Logo Suma

Eksplorasi BEM FIB UI 2023, Pasangan Calon Bawa Kekerasan Seksual ke Dalam Isu Prioritas

Redaksi Suara Mahasiswa · 5 Desember 2022
3 menit · - kali dibaca
Eksplorasi BEM FIB UI 2023, Pasangan Calon Bawa Kekerasan Seksual ke Dalam Isu Prioritas

Pada Sabtu (03/12) pagi lalu, Panitia Pemira Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (IKM FIB UI) menyelenggarakan Eksplorasi Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UI 2023. Ajang perkenalan ini menandakan telah dimulainya rangkaian pesta demokrasi tingkat FIB UI.

Seperti tahun sebelumnya, Pemira FIB UI tahun ini hanya diisi oleh satu bakal pasangan calon (paslon), yakni Muhammad Akmal Buchori, Mahasiswa Sastra Arab angkatan 2020 dan Ananda Putri Aprilia, Mahasiswa Sastra Rusia angkatan 2020. Eksplorasi sang paslon tunggal dikawal oleh dua orang panelis yakni Muhammad Husni selaku Ketua BEM FIB UI 2021 dan Idham Akbar selaku Ketua BEM FIB 2020.

Paslon tunggal ini membawa empat nilai, yakni progresif, relevan, inklusif, dan kolaboratif dalam kampanyenya. Khusus dalam nilai inklusif dan kolaboratif, paslon Akmal-April bermaksud untuk memperluas sinergi dengan seluruh lembaga mahasiswa di lingkungan FIB UI.

“Pastinya karena kami ingin BEM FIB UI lebih baik dari kepengurusan sebelum-sebelumnya dan ingin BEM FIB UI memiliki kebermanfaatan dan dampak yang nyata bagi IKM FIB UI,” tutur Akmal saat diwawancarai oleh reporter Suara Mahasiswa UI.

Untuk mewadahi visi kolaborasi, Akmal-April mencanangkan kembalinya festival budaya sebagai amanat persaudaraan bagi mahasiswa-mahasiswa FIB UI.

“Kami akan mengadakan kembali program Festival Budaya yang dua tahun sempat vakum karena adanya pandemi. Festival Budaya merupakan salah satu program yang diamanatkan oleh ART (Anggaran Rumah Tangga) IKM FIB UI pasal 9 tentang persaudaraan yang dapat menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh elemen yang ada di lingkungan FIB UI.

Saat eksplorasi, sejumlah isu strategis menjadi fokus pemaparan visi misi kerja paslon ini. Di antaranya adalah isu kekerasan seksual, di mana kedua pasang calon menggagas untuk mengubah paradigma fokus kekerasan seksual yaitu bukan hanya penanganan, melainkan juga pencegahan.

“Kami akan mendorong segera diterbitkannya peraturan tentang Kekerasan Seksual bagi seluruh IKM FIB UI serta mendorong dibentuknya Satgas PPKS di lingkungan FIB UI agar FIB dapat menjadi ruang aman dari segala bentuk kekerasan seksual,” tutur Akmal.

Menindaklanjuti pembahasan visi ini dalam sesi tanya-jawab bersama panelis, salah satu pertanyaan yang dilontarkan adalah bagaimana menangani kasus kekerasan seksual yang dilakukan internal BEM sendiri atau bahkan jika pelaku ada di jajaran posisi ketua dan wakil.

Menanggapi pertanyaan panelis, Akmal-April menjawab sesuai standar penanganan kekerasan seksual BEM FIB UI. Kendati demikian, Panelis satu meminta agar pasangan calon juga memperhatikan efek jera pelaku jika sekedar diberhentikan dari organisasi.

Diberhentiin aja nggak cukup. Ibarat lo kasih anjing liar di luar, dia bisa masih bisa ikut organisasi lain dan mungkin bisa menjadi pelaku lagi,” ujar Husni.

Selain itu, Akmal-April juga membahas langkah mereka dalam perbaikan infrastruktur di FIB UI, seperti kerusakan dan kebersihan toilet di FIB UI. Penekanan untuk isu ini akan dilakukan agar kebijakan pembangunan di FIB dapat merata.

Selain dua isu kampus tersebut, paslon ini juga membawa dua isu strategis di level nasional lainnya. Antara lain: diskriminasi sastrawan Lekra dan prolegnas masyarakat hukum adat, Akmal-April menyatakan akan melakukan upaya pencerdasan dan meningkatkan awareness masyarakat FIB UI terkait isu yang menurutnya harus diketahui mahasiswa di fakultas ilmu budaya.

“Kami juga akan mulai berfokus pada kajian-kajian yang berhubungan dengan isu-isu budaya. Kami menilai pemegang kekuasaan eksekutif di tingkat fakultas mulai kehilangan identitas, padahal idealnya BEM FIB UI yang merupakan pemegang kekuasaan eksekutif di Fakultas Ilmu Budaya dapat menjadi pioneer dalam pembahasan isu-isu budaya di tingkat universitas,” ujar Akmal saat wawancara.

Membuka strategi dalam menjaring aspirasi dan kampanye, Akmal menerangkan bahwa selama masa kampanye ini, ia dan pasangan calonnya akan membuka kotak aspirasi untuk IKM FIB UI.

“Nantinya kami akan membuka survei secara berkala guna menampung segala masukan saran serta masukan yang ditujukan untuk perbaikan kinerja BEM FIB UI ke depannya. Kami juga akan mewujudkan BEM FIB UI sebagai wadah terbuka bagi IKM FIB UI untuk turut berkontribusi, seperti dengan membuka open tender untuk posisi kepanitiaan-kepanitiaan program kerja kami,” tutup Akmal.

Rangkaian Pemira IKM FIB UI masih berlangsung dengan bakal calon BEM dan DPM (Dewan Permusyawaratan Mahasiswa) FIB UI yang sama-sama calon tunggal. Hari pemungutan suara dilakukan pada tanggal 6-9 Desember 2022 FIB UI di dua tempat yaitu Kantin Sastra (Kansas) dan Gedung 9 FIB UI.

Teks: Nada Azka Maulida
Editor: Dian Amalia Ariani

Foto: Khansa Aufa (FIB UI)

Pers Suara Mahasiswa UI
Independen, Lugas dan Berkualitas

Tim Penggarap