Athof selaku Ketua BEM UI 2026 beserta jajaran pimpinan BEM fakultas, di antaranya Ketua BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Teknik (FT).

Dalam deklarasinya, Aliansi BEM Se-UI menyayangkan kelakar Purbaya yang dianggap sebagai bentuk represi halus. Mereka menegaskan bahwa sumbangan dari Kementerian Keuangan tidak akan melemahkan daya kritis mahasiswa dalam mengawal kebijakan ekonomi di Indonesia.  

Selain itu, Aliansi BEM se-UI juga menilai sikap optimisme Purbaya dalam orasi sebelumnya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berpijak pada realitas.  Hal ini disebabkan oleh kesimpulannya yang hanya bergantung pada statistik makro tanpa melihat kenyataan yang ada di masyarakat. Tingginya angka pengangguran pun tidak mencerminkan masa depan yang cerah bagi masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Athof menyebutkan bahwa BEM UI berharap agar Purbaya lebih bijak bertutur dalam forum publik, terutama forum akademis. Ia juga berharap agar Menteri Keuangan bersikap lebih sigap dalam merespons situasi ekonomi Indonesia yang sedang berada di dalam kondisi kurang baik.

Oleh karena itu, Aliansi BEM se-UI membawakan tiga poin utama dalam pernyataan sikap tersebut, yaitu:

  1. Mahasiswa UI menolak untuk diam terhadap pembungkaman dan akan selalu bersuara lantang pada penindasan karena mahasiswa merupakan pemuda-pemudi dengan keyakinan akan kebenaran, pemikiran yang tercerahkan, dan keteguhan hati dalam menghadapi kezaliman;
  2. Mahasiswa UI mengecam segala bentuk represivitas secara halus kepada mahasiswa agar tidak kritis terhadap kebijakan pemerintah melalui narasi sumbangan. Segala kritik dan protes mahasiswa terhadap pemerintah merupakan bentuk kebebasan berpendapat yang diatur dalam pasal 28E Ayat 3 UUD 1945;
  3. Mahasiswa UI menolak secara keras narasi optimisme palsu mengenai Indonesia Emas dan seruan jangan takut masa depan yang digaungkan oleh Menteri keuangan.

Mewakili Aliansi BEM se-UI, perwakilan dari Fakultas Psikologi memperingatkan bahwa UI bukanlah menara gading yang dapat disilaukan oleh janji manis kekuasaan. Mereka menegaskan bahwa Aliansi BEM se-UI akan terus melawan selama keadilan masih menjadi retorika dan kesejahteraan hanya menjadi milik segelintir elite.  

“Kami akan tetap awas, tetap kritis, dan akan terus menjadi barisan terdepan dalam menjaga kebenaran substantif. Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat mereka yang tunduk pada bantuan, melainkan pada mereka yang senantiasa objektif dan mengkritisi segala kebijakan untuk kebaikan bangsa,” tutup perwakilan dari FEB UI.  

Teks: Cut Khaira

Editor: Alya Putri Granita

Foto: Cut Khaira

Desain: Syahidah Nururrahmah

Pers Suara Mahasiswa UI 2026

Independen, Lugas, dan Berkualitas!