Logo Suma

FESKOM UI 2024: Menggabungkan Budaya dan Teknologi dalam Genggaman

Redaksi Suara Mahasiswa · 16 November 2024
3 menit · - kali dibaca
FESKOM UI 2024: Menggabungkan Budaya dan Teknologi dalam Genggaman

Festival Komunikasi UI atau FESKOM adalah acara yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi (HIMPASKOM) Universitas Indonesia. Tahun ini, FESKOM UI 2024 memiliki tema besar Technoculture: Manusia dalam Mesin’ yang mengangkat perkembangan ekosistem digital dan teknologi dan sikap manusia dalam menghadapinya. Rangkaian acara yang berjalan dari November hingga Oktober ini diisi dengan webinar, kompetisi, workshop, penampilan teater dan band, serta pasar produk lokal.

Sabtu (09/11) lalu, Festival Komunikasi mengadakan talkshow sebagai puncak acara. Terdapat dua sesi yang diangkat, yaitu masa depan ekonomi dalam konteks ekosistem digital dan perilaku konsumen, serta sikap pelaku seni dalam menghadapi gempuran mesin dalam bentuk AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan.

Dominasi Gen Z dan Millennial di Era Digital

Sesi pertama Talkshow FESKOM UI 2024 diisi oleh 4 tokoh dunia perbankan dan teknologi komunikasi Indonesia, Niken Febrina Ernungtyas selaku dosen Ilmu Komunikasi UI, Fahmi Akmal selaku Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Abiwodo selaku Kepala Cabang Bank Negara Indonesia (BNI) UI Depok, dan Artanta Padmadewa selaku Senior Manager Government Solution Group Bank Mandiri.

Sesi pertama membahas mengenai pergeseran pangsa pasar dunia ke generasi yang lebih muda. Mereka menemukan pergeseran tren yang mengharuskan industri perbankan untuk menyesuaikan dengan preferensi anak muda.

“Gen Z, millennial, Y itu sangat mendominasi pasar. Mereka sangat cepat mengaplikasikan teknologi,” jelas Padmadewa.

Mereka menyadari bahwa aplikasi perbankan bukan sekadar sentra transaksi belaka, melainkan harus bisa multiguna untuk melayani pangsa pasar yang lebih luas dan beragam. Seperti contohnya Livin’ by mandiri yang memiliki permainan dalam aplikasinya, sistem poin sebagai hadiah, dan juga berbagai misi untuk anak muda yang cenderung menyukai tantangan atau hal baru. Aplikasi Wondr by BNI juga memiliki fitur pembayaran konser, UKT (Uang Kuliah Tunggal), listrik, voucher game, atau tiket perjalanan.

Definisi Ulang Kata Manusia

Sesi kedua talkshow FESKOM UI 2024 dimoderatori oleh Fira Abdurachman, seorang mahasiswa pascasarjana ilmu komunikasi dan juga jurnalis yang sudah berkecimpung dalam industri jurnalisme dan media selama 20 tahun lamanya. Ia mengemukakan kekhawatirannya akan kemunduran industri jurnalisme yang terpukul karena adanya AI dan sosial media. Ia mengkhawatirkan cita-cita jurnalisme akan terpengaruh kedua aspek tersebut. Talkshow yang mengundang Indah S. Pratidina selaku dosen Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI, Dhini Gilang Prasasti selaku Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik Pemprov Jakarta, Karlina Octaviany selaku Antropolog Digital & AI Advisor FAIR Forward GIZ, Cici Anindhita selaku Co-founder Karyarupa, dan Caroline Damanik selaku Wakil Direktur Pelaksana Kompas.com sebagai narasumber ini berbincang mengenai dunia media dan seni yang sedang mengalami golakan baru.

Karlina Octaviany juga mengemukakan kekhawatiran akan etika dan juga hak asasi manusia dalam dunia daring yang belum dibahas dengan mantap. Ia mencatat ketiadaan perlindungan hukum yang terjadi dalam pengembagan AI, terlebih lagi mengenai hak cipta para seniman yang karyanya digunakan untuk melatih AI, dan juga penggunaan Chat GPT yang merajalela tanpa panduan atau garis batas yang jelas.

Cici Anindhita, Co-founder Karyarupa dan General Secretary ADGI Jakarta, mengaku bahwa ia dan timnya menggunakan AI untuk memotong timeline ketika melakukan preview desain. Sekalipun begitu, ia merasa bahwa AI tidak dapat dijadikan tumpuan untuk berkreasi, mengingat bahwa industri kreatif membutuhkan sentuhan tangan manusia untuk terlahir sempurna.

Budaya Masyarakat DKI dan Indonesia

Komunikasi publik PEMPROV DKI (Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota) Jakarta pernah mendapat penghargaan sebagai tim terbaik se-Indonesia.  Penanggung jawab komunikasi publik DKI Jakarta memiliki tim khusus yang bertugas mengkompilasikan topik terkini Jakarta. Tim ini menggunakan AI untuk melihat topik apa yang ramai dibicarakan oleh warga Jakarta.

Karlina Octaviany, sebagai antropolog digital dan juga penasehat AI, menambahkan bahwa Indonesia memiliki dinamika sosial yang berbeda dari negara lain. Terdapat tantangan budaya yang hanya yang terdapat di Indonesia. Seperti contohnya persebaran energi yang tidak merata di berbagai daerah di Indonesia. Tim yang bertugas melakukan riset dan pengembangan bahasa lokal dalam bentuk AI sebagai sarana arsip dan pelatihan mengalami kendala tersebut. Ketika melakukan penelitian dengan masyarakat Bugis, pemadaman listrik adalah hal yang lumrah dijumpai, sehingga pengumpulan dan pengiriman data sulit dilakukan dengan cepat dan bahkan terlambat. Bali pun, ketika memerlukan kerjasama dengan penutur bahasa asli, tim peneliti kesulitan untuk bertemu dikarenakan banyaknya upacara yang harus mereka pimpin. Kejadian seperti ini adalah bagian dari budaya Indonesia yang akan memengaruhi sistem teknologi yang berkembang.

Fira Abdurachman sebagai moderator menutup talkshow sesi 2 dengan mengingatkan privilese akal sehat manusia yang diberikan oleh Tuhan, menyemangati para hadirin dan dunia jurnalistik serta media untuk tetap semangat agar tidak kalah saing.

Festival Komunikasi UI 2024 mengundang banyak elemen lokal sebagai kontributor. Dengan semangat kolaboratif yang sama, mereka bekerjasama dengan band dan grup musik lokal untuk menutup acara mereka. Penutupan Festival Komunikasi UI 2024 pun ditemani senandung musik dan kilat cahaya gembira.



Tim Penggarap