Logo Suma

Grand Opening Pemira UI: Arsy-Amu Nomor Urut 1, Melki-Cipa Nomor Urut 2 & Kembalinya Debat Publik Luring

Redaksi Suara Mahasiswa · 3 Desember 2022
3 menit · - kali dibaca
Grand Opening Pemira UI: Arsy-Amu Nomor Urut 1, Melki-Cipa Nomor Urut 2 & Kembalinya Debat Publik Luring

Pada Jumat (02/12) telah berlangsung acara Grand Opening Pemira IKM UI 2022 di Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum dengan agenda utama penentuan nomor urut dari Paslon yang dibuka secara simbolik oleh Project Officer Pemira UI, Ahmad Khoiridan Masruro. Acara ini pun menandakan kembalinya euforia Pemira UI yang pernah dirasakan oleh IKM UI sebelum pandemi melanda Indonesia. Kendati demikian, tidak semua proses pelaksanaannya berlangsung secara luring.

Pemira IKM UI 2022 mulai memasuki babak awal pelaksanaannya setelah pada akhir November lalu, dua pasangan calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua BEM UI serta calon tunggal MWA unsur mahasiswa mendeklarasikan keikutsertaannya. Hal menarik dari Pemira IKM UI kali ini, yakni kembalinya ajang debat publik Ketua dan Wakil Ketua BEM UI yang absen dilaksanakan di Pemira UI tahun lalu karena hanya diikuti oleh calon tunggal.

Acara yang dilaksanakan di sore hari tersebut terhitung terlambat satu jam dari agenda awal—pukul 15.00 WIB yang tercantum di Instagram resmi Pemira IKM UI—yang diikuti dengan dengan penayangan video profile dari ketiga calon dan Paslon. Video profil dari kedua paslon menampilkan visi misi serta nilai mereka masing-masing. Paslon Melki-Cipa mengusung nilai dekat, proaktif, dan nyata serta Paslon Arsy-Amu membawa nilai adaptif dan akomodatif. Selain itu, calon tunggal MWA unsur mahasiswa, Muhammad Kafin Nur membawa nilai  proaktif, inklusif, dan kreatif.

Pada sesi penentuan nomor urut, Paslon Arsy-Amu mendapatkan nomor urut 1 dan Paslon Melki-Cipa  mendapatkan nomor urut 2. Keduanya dengan nada sesumbar optimis merespon nomor urut mereka masing-masing.

“Nomor urut satu itu bagi kami (Paslon Arsy-Amu) mencerminkan makna kesatuan. Nah, selain merepresentasikan daripada kami sebagai pasangan calon, juga menunjukan sikap kami yang ingin membawa persatuan bukan hanya perubahan (bagi Universitas Indonesia).” Pungkas Arsy dan Amu.

Nada positif serupa juga dilontarkan oleh Paslon Melki-Cipa yang mendapatkan nomor urut 2 berdasarkan pengambilan nomor urut yang dilangsungkan di acara Grand Opening (2/12).

“Angka 2  ini cukup unik bagi gue dan Cipa karena keaktifan kami di BEM UI 2022 dan BEM FMIPA 2022, serta melalui nomor urut ini gue berharap untuk bisa mewujudkan harapan Sivitas Akademika UI untuk kampus kita yang lebih inklusif,” Ujar Melki-Cipa.

Selain itu, Suara Mahasiswa UI melalui kesempatan wawancara di tempat yang sama berhasil mendapatkan keterangan dari Project Officer Pemira IKM UI 2022, Ahmad Khoiridan Masruro.

Ia mengatakan untuk rangkaian Pemira IKM UI 2022 kali ini akan ada dua mata acara utama, yakni uji publik yang akan dilangsungkan secara online dengan mendatangkan panelis dan dapat dihadiri secara terbuka oleh civitas akademika UI serta debat publik yang akan dilangsungkan secara offline dengan lokasi pelaksanaannya yang masih dirahasiakan.

Merespon adanya debat publik di pelaksanaanya Pemira kali ini, kedua paslon turut menanggapi dan menyatakan kesiapan mereka untuk turut beradu aksi di meja perdebatan dan menanggapi para warga UI yang hadir dari seluruh fakultas. Paslon Arsy-Amu mengatakan bahwa mereka tidak sama sekali merasakan keraguan karena mereka mengganggap berunding dengan IKM UI sudah seperti berunding dengan keluarga.

“Debat publik yang kemungkinan bakal dilaksanakan secara Offline. Kami sangat siap menghadapi situasi apapun di debat publik mendatang karena menurut kami IKM UI adalah keluarga dan rumah kita. Sehingga tidak perlu takut untuk menghadapi keluarga sendiri,“ ucap Arsy-Amu.

Di lain sisi, Paslon Melki-Cipa menekankan harapan mereka terhadap penyelenggaraan pemira yang  Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (Luber) serta Jujur dan Adil (Jurdil) agar aspirasi seluruh IKM UI dapat dipertimbangkan dengan baik.

“Melki-Cipa ingin ajang debat publik ini jadi tempat pembuktian mengenai Paslon mana yang bisa menguasai seluk beluk keresahan IKM UI serta menunjukan Paslon mana yang sudah mempersiapkan Pemira kali ini dengan baik. Melki-Cipa juga ingin ajang debat dan Pemira kali ini diselenggarakan dengan Luber Jurdil. Sehingga, dapat menjadi platform untuk memikirkan gagasan untuk UI kedepannya.” Ucap Melki-Cipa.


Teks: M. Akhtar Jabbaran, Intan Shabira
Editor: Dian Amalia Ariani

Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, Berkualitas!







Tim Penggarap