Logo Suma

Guns, Germs, and Steel: Kontestasi Sejarah Peradaban Manusia

Redaksi Suara Mahasiswa · 8 April 2022
3 menit · - kali dibaca
Guns, Germs, and Steel: Kontestasi Sejarah Peradaban Manusia

Judul    : Guns, Germs, and Steel
Pengarang    : Jared Diamond
Penerbit    : W.W. Norton
Tahun Terbit    : Maret, 1997 (edisi pertama)
Cetakan    : 2013
Genre    : Nonfiksi ilmiah
Jumlah halaman    : 480

History followed different courses for different peoples because of differences among peoples' environments, not because of biological differences among peoples themselves

― Jared Diamond

Guns Germs, and Steel merupakan karya ciamik dari Jared Diamond, seorang ilmuwan dan Profesor Geografi di Universitas California. Buku ini dibuka dengan sebuah prolog menarik, Yali, seorang petugas kelurahan asal Papua Nugini yang sedang bercakap-cakap dengan Diamond. Yali bertanya “Saya heran, mengapa orang-orang bule (Eropa dan Amerika) sangat sering mengirim kargo?”. Kargo di sini tak hanya sekadar alat-alat teknologi canggih yang dikirimkan oleh mereka ke Papua Nugini. Pertanyaan Yali ini melambangkan makna simbolik dari kargo yang lebih holistik, menyangkut tentang pertanyaan mengapa orang kulit putih memiliki peradaban yang jauh lebih maju. Premis yang dicanangkan dalam buku ini adalah kemajuan teknologi bukanlah karena faktor ras seperti argumen populis kebanyakan. Namun, faktor geografis lah yang ternyata memainkan peran krusial dalam sebuah peradaban. Faktor geografis ini tak hanya melingkupi tempat di mana populasi bernaung, tetapi juga distribusi dan kelangkaan sumber daya yang diakibatkan oleh geografi itu sendiri.

Faktor Geografis Penentu Perkembangan Peradaban

Faktor geografis sendiri tak hanya simplifikasi seperti kalimat “berbagai peradaban muncul di dekat sungai, berarti sungai adalah elemen vital suatu peradaban”. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya sungai yang tanahnya subur tetapi tak memiliki peradaban dan kebudayaan di sekitarnya. Faktor lain yang memengaruhi hal tersebut salah satunya adalah perbedaan hewan dan tanaman liar yang didomestikasi (dijinakkan), perbedaan sumbu benua (utara – selatan atau barat – timur), dan perbedaan panjang garis pantai masing-masing benua. Guns, Germs, and Steel menjelaskan mengenai bagaimana produksi dari makanan dan ekstraksi sumber daya itu tidak seragam dari berbagai penjuru dunia. Daerah pertanian pertama terdapat di Fertile Crescent sekitar 11,500 tahun yang lalu kemudian menyusul di Cina. Secara garis besar, judul buku ini menjelaskan argumen-argumen yang akan dijabarkan melalui guns, germs, dan steel.

  • Guns: Perang yang Membuka Kesenjangan Peradaban

Buku ini menceritakan sebuah pertempuran bertajuk Battle of Cajamarca pada 1532 di Peru silam. Pada pertempuran tersebut pasukan Spanyol yang dipimpin oleh Pizzaro berjumlah sekitar 170 orang bertempur menghadapi bangsa Inca yang dipimpin Atahualpa berjumlah 40.000 orang. Hal ini ia lakukan dengan menjebak Atahualpa untuk menafsirkan wahyu Alkitab yang ia sandingkan kepadanya. Lantas, Atahualpa melempar buku itu hingga jatuh ke tanah. Hal ini lalu membuat pasukan Pizzaro geram dan mulai menyergap pasukan Atahualpa. Ratusan pasukan Pizzaro dengan lihai menaiki kuda mereka bak centaur, mereka sangat menyatu dengan kuda.

Mengenakan baju zirah dengan pasukan garis belakang dengan meriam mereka dan infantri bersenjatakan senapan. Hal ini membuat pasukan Atahualpa sangat ketakutan dikarenakan mereka tidak pernah melihat kuda sebelumnya, apalagi sampai ditunggangi dengan lihai oleh seorang manusia. Mereka juga tak tahu apa itu senapan dan meriam, yang mereka tahu adalah teman-teman mereka sudah terbunuh dengan tembakan misterius dari jarak jauh. Salah satu poin menarik untuk dipertanyakan adalah, mengapa bukan orang-orang dari peradaban Inca yang menjajah Spanyol?

  • Germs: Wabah Smallpox yang Mematikan

Tak hanya sampai di situ, buku ini juga menceritakan bagaimana bangsa Spanyol ini juga membawa virus yang tidak mereka sadari. Virus tersebut bernama smallpox dan menjadi wabah mematikan yang membunuh warga pribumi Inca dengan ganas hanya dalam belasan hari. Mereka bahkan tak tahu itu apa dan cara menanganinya. Mereka yang sakit diselimuti begitu saja berbaring dengan mereka yang sehat tanpa mereka tahu bahwa hal itu hanya akan membuat virus ini semakin berkembang. Wabah ini dibawa atas hasil interaksi panjang dari domestikasi hewan dan manusia sehingga orang-orang Eropa yang terlebih dahulu membawa wabah ini memiliki imun yang lebih kuat. Dalam waktu beberapa generasi saja, hampir 20 juta pribumi Inca lenyap akibat smallpox.

  • Steel: Teknologi pada Peradaban

Perbedaan kualitas pertempuran antar keduanya menyiratkan sebuah hal. Peradaban yang maju dituntut untuk melakukan riset terhadap persenjataan dan alat-alat yang canggih. Hal ini mengakibatkan terjadinya perang industri, mulai dari senjata sederhana dari kayu dan batu, hingga ke senjata berbasis baja (pedang, tombak, perisai, panah). Manusia di Eurasia cukup lama mengandalkan baja dalam peperangan sampai ketika Cina menemukan bubuk mesiu yang juga menjadi cikal-bakal senapan api itu sendiri.

Kesimpulan

Buku ini memberikan sudut pandang baru bagaimana manusia melihat bahwa superioritas ras itu tidak diperlukan. Secara umum, buku ini memiliki kelebihan mampu menjelaskan mengapa peradaban Eurasia dan Afrika Utara bertahan dan menaklukkan peradaban lain secara komprehensif sambil menentang gagasan bahwa hegemoni Eurasia disebabkan oleh segala bentuk keunggulan intelektual, moral, atau genetik yang melekat pada Eurasia. Akan tetapi, terdapat beberapa kritik yang dilayangkan kepada buku ini. Di antaranya ialah penggunaan istilah "Eurasia" dan "inovatif" oleh Diamond secara telanjang yang diyakini menyesatkan pembaca untuk menganggap bahwa Eropa Barat bertanggung jawab atas penemuan teknologi yang muncul di Timur Tengah dan Asia.

Kritik lain ialah posisi penulis pada revolusi pertanian. Transisi dari berburu dan meramu ke pertanian tidak selalu merupakan proses satu arah. Telah dikemukakan bahwa berburu dan meramu merupakan strategi adaptif. Namun, secara garis besar buku ini merupakan buku yang sangat bagus untuk dibaca. Adagium-adagium yang terdapat dalam buku ini membuat kita bertanya: Sesungguhnya ‘makna’ apa yang kita bela dan pertengkarkan?

Teks: Faiz Amirullah Nurhadi
Editor: Dimas Rama S. W.
Foto: Istimewa

Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap