
Universitas Indonesia (UI) melangsungkan Wisuda Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 Program Sarjana dan Pascasarjana pada Jumat (21/8) dan Sabtu (22/8). Sebanyak 10.329 lulusan mengikuti rangkaian acara dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp1.100.000 per individu.
Dalam penyelenggaraanya, sejumlah wisudawan menilai biaya yang dikeluarkan belum sebanding dengan fasilitas yang diterima. Salah satunya Zhafira Azzahra dari Program Studi Hubungan Masyarakat Sekolah Vokasi angkatan 2023 mengungkapkan bila fasilitas konsumsi yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
“Biaya 1,1 juta rupiah ini tergolong cukup mahal karena manfaat yang kami dapatkan hanya berupa konsumsi roti. Selain itu, alur manajemen di pintu masuk juga kurang terarah sehingga memicu penumpukan antrean,” ucap Zhafira saat diwawancarai oleh Suara Mahasiswa UI (22/8).
Ia mengaku dirinya terdampak kemacetan akibat ditutupnya sejumlah portal di sekitar kampus, sehingga tidak dapat mengikuti prosesi secara langsung dari dalam Balairung.
Selain akses, Zhafira juga menyoroti pengadaan toga yang dinilai tidak teratur. Ia menyebut harus menunggu dari pukul 11.00 hingga 16.00 WIB saat pembagian toga karena stok yang tersedia telah habis. Kondisi itu membuatnya harus mengorbankan waktu kerja.
Keluhan lain disampaikan oleh Kyla Natasha dari Fakultas Hukum (FH) angkatan 2022. Ia menganggap aturan keluar-masuk Balairung tidak dilakukan secara konsisten, sehingga menimbulkan perlakuan berbeda antarwisudawan.
"Banyak rekan saya yang diizinkan untuk tidak mengikuti prosesi dan memilih berfoto di luar terlebih dahulu. Namun, bagi wisudawan yang tertib berada di dalam, saat hendak ke toilet justru dipersulit karena keinginan ingin meninggalkan acara. Ketika kloter yang diperintahkan ini selesai mengikuti wisuda dan ingin berfoto, area foto sudah dikuasai oleh mereka yang sejak awal tidak mengikuti prosesi," ungkap Kyla.
Menurut Kyla, ketidakkonsistenan itu juga berdampak pada kesempatan wisudawan untuk berfoto setelah proses. Ia mengatakan area foto telah diisi oleh wisudawan yang sebelumnya tidak mengikuti prosesi di dalam Balairung.
Ia juga menyoroti akses orang tua wisudawan menuju tribun. Ia menyebut sejumlah orang tidak masuk meski masih terdapat kursi yang kosong. “Orang tua dari beberapa teman saya tidak diizinkan masuk ke area tribun. Padahal mereka sudah bersiap sejak pukul 11.00 WIB dan kapasitas tribun di dalam pun masih banyak yang kosong hingga acara selesai.”
Sementara itu, Farrel, wisudawan Teknik Metalurgi dan Material angkatan 2022, juga menyayangkan keterbatasan pandangan orang tua selama prosesi berlangsung. Menurutnya, kondisi tribun membuat sebagian orang tua tidak dapat menyaksikan acara secara optimal.
“Sangat memalukan bagi orang tua yang sudah datang dari jauh, tetapi sudut pandang mereka untuk menyaksikan anak-anaknya hanya terbatas di area sayap kanan dan kiri tribun,” ujar Farrel.
Kegiatan wisuda pada hari pertama diikuti oleh Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Farmasi (FF), Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Sementara itu, hari kedua diikuti oleh Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), dan Sekolah Vokasi.
Teks: Siti Ananda Khumairo
Editor: 'Izza Billah
Foto: Siti Ananda Khumairo
Desain: Syahidah Nururrahmah
Suara Mahasiswa UI 2026
Mandiri, Lugas, dan Berkualitas!
Teks
Editor
Foto
Desain