Logo Suma

FIB dan FISIP Umumkan Dekan Baru

Redaksi Suara Mahasiswa · 15 November 2021
5 menit · - kali dibaca
FIB dan FISIP Umumkan Dekan Baru

Pada 15 November 2021 telah berlangsung acara Asesmen bagi Calon Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya pada pukul 09.00 WIB dan bagi Calon Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pukul 13.00 WIB. Asesmen dilaksanakan dengan dasar seleksi yang mengedepankan kompetensi dan integritas Calon Dekan melalui penelusuran, baik dokumen maupun riwayat masing-masing calon. Pada acara Asesmen, ditetapkan Calon Dekan yang nantinya akan menjabat sebagai Dekan Fakultas periode 2021-2025. Acara tersebut juga ditayangkan melalui Zoom Cloud Meeting dan dengan terbuka dapat dilihat di kanal Youtube Universitas Indonesia.  Para Dekan terpilih, yaitu Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto sebagai Dekan FISIP dan Dr. Bondan Kanumuyoso, M.Hum sebagai Dekan FIB.

Semiarto Aji Purwanto Lulus Asesmen sebagai Dekan Baru FISIP UI

Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto dari Departemen Antropologi, yang pada beberapa hari sebelumnya dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap FISIP UI, kini menjadi Dekan terpilih FISIP UI periode tahun 2021-2025. Beliau berkomitmen memajukan Universitas Indonesia, khusunya FISIP, dengan visi menjadikan FISIP UI sebagai lembaga pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang unggul, sejahtera, dan bermartabat di tingkat nasional dan internasional yang berdaya saing di tingkat Asia Tenggara.

Beliau percaya visi tersebut dapat dicapai dengan misi berupa menyediakan akses pendidikan dan pengajaran yang berkualitas di bidang ilmu sosial dan ilmu politik secara luas dan adil, memastikan terselenggaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang ilmu sosial dan ilmu politik yang bermutu, sesuai dengan tuntutan lokal, nasional, dan global, menghasilkan lulusan dengan kapasitas intelektual, moral, budi pekerti, dan daya saing yang tinggi dalam bidang ilmu sosial dan ilmu politik, serta membina suasana akademik yang mendukung tercapainya visi universitas.

Kemudian apabila ditelisik lebih jauh, mahasiswa FISIP UI juga turut mengawal dengan serius pemilihan dekan di fakultasnya. Sebagai dekan terpilih yang merupakan representasi FISIP UI, Semiarto Aji Purwanto diharapkan mampu berkomitmen menindaklanjuti isu krusial yang disoroti mahasiswa FISIP UI sebagaimana tertulis di dalam policy brief yang disusun oleh Mahasiswa FISIP UI Kawal Pemilihan Dekan. Dalam policy brief tersebut, tertera beberapa isu besar yang muncul di kalangan mahasiswa, yakni isu kekerasan seksual, fasilitas/pelayanan secara daring maupun luring, isu kesehatan mental, dan isu akademik.

Isu Kekerasan Seksual

Mahasiswa FISIP UI Kawal Pemilihan Dekan menilai bahwa isu kekerasan seksual merupakan isu yang paling krusial dan harus dengan tegas dicegah, ditangani, dan ditindak. Mereka menilai bahwa meskipun sudah ada, tetapi alur penanganan kekerasan seksual belum sepenuhnya efektif. Hal tersebut disebabkan kurang tegasnya alur dalam pelaporan kasus kekerasan seksual, sehingga dibutuhkan penyederhanaan dalam mekanisme pelaporannya. Oleh karena itu, mereka mendorong dekan fakultas berkomitmen memberantas kasus kekerasan seksual demi menjamin keamanan seluruh mahasiswa.

Dalam menanggapi isu kekerasan seksual, Semiarto Aji Purwanto memberikan pernyataan dalam Uji Publik Calon Dekan FISIP UI yang dilaksanakan 19 Oktober 2021 lalu, bahwa langkah terpenting yang bisa dilakukan untuk membangun ruang belajar dan bekerja yang aman dari kekerasan seksual adalah dengan cara meningkatkan awareness. Ia pun menggarisbawahi bahwa isu kekerasan seksual bukan hanya masalah laki-laki atau perempuan semata, tetapi masalah martabat sebagai manusia, yang harus melibatkan penanganan secara menyeluruh, sehingga diperlukan adanya crisis center yang berperspektif korban.

Isu Fasilitas/Pelayanan

Isu krusial yang kedua adalah isu fasilitas/pelayanan yang disediakan kampus baik saat perkuliahan daring maupun luring. Mahasiswa FISIP UI Kawal Pemilihan Dekan menilai bahwa perkuliahan yang dilakukan secara daring akibat pandemi COVID-19 dalam pelaksanaanya masih kurang efektif. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sosialisasi mengenai pelayanan daring, respons yang lambat, dan berbagai macam permasalahan saat mengakses situs layanan daring. Selain itu, kemungkinan dilaksanakannya kuliah tatap muka dengan sistem bauran juga fasilitas fisik dan pelayanan berbasis daring menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Mereka menyarankan agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan, membentuk SOP pelayanan daring, meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang bertugas memberikan pelayanan, menyediakan dan merawat CCTV, dan menyediakan water/drinking fountain di setiap gedung departemen.

