Aplikasi Web Pansos: Cara Baru untuk Berkenalan/Aplikasi Web Pansos: ”Dating App” untuk Maba

Redaksi Suara Mahasiswa · 9 November 2021
7 menit

Beberapa bulan lalu, sebuah inovasi baru kembali lahir dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI). Inovasi tersebut merupakan aplikasi web bernama Panda Social Support (Pansos) yang ditujukan bagi mahasiswa baru Fasilkom UI selama kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Fasilkom UI (PMB Fasilkom UI). Sekilas, nama aplikasi ini memberikan kesan selayaknya arti harfiahnya, yaitu “Panjat Sosial.” Akan tetapi, nyatanya aplikasi Pansos ini tidak ditujukan untuk hal tersebut. Lalu, bagaimana Pansos ini bekerja? Mari berkenalan dengan Pansos!

Apa itu Pansos?

Seperti yang telah diwartakan sebelumnya dalam situs web resmi Universitas Indonesia (28/09), Pansos adalah platform media sosial yang berfungsi sebagai wadah perkenalan bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer dengan kakak tingkat dan teman-teman seangkatannya. Pansos adalah aplikasi berbasis web yang diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2021, dalam rangka kegiatan Pembinaan Mahasiswa Baru (PMB).

Pansos dibuat menggunakan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan model machine learning. Oleh karena itu, pengguna-pengguna Pansos dapat terhubung melalui matchmaking system berdasarkan minat atau interest. “Jadi di Pansos ini kita menggunakan sistem artificial intelligence untuk membantu temen-temen dapet kenalan sesuai dengan preferensi. Misalnya, kamu suka ngumpulin tugas dan suka banget anime atau suka Korean Pop gitu. Jadi, nanti kita secara algoritma bisa me-matchingin kamu dengan teman-teman yang kira-kira kamu seneng temenan bareng, gitu. Dan itu ide utama dari Pansos," ujar Jonathan Filbert, Managing Director RISTEK UI, yang menjadi salah satu pengembang aplikasi ini. Setelah pengguna terhubung dengan pengguna lainnya melalui Pansos, nantinya mereka juga dapat berkenalan lebih lanjut melalui platform-platform media sosial yang lain, seperti Instagram dan Line.

Menurut Jonathan, yang mendasari pembuatan aplikasi ini adalah budaya kenalan, yang terbagi menjadi dua kegiatan, yaitu “mengenal angkatan” dan “mengenal mahasiswa”. Budaya ini telah bertahun-tahun dilaksanakan dalam kegiatan PMB Fasilkom UI. Keduanya bertujuan untuk membantu mahasiswa baru mengenal dan berteman dengan teman-teman angkatan dan kakak-kakak tingkatnya. Dalam “mengenal angkatan”, mahasiswa baru diarahkan untuk untuk berkenalan dan mencatat informasi-informasi mengenai teman-teman angkatannya. Sementara itu, dalam “mengenal mahasiswa”, mahasiswa baru diarahkan untuk berkenalan dan mencatat informasi mengenai kakak-kakak tingkatnya dan alumni.

Akan tetapi, kegiatan “mengenal angkatan” dan “mengenal mahasiswa” sulit untuk dilaksanakan secara online di tengah pandemi. Oleh karena itu, RISTEK UI bersama dengan panitia PMB menghadirkan aplikasi yang dapat membantu mahasiswa baru untuk mencari kenalan dan berteman. Pada akhirnya, lahirlah aplikasi Pansos ini. Pertanyaannya, bagaimana aplikasi ini beroperasi?

Cara Kerja Pansos

Pansos dapat diakses melalui situs web PMB Fasilkom UI, yaitu melalui alamat web pmb.cs.ui.ac.id. Pansos hanya dapat diakses oleh mahasiswa Fasilkom UI, khususnya mahasiswa baru. Meskipun demikian, mahasiswa-mahasiswa Fasilkom yang lebih senior juga dapat mengakses Pansos.

Untuk mengakses Pansos, mahasiswa Fasilkom diharuskan untuk melakukan login melalui SSO (single sign-on) UI. Setelah berhasil login, mahasiswa Fasilkom akan diarahkan kepada laman untuk membuat profil. Pada laman ini, terdapat sejumlah informasi yang harus diisi, seperti nama, foto profil, nickname atau nama panggilan, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, jurusan, angkatan, asal sekolah, ID Line, username Instagram, dan bio atau deskripsi singkat mengenai diri sendiri.

Setelah itu, mahasiswa Fasilkom akan diarahkan untuk mengisi interest atau preferensi. Menurut Jonathan, interest adalah inti dari Pansos. “Interest ini adalah inti dari engine-nya Pansos,” tuturnya. “Jadi kalian bisa isi, misalkan kalian itu interest-nya sepak bola, atau K-Pop, atau Genshin Impact, kalian bisa isi di sini. Setelah udah jadi interest-nya, kalian bisa masuk ke platform aslinya.”

