
Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) menggelar Perayaan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia bertajuk “Manifesto tentang Indonesia Kini dan Esok” di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
“Kumpulan [pemikiran] ini menggodok lagi dan unik juga tanpa kami rancang secara spesifik. Kumpulan sampai jadi 17 bidang yang menjadi policy brief, yang ini semua kami sampaikan. Kami tawarkan untuk seluruh komponen masyarakat untuk bisa menjadi bahan kajian dan petunjuk bagaimana kita akan melangkah dan memperbaiki keresahan yang kita rasakan bersama,” ucap Teddy Prasetyono, Guru Besar Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) sekaligus Ketua Acara, saat membuka kegiatan.
Pemetaan bidang itu mencakup sejumlah sektor rawan krisis, mulai dari sektor ekonomi, hukum dan keadilan, antikorupsi, sistem kepemiluan, kesehatan, pendidikan tinggi, keadilan iklim, tata kelola sumber daya alam, hingga pangan. FIAD menyebut daftar ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui berdasarkan masukan publik serta temuan riset lanjutan.
Para peneliti menyoroti pula sejumlah persoalan yang dinilai menjadi sumber kerentanan di berbagai sektor. Permasalahan itu meliputi kemunduran independensi lembaga peradilan, pemusatan kekuasaan, benturan kepentingan, hingga menguatnya oligarki politik. Mereka memandang kondisi ini berdampak pada pengelolaan anggaran negara serta mempercepat kerusakan ekologis akibat eksplorasi sektor ekstraktif.
Hasil kajian itu kemudian dituangkan dalam naskah Pendirian Intelektual yang dibacakan oleh perwakilan akademisi. Naskah itu memuat seruan untuk merespons melebarnya jarak antara pembuat kebijakan dan realitas masyarakat.
FIAD juga mengkritisi kecenderungan pembentukan hukum yang mempertahankan status quo dan mengabaikan masukan berbasis bukti ilmiah. Untuk memperluas akses masyarakat terhadap hasil kajian, FIAD berkomitmen menerjemahkan riset ke dalam materi yang lebih mudah dipahami.
“Kajian ilmiah yang memuat konsep, metodologi, diagnosis, hingga rekomendasi ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat luas, agar bisa diseminarkan bersama warga di desa hingga perguruan tinggi,” ungkap Sulistyowati Irianto, Guru Besar Fakultas Hukum (FH) UI dan Penanggung Jawab Program FIAD saat sesi diskusi.
Dalam wawancara bersama Suara Mahasiswa (Suma) UI, Dian dari Kriminologi UI angkatan 2025 menyebut manifesto ini dapat menjadi momentum untuk menghimpun lebih banyak mahasiswa dan intelektual agar turut merespons persoalan yang dibahas. Ia juga berharap deklarasi ini tidak berhenti sebagai policy brief saja.
“Manifesto ini bisa jadi wake-up call untuk mahasiswa dan intelektual lain. Namun, kalau cuma berhenti sampai jadi policy brief saja tanpa ada eksekusi nyata, untuk apa? Harus ada perbincangan dan aksi yang terus berlanjut,” kata Dian.
Jovanka dari Antropologi Sosial UI angkatan 2023 turut menggarisbawahi isu lingkungan yang dibahas dalam forum. Ia menekankan pentingnya melihat lingkungan sebagai satu kesatuan ekosistem, bukan semata-mata sebagai sumber daya yang dapat dieksploitasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Bagaimana seharusnya untuk lingkungan kita di generasi mendatang, untuk anak cucu kita itu justru jangan kita melihat misalnya lingkungan, tanah, air itu hanya sebatas suatu komoditas yang bisa kita eksploitasi. Tapi lihatlah itu sebagai suatu kesatuan ekosistem yang utuh,” ujar Jovanka.
FIAD merupakan forum yang menghimpun intelektual dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan profesi untuk melakukan kajian kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Forum ini dibentuk atas keresahan dan kepedulian yang sama terhadap kondisi Indonesia serta bertujuan mendorong terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, berdaulat, dan berkelanjutan.
Melalui maklumatnya, FIAD berharap Pendirian Intelektual dan manifesto tidak berhenti sebagai dokumen kajian, tetapi dapat mendorong publik untuk memahami dan merespons berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia. Gagasan dan kritik yang disampaikan diharapkan terus berkembang melalui ruang diskusi, seni, dan kebudayaan.
Teks: Siti Ananda Khumairo
Editor: ‘Izza Billah
Foto: Siti Ananda Khumairo
Desain: Syifa Nabilah Azzahra
Pers Suara Mahasiswa UI 2026
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Teks
Editor
Foto
Desain