Isu Kesehatan Mental

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga merupakan isu penting yang harus mendapatkan sorotan yang cukup. Mereka berpendapat bahwa pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya aktivitas yang berubah, sehingga berdampak pada turunnya kualitas kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan mental mahasiswa FISIP UI, Mahasiswa Kawal Pemilihan Dekan FISIP UI memberikan rekomendasi berupa peningkatan kualitas kesehatan mental FISIP UI, pelatihan bagi tenaga konselor yang ada di Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FISIP UI, sosialisasi mengenai layanan konseling secara menyeluruh, dan publikasi layanan oleh BKM FISIP UI secara rutin dan mandiri.

Isu Akademik

Isu akademik merupakan hal yang krusial dalam perkuliahan, baik secara daring maupun luring. Mahasiswa Kawal Pemilihan Dekan FISIP UI menyatakan bahwa dalam bidang akademis, hal-hal seperti metode pengajaran, penerapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan pelaksanaan Kampus Merdeka harus berjalan dengan baik. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat ketidaksesuaian seperti adanya pengajar yang memberikan tugas seenaknya dan hanya memperhatikan kesibukannya serta pelaksanaan RPS yang tidak sesuai jadwal. Oleh karena itu, mereka menyarankan pengetatan terhadap pelaksanaan RPS, sosialisasi program kampus merdeka yang komprehensif, maksimalisasi pelayanan, dan meningkatkan kualitas penerapan program Kampus Merdeka.

Bondan Kanumuyoso, Wajah Baru Dekan FIB

Dr. Bondan Kanumuyoso dari Departemen Ilmu Sejarah baru saja menjadi Dekan terpilih FIB UI periode tahun 2021-2025. Beliau berkomitmen memajukan Universitas Indonesia, khususnya FIB, dengan visi menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya yang terkemuka dan bertaraf internasional melalui bangsa strategis dalam dan peran pembangunan jati diri dengan mengembangkan strategi dan kewirausahaan inovatif berbasis riset mutakhir dan pengembangan teknologi. Visi yang dibawa juga ditemani oleh empat misi yang beliau hadirkan.

Pertama, menyelenggarakan sistem pendidikan dan kurikulum yang adaptif dan inovatif terhadap berbagai tantangan kontekstual yang dihadapi bangsa dan perkembangan teknologi. Kedua, mengembangkan program studi, departemen, dan dalam rangka merespons perkembangan terbaru dalam bidang ilmu humaniora. Kemudian, meningkatkan penelitian-penelitian inovatif dan aplikatif yang mampu menjawab berbagai permasalahan bangsa. Terakhir, mengembangkan penelitian-penelitian kolaboratif melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, yaitu: pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga penelitian dari dalam dan luar negeri, serta pihak swasta.

Mahasiswa FIB UI selama ini juga ikut mengawal masa-masa Pemilihan Dekan dari awal hingga terpilihnya Dekan baru. Tercermin dari kajian yang dikeluarkan oleh Lembaga Tinggi Kemahasiswaan yang ada di FIB UI. Besar harapan mahasiswa FIB untuk dapat merasakan perubahan-perubahan positif di masa kepemimpinan yang sekarang. Aspirasi dan harapan mahasiswa FIB UI dapat kita lihat di dalam Policy Brief yang dikeluarkan oleh Koalisi Ikatan Keluarga Mahasiswa FIB UI. Policy Brief dapat diakses pada tautan berikut.

Isu Kesehatan Mental

Hingga saat ini berdasarkan data dari BEM FIB UI bahwa Dekanat, menurut mayoritas responden (60,2%), cukup responsif terhadap permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama PJJ. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami oleh mahasiswa. Ini terbukti dari sebagian besar responden (79,7%) yang menganggap bahwa Fakultas belum memperhatikan permasalahan kesehatan mental di kalangan mahasiswa FIB UI selama berjalannya PJJ. Dalam hal itu, pihak Dekanat perlu membentuk semacam program terkait sosialisasi kesehatan mental khususnya di kalangan mahasiswa FIB UI. Program sosialisasi kesehatan mental ini berorientasi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan sivitas akademika FIB UI.

Isu Fasilitas

Keluhan dikemukakan oleh mahasiswa terkait fasilitas utama pembelajaran berkutat pada persoalan krusial. Seperti fasilitas meja dan bangku perkuliahan yang mengalami kerusakan serta daya tampung kelas yang tidak mencukupi. Dalam suatu kasus yang ditemui, tidak mencukupinya daya tampung beberapa ruangan kelas sangat menghambat pembelajaran sehingga membuat sebagian mahasiswa tidak mendapatkan tempat duduk. Dengan demikian, perbaikan terhadap berbagai sarana dan prasarana terkait kegiatan utama perkuliahan perlu menjadi pertimbangan bagi Fakultas dalam rangka menghadapi kemungkinan adanya rencana kegiatan perkuliahan secara offline ke depannya.

Isu Akademik

Implikasi sekaligus keluhan dari mahasiswa terkait penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah keterbatasan akses literatur daring yang berkaitan dengan disiplin keilmuan di FIB UI.  Masih terkendalanya para pengajar dalam menyesuaikan metode pembelajaran di tengah pandemi justru cenderung berorientasi pada pemberian tugas perkuliahan. Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan keterbatasan akses literatur perkuliahan yang dialami mahasiswa FIB UI. Oleh karena itu, perlu ada langkah serius dari pihak Fakultas dalam mendorong perluasan akses literatur daring yang terjangkau bagi disiplin keilmuan mahasiswa FIB UI yang juga terintegrasi dengan sistem jaringan database remote-lib.ui.ac.id.

Teks: Della Azzahra, Farrell Charlton
Ilustrasi: Anggit P
Editor: Nada Salsabila

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap