Logo Suma

Friends of Clay: Refleksi Kehidupan di Tengah Ketidakpastian

Redaksi Suara Mahasiswa · 3 Desember 2021
3 menit · - kali dibaca
Friends of Clay: Refleksi Kehidupan di Tengah Ketidakpastian

Judul: Friends Of Clay
Artis: Friends Of Clay
Genre: Alternatif, Rock, Hybrid Indie
Label: The Orchard Music
Tahun rilis: 2021

Dirilis pada 16 April 2021, album Friends of Clay memiliki nama yang sama dengan nama band-nya dan menjadi album perdana bagi Friends of Clay, band asal Los Angeles, Amerika Serikat. Clay Priskorn menjadi pencipta, penulis lagu, vokalis, dan animator tanah liat dalam pembuatan album Friends of Clay. Pembuatan klip video dari album ini senada dengan unsur tanah liat pada nama vokalis dan nama band, yaitu menggunakan animasi tanah liat (claymation). Pembuatan lagu hingga perilisan dari album ini dimulai ketika pandemi Covid-19. Minimnya aktivitas selama pandemi membuat Clay Priskorn ingin mengisi waktu luangnya, hingga akhirnya ingin lebih mematangkan kemampuannya dalam bermusik dan belajar animasi tanah liat secara otodidak.

Album Friends of Clay terdiri atas sepuluh lagu, yaitu “Pretend with Me”, “We Can Work It Out”, “Messin’ Around”, “Flowers and Daggers”, “Growing Up”, “Livin’ Time”, “People in the Street”, “Bloody Eyes”, “What Percent Are Monsters”, dan “Friends of Clay”. Merupakan lagu-lagu ballad, Clay terinspirasi dari The Beatles, Red Hot Chili Peppers, David Bowie, dan Johnny Cash. Dengan nuansa lagu yang membuat nyaman, Clay berharap lagunya dapat memberikan kebahagiaan kepada pendengarnya. Dia pun berharap pendengarnya tidak merasa sendiri di dunia ini dan berpesan untuk membantu satu sama lain. Pembuatan dari setiap klip video pada album ini menggunakan animasi tanah liat yang diproduksi sendiri oleh Friends of Clay. Clay Priskorn belajar secara otodidak melalui Youtube tentang cara pembuatan animasi tanah liat. Pemilihan tanah liat sebagai media untuk menyampaikan pesan dari album Friends of Clay bertujuan untuk membuat subjek dari lagu tersebut abstrak. Clay tidak ingin subjek yang digambarkan dari lagu tersebut menjadi terbatas.

“What Percent Are Monsters” merupakan lagu pertama dari album ini dan juga menjadi single debut dari band Friends of Clay. Lagu ini bercerita tentang kehilangan seseorang yang dikasihi karena inspirasi dari lagu ini didapat setelah pulang dari pemakaman teman Clay. Lagu “What Percent Are Monsters” cocok sekali untuk mewakili kesedihan ditinggal seseorang, bisa dalam hal berpisah dengan seseorang atau ditinggal selamanya oleh yang terkasih. Lagu selanjutnya, “Pretend With Me”, memiliki tempo yang cepat dan beat yang dibawakan jadi lebih kencang, dengan musik yang memadukan antara rock dan EDM. Ketika mendengar lagu tersebut, seakan-akan pendengar bersama orang lain yang membuat dirinya bahagia. Hal itu senada dengan tujuan penulis untuk membuat pendengarnya tidak merasa sendiri dan harus bahagia.

Berikutnya, lantunan “Flowers and Daggers” bertempo cukup lambat dengan musik slow rock. Lagu ini mengisahkan perasaan sakit hati ketika ditinggalkan sang kekasih. “Growing Up” ditulis saat Clay berusia 19 tahun ketika berada di Santa Barbara Community College. Dia memikirkan tentang cepatnya waktu berlalu dan berhadapan dengan beberapa kematian di keluarganya. Lagu “Growing Up” mengandung makna untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan orang terdekat karena waktu berjalan dengan cepat.

Dapat dilihat bahwa setiap lagu dari album Friends of Clay memiliki latar belakang kisah nyata yang berbeda-beda. Clay ingin menyajikan lagu seperti sedang berkisah tentang banyak peristiwa yang nyata sehingga pendengar dari lagu tersebut merasa terhubung. Lagu yang bernuansa ballad meskipun memiliki tempo yang cepat masih kurang cocok untuk menemani kegiatan yang memerlukan beat dan lirik untuk memacu adrenalin. Meskipun begitu, album Friends of Clay sangat cocok untuk mengisi waktu bersantai, bersedih, hingga untuk menaikan mood karena tempo lagunya yang bervariasi dan nuansa lagu yang membuat nyaman.

Sebagai album perdana dari Friends of Clay, karya ini berawal dari hobi semasa pandemi yang menjadi karya musik berkualitas. Menurut Clay Priskorn, diperlukan kesabaran dan konsistensi dalam pembuatannya untuk menghasilkan karya yang bagus.

I've been closing my heart to the ways of the world, pushing me down
I've been closing my eyes to the thought of your voice inside my head
If you fall I'll pull you back, baby it's okay to feel this way
I've been losing my time to my
Selfish ways, it won't stop bringing me down
Baby it's okay we can work it out we
Will never know how it is to live alone
“We Can Work It Out” - Friends of Clay

Teks: Sekar Innasprilla
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap