
Tuberculosis atau TBC merupakan penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri M. tuberculosis juga dapat menyerang organ lain di luar paru—keadaan ini disebut dengan TBC ekstra paru. Organ-organ yang dapat terinfeksi, antara lain kelenjar limpa, selaput otak, tulang, sendi, saluran genitourinari, kulit, organ-organ intra-abdomen, dan perikardium. Indonesia sendiri menempati urutan ketiga dengan kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India dan Tiongkok. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami TBC, sehingga tidak sedikit stigma masyarakat yang salah mengenai penyakit tersebut.
Hal tersebut karena masyarakat menganggap TBC dapat menular melalui kontak fisik, sehingga masyarakat cenderung menghindari pasien TBC. Akibatnya, pasien TBC menjadi terasingkan dari sosial, bahkan keluarganya sendiri. Stigma tersebut salah karena TBC merupakan penyakit yang menular melalui udara, dimana transmisinya terjadi apabila seseorang menghirup droplet yang dikeluarkan pasien TBC ketika batuk, berbicara, bernyanyi atau bersin. TBC tidak menular melalui kontak fisik seperti berpelukan, bersalaman, maupun berbagai makanan dan minuman. Penyebaran infeksi TBC dapat dicegah dengan penggunaan masker. Stigma lainnya ialah masyarakat menganggap bahwa TBC merupakan penyakit yang dialami oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Stigma ini mungkin muncul karena TBC sering dialami oleh orang-orang yang tinggal di lingkungan padat. Namun pada dasarnya, bakteri M. tuberculosistumbuh di tempat yang lembab tanpa paparan sinar matahari sehingga M. tuberculosis dapat menyerang siapa saja.
Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, masyarakat banyak yang sulit membedakan gejala dari TBC dan Covid-19. TBC biasanya ditandai dengan adanya batuk berdahak kronik lebih dari 14 hari, terkadang disertai dengan bercak darah, demam kurang dari 38 derajat Celsius, penurunan berat badan, sesak napas, dan bekeringat di malam hari. Sedangkan Covid-19 memiliki gejala onset akut kurang dari 14 hari, demam yang lebih dari 38 derajat Celsius, batuk kering, nyeri sendi, pilek, nyeri kepala, serta mengalami gangguan pengecapan dan penciuman. Perbedaan lainnya terletak pada pengobatannya. Covid-19 saat ini belum ada obat spesifik yang dapat menyembuhkannya. Sedangkan, TBC sudah memiliki regimen pengobatan serta dapat diakses secara gratis. TBC juga bukan menjadi penyakit bawaan yang dapat menjadi komorbit ketika seseorang terjangkit Covid-19. Menurut data, hanya 19 orang penderita TBC yang terkena Covid-19.
Pengobatan TBC diberikan selama 6-8 bulan dan perlu diminum secara teratur sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Sebaiknya, obat TBC dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Pengobatan TBC dibagi menjadi tahap awal dan tahap lanjutan. Tahap awal dilakukan selama 2 atau 3 bulan dengan mengonsumsi obat setiap hari. Tahap lanjutan dilakukan selama 4 atau 5 bulan dengan mengonsumsi obat sebanyak 3 kali seminggu. Pasien yang tidak patuh minum obat dapat menjadi resisten terhadap Obat Anti TB (OAT) dan menjadi multiple drug resistance TB (MDR TB). MDR TB dapat dicegah dengan mengonsumsi semua obat yang diresepkan, tidak ada dosis yang terlewat, pengobatan tidak berhenti lebih awal, apabila ingin berpergian telah dipastikan persediaan obat mencukupi.
TBC dapat dicegah dengan beberapa cara, yaitu vaksin, early diagnosis and case finding, menjaga lingkungan, dan sistem imun yang optimal. Vaksin untuk mencegah TBC adalah vaksin BCG yang sudah digunakan sejak tahun 1921. Di Indonesia, vaksin BCG termasuk dalam vaksin yang wajib diberikan pada bayi dengan usia kurang dari 1 bulan. Selain vaksin, diagnosis yang cepat diperlukan untuk mencegah penyebaran TB. Salah satu cara dalam mendiagnosis dengan cepat TBC adalah dengan contact tracing. Menjaga lingkungan juga penting dalam mencegah TBC. Menjaga lingkungan yang dimaksud dapat dilakukan dengan cara menjaga ventilasi rumah dengan baik—karena M. tuberculosis dapat bertahan beberapa jam dalam ruangan yang tidak memiliki ventilasi—memastikan rumah mendapat paparan sinar matahari yang cukup karena cahaya UV dari sinar matahari dapat membunuh bakteri TBC, dan higienitas yang baik dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
TBC juga erat kaitannya dengan sistem imun. Oleh karena itu, penting untuk menjaga sistem imun tetap optimal karena infeksi M. tuberculosis dapat berkembang menjadi penyakit TBC apabila sistem imun manusia kurang baik. Dalam kondisi sistem imun yang optimal, bakteri M. tuberculosis akan dorman atau inaktif dan tidak membuat manusia menjadi sakit. Aktivitas yang dapat dilakukan untuk menjaga sistem imun tetap optimal antara lain tidak merokok, makan sayur dan buah, olah raga dengan teratur, menjaga berat badan tetap optimal, tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan, tidur yang cukup, sering mencuci tangan untuk menghindari infeksi, dan memininalisasi stres.
Untuk mengatasi permasalah TBC di Indoensia, pemerintah menetapkan program Penanggulangan TB Nasional, dengan target 2050 Indonesia telah bebas dari TBC. Dalam program ini, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota menetapkan target Penanggulangan TBC tingkat daerah dengan didasarkan target nasional dan memperhatikan Strategi Nasional, yang meliputi:
Teks: Syafarrani Arma
Foto: CIMSA
Editor: Nada Salsabila
Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Referensi
CDC. Get the Facts About Tuberculosis Disease [Internet]. USA: Centers for Disease Control and Prevention; [Cited 2021 May 21]. Available from: https://www.cdc.gov/tb/publications/pamphlets/tb_disease_en_rev.pdf
Soemarno M, Findi M. Stigma Pasien Tbc Di Tengah Masyarakat [Internet]. Indonesia: Yayasan KNCV Indonesia; 2018 [Cited 2021 May 21]. Available from: https://yki4tbc.org/news-default/239-stigma-pasien-tbc-di-tengah-masyarakat.html
CDC. How TB Spreads [Internet]. USA: Centers for Disease Control and Prevention; 2016 [Cited 2021 May 21]. Available from: https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/howtbspreads.htm
Horne DJ, Narita M, Hassoun A. Extrapulmonary tuberculosis [Internet]. UK: BMJ; 2020 [uodated 2021 Apr 21; cited 2021 May 21]. Available from: https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/166
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional. Waspada tuberculosis di tengah pandemi, ini perbedaan dengan covid-19 [Internet]. Jakarta: KPCPEN; 2020 Jul 7 [Cited 2021 May 21]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
TB Alert. Prevention [Internet]. UK: TB Alert; [Cited 2021 May 21]. Available from: https://www.tbalert.org/about-tb/what-is-tb/prevention/
Harvard Medical School. How to boost your immune system [Internet]. Boston: Harvard Health Publishing; 2021 Jan 15 [Cited 2021 May 21]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system
Kontributor