
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) telah resmi membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (AI). Hal itu disampaikan melalui unggahan di akun Instagram @fasillkomuiofficial pada Selasa, (6/1).
Merujuk pada laman resmi UI, Program Studi AI dicanangkan mulai beroperasi saat penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama pada tahun akademik 2026/2027. Melalui prodi baru ini, Fasilkom UI berfokus untuk mencetak generasi inovator dan profesional AI yang unggul secara teknis, beretika, dan berdaya saing global.
Rencana pembukaan program studi baru pada tahun 2026 dipastikan setelah Senat Akademik UI mengesahkan pendirian Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial, yang diajukan oleh Fasilkom UI pada 3 Oktober 2025 lalu.
Kurikulum program studi ini disusun dengan standar nasional dan internasional dari hasil kolaborasi industri, pemerintah, dan lembaga riset. Hal ini sejalan dengan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2024 untuk mendukung transformasi digital nasional. Mata kuliah yang ditawarkan pun beragam meliputi:
1. Bioinformatika
2. Jejaring Semantik
3. Knowledge-Based AI
4. Logika Komputasional
5. Pembelajaran Mesin (Machine Learning)
6. Penambahan Data (Data Mining)
7. Pengajaran Berbantuan Komputer
8. Pengolahan Bahasa Manusia (Natural Language Processing)
9. Pengolahan Citra dan Multimedia
10. Perolehan Informasi
11. Persamaan Diferensial
12. Robotika
13. Simulasi dan Permodelan
14. Sistem Informasi Geografis
Kehadiran program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan global terhadap sumber daya manusia yang unggul di bidang kecerdasan artifisial. Oleh karena itu, mahasiswa akan disiapkan bekal secara mendalam terkait kemampuan AI modeling, AI system engineering, integritas, dan kesadaran etis untuk membangun teknologi AI yang berpusat pada manusia (human-centric AI).
Respons Mahasiswa UI Soal Prodi AI
Evans selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Kabem) Fasilkom UI, menuturkan bahwa pembukaan Program Studi Kecerdasan Artifisial merupakan langkah strategis dari UI dalam menghadapi pesatnya perkembangan AI di Indonesia, yang kini merambah berbagai sektor, mulai dari industri, pemerintahan, hingga pendidikan.
Ia menilai kebutuhan akan tenaga ahli AI di Indonesia terus meningkat, sehingga pembentukan program studi ini menjadi respons UI terhadap perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan tersebut.
“Saya berharap Program Studi Kecerdasan Artifisial bisa terus berkembang setiap tahunnya. Walaupun kuota mahasiswa yang dibuka saat ini masih terbatas, semoga ke depan bisa bertambah seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan fasilitas pendukungnya,” tulisnya dalam wawancara bersama Suara Mahasiswa UI melalui Line, (7/1).
Lebih lanjut, Evans juga berharap Program Studi ini mampu melahirkan lulusan yang memiliki kesadaran etis dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi kecerdasan artifisial nantinya.
Di sisi lain, Saikhah dari Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024, menuturkan bahwa pembukaan Program Studi Kecerdasan Artifisial memang diperlukan, seiring pesatnya perkembangan teknologi AI yang kini kerap dimanfaatkan oleh mahasiswa, termasuk di lingkungan Fasilkom UI.
“Selama ini, pada Ilmu Komputer, AI dipelajari sebagai bagian dari pengembangan algoritma dan komputasi, sementara pada [Program Studi] Sistem Informasi, AI lebih banyak dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan dan proses bisnis,” tulisnya dalam wawancara bersama Suara Mahasiswa UI melalui WhatsApp, (7/1).
Ia berharap dengan adanya Program Studi Kecerdasan Artifisial di UI dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat mengenai etika serta konteks penerapan AI dalam kehidupan nyata. Selain itu, Saikhah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas program studi, khususnya dengan Program Studi Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, agar pengembangan keilmuan AI di Fasilkom UI dapat saling melengkapi ataupun relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, pembukaan Program Studi Kecerdasan Artifisial di UI juga menuai sorotan publik, khususnya di platform X. Namun, sebagian besar tanggapan publik justru ditujukan pada visual poster yang menyertai pengumuman peresmian program tersebut.
Salah satunya dari akun @xazhurea, yang menuliskan “Gila.. tp posternya kayak.. um.. wajar sih ya prodi baru, masih mengumpulkan uang.” Tak hanya itu, sejumlah pengguna X lainnya juga menuturkan hal serupa, mereka menilai kualitas desain poster belum mencerminkan standar dan identitas institusi pendidikan tinggi, terutama untuk UI. Tampilan poster dinilai kurang menarik dan belum optimal, bahkan dianggap menyerupai desain yang dihasilkan secara otomatis dari AI.
Teks: Vania Shaqila Noorjannah
Editor: Dela Srilestari
Foto: Istimewa
Desain: Kania Puri A. Hermawan
Pers Suara Mahasiswa UI 2025
Lugas, Independen, Berkualitas!