Logo Suma

Eksplorasi MWA UI UM Vokasi dan RIK: Pertanyakan Program dan Peran MWA Bagi Mahasiswa

Redaksi Suara Mahasiswa · 24 November 2021
3 menit · - kali dibaca
Eksplorasi MWA UI UM Vokasi dan RIK: Pertanyakan Program dan Peran MWA Bagi Mahasiswa

Setelah sebelumnya eksplorasi MWA UI UM dilaksanakan di rumpun Soshum, Selasa (23/11) eksplorasi dilanjutkan pada Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) dan Vokasi. Eksplorasi dimulai dengan pembacaan peraturan bagi para peserta, pembacaan CV calon, lalu dilanjutkan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan evaluasi.

Dimoderatori oleh Ketua DPM Vokasi UI 2021, Renanda Diva Aceriestanti, sesi tanya jawab pun berlangsung. Para peserta eksplorasi diberikan waktu 2 menit untuk bertanya kepada calon tunggal MWA UI UM yaitu Muhammad Taqiyyudin Rosyid, Mahasiswa Antropologi UI angkatan 2018.

Pertanyaan dibuka oleh Misbahus, mahasiswa dari Fakultas Farmasi yang mempertanyakan mengenai seberapa peduli calon terhadap isu kesehatan mental, dan solusi apa yang dapat ditawarkan untuk Fakultas Farmasi, melihat fasilitas untuk kesehatan mental mahasiswanya belum begitu memadai.

Dalam menjawab pertanyaan ini, Rosyid mengatakan bahwa aksi yang akan dilakukannya di dalam menangani masalah kesehatan mental adalah dengan berusaha mengadvokasi secara penuh serta berharap pihak UI akan menambah tenaga ahli serta peer counselor. Ia juga berharap dari pihak UI bisa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat melatih para peer counselor agar dapat memiliki standar yang dibutuhkan.

Action-nya akan berusaha mengadvokasi secara penuh dari bawah ke atas berharap dari UI dapat menambah tenaga ahli dan peer counselor itu sendiri. Selain itu, berharap juga pihak UI bisa membentuk kegiatan-kegiatan yang membantu peer counselor untuk berlatih agar bisa menjadi peer counselor yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan,” tuturnya.

Rosyid menambahkan untuk penanganan masalah kesehatan mental sendiri dirinya akan berkoalisi dengan MWA UI unsur lainnya serta juga akan berdiskusi dengan Dirmawa UI terkait dengan isu tersebut.

Pertanyaan lainnya diajukan oleh Muhammad Raka, mahasiswa Fakultas Farmasi UI. Raka menyampaikan keluh kesah dari para mahasiswa Farmasi terkait dengan biaya UKT program Profesi yang mahal dan naik setiap tahunnya. Ia menanyakan langkah apa yang akan dilakukan oleh Rosyid untuk membantu mahasiswa Farmasi terkait dengan masalah tersebut.

Menjawab pertanyaan Raka, Rosyid mengatakan dirinya akan mengadakan pertemuan dengan mahasiswa Farmasi untuk menjaring aspirasi, serta akan melakukan advokasi. “Tentu aja kita akan bertemu sama teman-teman Farmasi untuk menjaring aspirasi, apa aja, sih, yang dibutuhkan, apa aja, sih, yang diresahkan sama teman-teman Farmasi, yang nantinya akan kita coba bawa untuk diadvokasikan,”

Masih pada term yang sama, Muhammad Raka kembali bertanya seputar peran MWA UI UM di kampus. Menurutnya, dampak yang dirasakan oleh mahasiswa dari adanya MWA UI UM tidak terlalu signifikan. Menanggapi pertanyaan Raka, Rosyid menjawab, “Output-nya itu gak sebentar kalo MWA, gak benar-benar sekarang kita buat hari ini jadi, itu gak bisa, tapi output-nya jangka panjang, jadi bentuknya itu perencanaan, nanti akan ada hasilnya,”

Partisipan lainnya pada Eksplorasi RIK dan Vokasi MWA UI UM datang dari Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2019, Anindya Putra. Sebagai bagian dari IKM RIK, Anindya mengkritisi jawaban Rosyid atas salah satu pertanyaannya mengenai program unggulan dan kajian terhadap isu-isu yang diprioritaskan (Statuta UI, implementasi dari Permendikbud Ristek tentang PPKS oleh UI, serta transparansi pengelolaan keuangan UI).

Bagi Anindya, program unggulan yang Rosyid janjikan terlalu monoton dan kurang memiliki inovasi. Hal ini dikarenakan program unggulan tersebut tidak menjawab permasalahan dengan urgensi yang justru besar, salah satu contoh adalah absennya kehadiran rektor selama dua tahun terakhir.


Selain itu, Anindya juga menganggap fokus Rosyid terhadap kajian yang diprioritaskan memang sudah seharusnya menjadi tugas yang perlu dikerjakan. Anindya berharap Rosyid selaku Calon MWA UI UM dapat melakukan inovasi yang baru dan outstanding.


“Jatuhnya jadi kayak meneruskan tahta doang gitu, loh, meneruskan program kerja tahun ke tahun, sedangkan setiap tahun mempunyai masalah yang berbeda.” ungkap Anindya


Dengan visi menjadikan MWA UI UM sebagai garda terdepan penyampaian aspirasi mahasiswa yang kritis, kompeten serta dekat dengan mahasiswa, Rosyid selaku calon tunggal MWA UI UM 2022 diharapkan dapat mengelaborasikan setiap permasalahan yang ada dengan program kerja yang konkrit serta cakap dalam menangani permasalahan-permasalahan tersebut.


Di akhir eksplorasi Rosyid diperkenankan untuk menyampaikan evaluasi serta pernyataan penutup. Ia berterima kasih kepada para IKM RIK dan Vokasi yang telah memberikan kritisi, saran, serta masukan. Rosyid berharap dapat mengikuti masukan-masukan serta challenge-challenge yang diberikan kepadanya dan bisa membawa MWA UI UM UI ke arah yang lebih baik lagi. Ia juga berharap safari terakhir di hari Rabu (24/11) pada rumpun Saintek dapat lebih masif lagi. (*)

Teks: Muhammad Rifaldy Zelan dan Evangelyn Easter

Foto: Muhammad Rifaldy Zelan

Editor: Giovanni Alvita

Pers Suara Mahasiswa UI 2021

Independen, Lugas, Berkualitas

Tim Penggarap