Logo Suma

Anggaran Disabilitas Turun, Sejumlah ULD Tak Mendapat Dana

Redaksi Suara Mahasiswa · 14 Agustus 2026
2 menit · - kali dibaca
Anggaran Disabilitas Turun, Sejumlah ULD Tak Mendapat Dana

Kamis (13/8), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melakukan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) terhadap Kabinet Bayangan di Makara Art Center UI, Depok. Kegiatan ini dihadiri oleh tenaga pendidik serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Menanggapi pertanyaan terkait persoalan disabilitas, Nabiyla Risfa Izzati yang berperan sebagai Menteri Sosial dan Layanan Dasar menilai alokasi dana untuk infrastruktur penunjang masih sangat terbatas. Ia melihat permasalahan ini diperparah oleh penurunan dana disabilitas sebesar 50 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Di setiap daerah, kita memiliki ULD [Unit Layanan Disabilitas] yang tugas utamanya menyokong teman-teman penyandang disabilitas di daerah tersebut. Kenyataannya, pada tahun ini, banyak kabupaten dan kota di Indonesia yang [mendapat] anggaran nol,” ucapnya.

Nabiyla mengatakan, alih-alih pemerintah menyediakan dana, organisasi masyarakat justru yang secara swasembada menunjang kegiatan dan pelayanan ULD terkait.

Ia menyoroti pula perihal Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang memastikan mereka memiliki kuota dalam pekerjaan. Menurut Nabiyla, ketetapan itu belum terlaksana dengan baik sebab hanya tertulis di atas kertas.  “Pemerintah seakan-akan beranggapan bahwa [persoalan ini] bukan hal yang krusial, bukan sesuatu yang prioritas.”

Selanjutnya, merespons perihal kesehatan mental, Menteri Kesehatan yang diemban oleh Irma Hidayana mengatakan pemerintah semestinya mengalokasikan dana yang cukup untuk menjangkau dan melindungi masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya prevalensi serta pencegahan lonjakan angka kesehatan mental dan perawatannya, termasuk mengalokasikan jumlah konselor.

Namun, Irma mengucapkan bila permasalahan ini mesti dicegat sedari awal. Menurut studi dan bukti kesehatan publik, terang Irma, kemiskinan menjadi kontribusi terbesar dari penyebaran penyakit kesehatan mental.

“[Termasuk] pendidikan, ekonomi, dan beban lainnya. Dari situ kita harus menutup semua sumber masalah dengan pemerintah memberikan intervensi yang tepat,” katanya.

Ia juga menjelaskan salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan mengevaluasi program makan bergizi gratis (MBG). “Anggaran [yang dikeluarkan untuk MBG] triliunan, tetapi [pelaksanaannya] tidak tepat [karena] menimbulkan keresahan, menimbulkan keracunan. Dan ini bisa berkontribusi terhadap beban mental.”

Kabinet Bayangan merupakan kelompok yang diinisiasi oleh Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF sebagai wadah bagi masyarakat sipil akademisi, dan peneliti pada 17 Juni 2026. Tim ini dibentuk atas inisiatif masyarakat untuk mengawasi pemerintahan sekaligus menyusun alternatif kebijakan negara melalui 15 bidang kementerian. Kabinet Bayangan menganut prinsip shadow cabinet yang telah lebih dahulu diterapkan di Inggris, Australia, dan Kanada.

Ujian dibuka dengan pemaparan kajian dari perwakilan BEM UI yang kemudian ditanggapi oleh para menteri. Kemudian, dilakukan sesi tanya jawab yang diberikan Aliansi BEM se-UI sebagai Panelis Internal.  Berbagai dosen dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI turut berperan sebagai panelis eksternal.

Dialog dibagi berdasarkan tiga klaster utama. Terdapat bidang Hukum dan HAM yang ditanggapi oleh Yance Arizona (Menteri Hukum dan Kebijakan Negara) serta Khoirunnisa Nur Agustyani (Menteri Hak Perempuan dan Marginal). Sektor ekonomi dijawab oleh Bima Yudhistira (Menteri Keuangan dan Tata kelola Negara) dengan Media Wahyudi Askar (Menteri Keuangan). Terakhir, ranah Layanan Publik dan Kesejahteraan direspons oleh Nabiyla Risfa Izzati (Menteri Sosial dan Layanan Dasar) bersama Irma Hidayana (Menteri Kesehatan), Isnawati Hidayah (Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan), juga Imam Zanatul Haeri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan).

Teks: Alya Putri Granita

Editor: Dela Srilestari

Foto: Siti Ananda Khumairo

Desain: Syahidah Nururrahmah

Pers Suara Mahasiswa UI 2026

Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap

Teks

Alya Putri Granita

Editor

Dela Srilestari

Foto

Siti Ananda Khumairo

Desain

Syahidah Nururrahmah