Seperti pernyataan Jonathan, setelah mahasiswa Fasilkom membuat profil dan mengisi interest, mereka dapat sepenuhnya mengakses Pansos. Melalui Pansos, mahasiswa Fasilkom, khususnya mahasiswa baru, dapat melihat announcement atau pengumuman yang berkaitan dengan PMB, menerima tugas PMB, mengumpulkan tugas PMB, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan PMB. Selain itu, mahasiswa baru dan mahasiswa-mahasiswa senior dapat saling berkenalan. Nantinya, akan ditampilkan daftar profil mahasiswa dengan interest atau preferensi yang sama. Setelah itu, mahasiswa baru dan mahasiswa senior dapat saling mengunjungi profil dan mengirim permintaan untuk berteman.

Hingga kini, menurut Jonathan, Pansos telah mewadahi ribuan interaksi antarmahasiswa Fasilkom UI. “Kalo kita mau ngomong angka, itu udah banyak ya. Kita udah punya puluhan ribu users sekarang. Total algoritma kita udah 50.000 interactions,” tutur Jonathan. Selain itu, menurutnya, Pansos juga meruntuhkan penghalang yang membatasi dalam berinteraksi. “Biasanya dari awal banyak circle-circle gitu, kan. Biasanya anak SMA ini deketnya sama anak SMA ini, paguyuban ini deketnya sama paguyuban ini, gitu. Yang terjadi di Pansos adalah, kita bener-bener break all of the circles. Kita break all of the barrier, sehingga orang dari manapun itu kita match. Kita kasih tunjuk, kira-kira lu bakal interest sama orang ini. Sehingga bisa kita lihat sekarang kalau di Fasilkom sendiri bisa terjadi 50.000 interaksi in just one month," ujarnya.

Dukungan dari Pihak Fakultas

Untuk dapat mengembangkan suatu aplikasi web seperti Pansos ini, tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Terkait ini, Jonathan menuturkan bahwa RISTEK sendiri merupakan organisasi independen di bawah Fasilkom UI. Meskipun begitu, RISTEK tidak mendapatkan dukungan langsung dari pihak fakultas, melainkan sebatas melakukan kolaborasi bersama dengan pihak fakultas untuk mengembangkan website dan semacamnya. Jonathan mengaku bahwa RISTEK tetap mendapatkan dukungan finansial, tetapi dukungan ini kurang mencukupi seluruh kegiatan RISTEK. Oleh karena itu, segala pengembangan produk dari RISTEK lebih mengandalkan dukungan dari pihak-pihak eksternal. “Tapi kalau untuk pengembangan produk-produk kita sendiri, seperti contohnya pada saat kita jalan lomba, pada saat kita bikin produk, dan yang lain-lain, itu lebih rely ke partner-partner kami,” jelasnya.

Tanggapan dari Maba

Meskipun pada prinsipnya ditujukan untuk pemenuhan tugas PMB semata, namun kenyataannya para mahasiswa baru juga turut terbantu dengan kehadiran Pansos, terutama untuk mencari kenalan. Berdasarkan pengalamannya, mahasiswa baru Fasilkom UI, Mario, berpendapat bahwa Pansos memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah ia merasa lebih terbuka untuk berkenalan dengan teman seangkatannya maupun kakak tingkat. “Kaya, kita tuh jadi terbuka gitu kan, beda banget sama kalau sosial medianya lewat media privat, seperti Line atau Whatsapp gitu, kan kita kadang kalau mau kenalan sama temen kita atau kating kadang mikir-mikir ya,” tutur Mario, “Jadi karena sosial media (Pansos—red) itu diciptain buat kenalan, kita ngerasa itu lebih terbuka antarsesama maba dan antarsesama angkatan, gitu,” tambahnya. Selain itu, fitur Pansos yang menyesuaikan interest penggunanya dalam berkenalan juga turut menjadi nilai tambah. “Kita jadi bisa kenal sama orang-orang yang memiliki interest sama kayak kita, jadi kita bisa lebih jauh tau, mau dari kating atau temen sebaya gitu,” jelas Mario, “Kita nggak salah sasaran untuk nanyain hal yang mungkin bukan minatnya,” lengkapnya.

Tidak hanya Mario, Rania yang juga merupakan mahasiswa baru Fasilkom UI merasakan hal yang sama. Bahkan, setelah saling berteman di Pansos, ia melanjutkan perkenalannya dengan teman seangkatan dan beberapa kakak tingkat. “Soalnya di situ kan ada tulisan Class of-nya gitu, jadi kita tau yang mana yang kating yang mana yang bukan. Terus dari situ kita nge-like-like-in. Kating juga ada yang nge-chat kita lewat ini, gara-gara Pansos ini,” cerita Rania. Ketika berlanjut mengobrol pun, Rania berpendapat bahwa fitur yang ada di Pansos memudahkannya dalam proses tersebut. “Terus kan di situ juga ada topik-topik gitu, jadi kita nggak harus mikirin topik baru untuk ngobrol sama yang lain, jadi kita bisa deket sama mereka dengan topik yang udah disajiin itu,” ungkapnya.

