
“Mau naik Transjakarta, tapi ramai. Mau naik KRL, stasiunnya jauh dari rumah. Mau naik ojek daring, berat di dompet. Tapi juga gak punya kendaraan pribadi. Apa jalan kaki aja ya?”
Berikut adalah beberapa pertimbangan yang muncul di kepala mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sebelum menentukan moda transportasinya menuju kampus. Tiap berangkat dan kembali dari kampus, mahasiswa UI harus dibingungkan dengan banyaknya pilihan moda transportasi yang ada. Lantas, pilihan moda transportasi apa yang menjadi primadona bagi mahasiswa UI?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Tim Penelitian dan Pengembangan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (Litbang Suma UI), kemudian melakukan riset melalui metode survei kepada 118 mahasiswa Universitas Indonesia. Survei ini bertujuan untuk mencari tahu moda transportasi apa saja yang menjadi pilihan mahasiswa UI.
Apakah mahasiswa UI memiliki minat terhadap moda transportasi massal?
Survei yang dilakukan oleh Tim Litbang Suma UI kepada 118 mahasiswa UI menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (36,85%) memanfaatkan KRL Commuter Line sebagai moda transportasi menuju kampus. Sementara itu, peringkat kedua diikuti dengan memilih untuk berjalan kaki (27,35%), memilih mengendarai motor pribadi (11,97%), ojek daring (9,40%), menggunakan Bikun (6,84%), menggunakan mobil (4,27%), menggunakan transjakarta (2,56%) dan angkot (0,85%).

Beberapa moda transportasi yang dipilih oleh mahasiswa tentunya menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Bagi mahasiswa yang memilih berjalan kaki, kebanyakan adalah mahasiswa yang tinggal di indekos sekitar UI, misalnya Kutek, Barel, dan Pocin. Sementara untuk penggunaan Bis Kuning (Bikun), seringkali digunakan oleh banyak mahasiswa untuk mobilisasi dalam kampus. Selain itu, Bikun juga digunakan mahasiswa yang tinggal di asrama UI sebagai transportasi utama menuju fakultas masing-masing.
Mahasiswi UI lebih banyak menggunakan ojek daring dan Bis Kuning
Terdapat sebuah perbandingan yang cukup kontras antara gender perempuan dan laki-laki dalam penggunaan ojek daring dan Bikun. Perempuan dijelaskan dalam data 11 kali lebih memilih menggunakan ojek daring dan 8 kali lebih memilih menggunakan Bikun dibandingkan dengan laki-laki.

Menuju UI yang lebih akomodatif terhadap pengguna transportasi umum
Dapat disimpulkan bahwa transportasi umum merupakan penunjang utama mahasiswa menuju dan pulang dari kampus. Fakta bahwa sebagian besar mahasiswa UI mengandalkan transportasi umum dapat menjadi dorongan bagi pihak kampus untuk meningkatkan kualitas layanan transportasinya. Akomodasi dan peningkatan kualitas jaringan transportasi umum di UI tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa cara, misalnya dengan menambahkan dan meremajakan armada Bikun, atau dengan memperluas jaringan transportasi umum lainnya menuju kampus.
Peningkatan kualitas transportasi umum tidak hanya memberikan kenyamanan bagi mahasiswa saat melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menjadi cerminan wujud nyata dan komitmen UI untuk memenuhi kebutuhan mahasiswanya dalam menimba ilmu.
Teks: Jolin Charis Zeng
Editor: Dita Pratiwi
Data: Jolin Charis Zeng, Zain Julia Khalda, Qaulan M. Indra
Visualisasi Data: Qaulan M. Indra
Foto: Republika
Suara Mahasiswa UI 2024
Independen, Lugas, dan Berkualitas!