Logo Suma

Dua Hari Menuju Pemilu, Aliansi BEM se-UI dan MWA UI UM Tegaskan Pernyataan Sikap

Redaksi Suara Mahasiswa · 12 Februari 2024
3 menit

Sehubungan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan berlangsung dalam dua hari lagi, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) dan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) menegaskan pernyataan sikapnya terkait Pemilu 2024. Serentak berdiri di Pelataran Gedung Rektorat UI, perwakilan BEM se-UI dan MWA UI UM bergantian membacakan pernyataan sikap yang bertajuk “Mendorong Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang Netral dan Demokratis” pada Senin (12/2).

Selaku Ketua BEM UI 2024 dan Koordinator Pernyataan Sikap, Verrel Uziel menjadi perwakilan utama yang membuka pembacaan pernyataan sikap tersebut. Dalam pembukaannya, Verrel menjelaskan makna dan gambaran sesungguhnya dari Pemilu dan membandingkannya dengan Pemilu 2024.

“Pada dasarnya, pemilu mencerminkan esensi demokrasi, di mana rakyat berhak memilih sosok yang pantas menahkodai negeri dan menentukan arah masa depan bangsa ini. Akan tetapi, alih-alih menjadi ajang pesta demokrasi rakyat yang disambut dengan semarak, Pemilu 2024 justru menjadi medan pertarungan elite politik yang meminggirkan dan menjadikan rakyat sebagai komoditas politik semata,” ungkap Verrel dalam pembukaannya.

Lebih lanjut, perwakilan BEM se-UI dan MWA UI UM juga menjabarkan sejumlah fenomena yang mengarah pada pencederaan demokrasi dan konstitusi selama masa Pemilu 2024, mulai dari pelanggaran etik oleh Mahkamah Konstitusi (MK), keberpihakan Presiden Jokowi dan menteri-menterinya kepada pasangan calon tertentu, pelanggaran etik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), politisasi kebijakan-kebijakan populis oleh pemerintah, kasus tercoblosnya surat suara sebelum 14 Februari 2024, hingga politik identitas.

“Hal ini tentu menyalahi asas jujur dan adil yang seharusnya menjadi pedoman pelaksanaan pemilu,” tambahnya dengan penekanan pada kedua asas tersebut.

Setelah itu, aliansi BEM se-UI dan MWA UI UM menyampaikan enam pernyataan sikap mereka, yaitu:

  1. Menyayangkan sikap Presiden Jokowi dan para pejabat negara aktif lainnya yang menunjukkan keberpihakannya serta menggunakan fasilitas negara kepada pihak tertentu pada Pemilu 2024.
  2. Menuntut seluruh pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan oleh KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta berpedoman pada asas luber jurdil (langsung, umum, bebas, dan rahasia; jujur dan adil).
  3. Menuntut KPU dan Bawaslu untuk memiliki integritas dalam menindak segala bentuk kecurangan secara tegas dan tidak tebang pilih sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. Mengecam segala bentuk tindakan represif dan intimidatif yang mempersempit ruang demokrasi.
  5. Mendesak pemenuhan kesejahteraan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada penyelenggaraan Pemilu 2024.
  6. Aliansi BEM se-UI bertekad untuk mengawal jalannya sisa rangkaian Pemilu 2024.

Dalam wawancara dengan Suara Mahasiswa UI seusai pembacaan pernyataan sikap, Verrel mengungkapkan keprihatinan BEM UI terhadap dinamika politik yang terjadi saat ini. Menurutnya, adanya narasi-narasi perpecahan dan pihak-pihak yang ingin menang sendiri selama masa Pemilu 2024 telah berhasil mengubah esensi demokrasi; rakyat tidak lagi menjadi pemeran utama melainkan sekadar penonton semata. BEM UI juga sangat tidak membenarkan berbagai tindakan kecurangan yang terjadi hingga saat ini. Oleh karena itu, kedua aliansi tersebut mengadakan pernyataan sikap sebagai bentuk tanggapan mereka. Selain itu, BEM UI juga akan melakukan berbagai hal nyata untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang demokratis sebagaimana pernyataan sikap mereka.

“BEM UI berencana untuk menyusun suatu cara (untuk mendorong Pemilu 2024 yang luber jurdil), yaitu membuka posko pengaduan kecurangan. Kemudian juga akan berusaha mengawal proses Pemilu, bukan hanya (saat) pemungutan suara, tetapi juga (saat) sengketa pemilu nantinya. Jadi, itulah langkah-langkah konkret, di samping, seruan kepada civitas academica Universitas Indonesia untuk hadir langsung ke TPS; mengawasi segala bentuk kecurangan yang terjadi. Ditambah juga banyak kerja sama dengan pihak-pihak luar yang mendukung jalannya pemilu ini (agar) bebas dari kecurangan,” jelas Verrel.

“Tentu. Tentu ada kemungkinan BEM UI untuk turun ke jalan, apalagi ketika tuntutan-tuntutan yang sudah ada, bukan hanya tuntutan yang disampaikan (oleh) BEM UI yang tidak didengarkan. Maka, rasanya, satu-satunya jalan, yaitu dengan turun ke jalan (untuk) menyuarakan aspirasi dan merebut kemenangan itu sendiri,” tambah Verrel.

Sebagai penutup, Verrel berpesan agar seluruh mahasiswa dapat tetap peduli dan tetap kritis karena Pemilu 2024 membutuhkan partisipasi aktif dari semua belah pihak, terutama mahasiswa. “Kalau bukan kita, siapa lagi?” tutupnya.

Teks: Alia Fatika Santosa

Editor: Jesica Dominiq M.

Foto dan Kontributor: Cho Yonggi


Pers Suara Mahasiswa UI 2024

Independen, Lugas, dan Berkualitas!