Namun, terlepas dari kelebihannya, Pansos sebagai aplikasi yang baru berkembang juga memiliki kekurangannya tersendiri. “Terus kalau kekurangannya menurut aku, nggak ada in-website gitu chat-nya. Nanti chat-nya harus ke Line lagi gitu,” papar Rania, “terus sama ini sih, nggak bisa nge-search nama, jadi kita nggak bisa nge-search nama orang yang kita mau. Sebenernya bisa, tapi harus tau username-nya gitu,” tambahnya.

Selain itu, baik Rania dan Mario, sama-sama mengalami kesulitan yang sama, yaitu apabila halaman Pansos ter-refresh, data-data yang sudah ditulisnya untuk berkenalan tidak tersimpan. “Kadang kita di Pansos ini kan ada tugas untuk ngisi yang topik-topik tadi, kan. Nah kadang kalo ke-refresh tuh jadi hilang semua data-data yang udah kita tulis,” jelas Rania.

“Iya, bener banget itu. Apalagi kalau ke-refresh itu pertanyaannya bakal beda gitu, jadi harus ngulang banyak. Padahal kita udah kenalan, kan. Niatnya kan emang kenalan, tapi jadi makin lama. Padahal itu ada kayak batas, karena bertabrakan sama tugas PMB, jadi ada batas minimal dan deadline-nya,” timpal Mario. Walaupun begitu, keduanya memaklumi segala keterbatasan yang terjadi mengingat aplikasi ini yang baru dikembangkan.

Bagaimana Keberlanjutan dari Pansos?

Setelah berakhirnya PMB Fasilkom UI, sejatinya Pansos sudah tidak digunakan lagi karena telah menyelesaikan tugasnya, yakni untuk mempermudah para mahasiswa baru Fasilkom untuk memenuhi tugas mencari kenalan. Selain karena hal tersebut, berdasarkan penuturan Nabiel, aplikasi Pansos tidak diaktifkan lagi juga ditujukan untuk efektivitas dana, mengingat pengelolaan website membutuhkan modal yang cukup besar.

Hal serupa juga diutarakan oleh Jonathan. Pansos yang diciptakan oleh RISTEK ini memang ditujukan untuk pelaksanaan PMB Fasilkom UI pada tahun ini saja. Namun, menurut Jonathan, machine learning yang digunakan di Pansos ini dapat terus digunakan untuk ke depannya. “Untuk PMB, kelanjutannya adalah mungkin platform-nya bakal berganti ya karena PMB ini kan acara tahunan sebenarnya. Jadi yang punya visi tahun depan, mungkin beda dengan visi yang kita punya sekarang,” ungkap Jonathan, “tapi yang kita pastikan adalah machine learning, algorithm kita akan terus jalan. Jadi konsep menggunakan machine learning untuk membantu kenalan itu bakal tetap ada, tapi bentuknya apa, itu mungkin tahun depan,” tegasnya.

Terlepas dari hal-hal tersebut, Rania dan Mario memiliki harapan tersendiri bagi Pansos untuk ke depannya. “Menurutku yang tadi sih, jadi di website-nya juga bisa buat ngobrol mungkin, sama nge-search nama, atau nge-search interest juga bisa,” tegas Rania. Sementara itu, Mario berharap agar aplikasi Pansos ini juga dapat digunakan tidak hanya oleh mahasiswa Fasilkom, melainkan juga mahasiswa dari fakultas lain.

“Kalau menurutku pribadi, bakal seneng sih kalau layanan dari Fasilkom bisa keluar dari sini kaya mungkin diterapin di fakultas lain atau tempat lain,” harap Mario, “dan justru itu yang bikin ada feedback buat manajemen sistemnya itu berkembang lebih jauh dan menurutku itu keren sih kalau bisa digunakan gak cuma di Fasilkom aja,” lengkapnya.

Terkait pemakaian di luar Fasilkom, Jonathan mengutarakan bahwa pihak RISTEK sendiri sebelumnya juga sering bekerja sama dengan organisasi maupun fakultas di luar Fasilkom. Untuk konsep dari Pansos sendiri, Jonathan tidak menutup kemungkinan dilakukannya kerja sama apabila memang terdapat fakultas yang juga tertarik. “Mungkin kalau ada fakultas di luar sana tertarik untuk menggunakan machine learning, untuk membantu maba-nya dalam berkenalan, dalam berinteraksi dalam pengenalan mahasiswa baru atau orientasi, feel free to reach out, kita sangat open to collaborations,” tutupnya.

Teks: Ninda Maghfira, Olivia Chairinnisa Suyono

Kontributor: Rahayu Zahra

Foto: Istimewa

Editor: Giovanni Alvita Diera

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Referensi:
Universitas Indonesia. (2021, September 28). “Pansos”, Platform Media Sosial Mahasiswa Fasilkom UI. Universitas Indonesia.ac.id. Diakses melalui https://www.ui.ac.id/pansos-platform-media-sosial-mahasiswa-fasilkom-ui/