
Lapangan Rotunda UI kembali ramai dengan lalu-lalang para alumni, mahasiswa, hingga pengunjung umum dalam acara Home Coming Day yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni UI (Iluni UI) pada Minggu (21/08). Haru, cinta, dan dansa—demikian jargon dari acara tersebut. Tanpa dipungut biaya, pengunjung dapat menikmati berbagai macam hiburan dan keseruan dari pukul 06.00 WIB hingga penutupan pada pukul 22.00 WIB.
Acara yang diselenggarakan empat tahun sekali ini dibuka dengan acara sepeda santai. Terdapat pula pemeriksaan kesehatan dan juga donor darah yang bisa diikuti oleh semua pengunjung, difasilitasi oleh Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI dan Rumah Sakit UI.
Tak hanya mengikuti rangkaian olahraga dan pemeriksaan kesehatan, sembari menunggu acara puncak, pengunjung pun bisa menikmati berbagai macam stand yang berjajar di sudut-sudut Rotunda. Terlihat berbagai stand makanan, produk, maupun stand yang mengatasnamakan Iluni beberapa fakultas. Selain itu, di sebuah tenda kecil di sisi kiri Rotunda, panitia mengadakan sesi “Temu Kilat” yang memfasilitasi pengunjung dalam kuota kecil untuk berdiskusi dengan beberapa tokoh-tokoh alumni—antara lain Andre Rahadian (Ketua Iluni 2019–2022), Diajeng Lestari (founder HijUp, e-commerce fashion muslim pertama di dunia), Devan ‘Demotivator’ Yulio, Dito Aryo Tejo (staf khusus Kementerian Perekonomian RI), Pak Dibyo, dan Chrissy Fransisca (runner up IV Puteri Indonesia 2022).
Menjelang sore, lapangan Rotunda UI semakin ramai dengan pengunjung yang mulai mengerubuti sekitar panggung. Acara musik kian ramai, pengunjung kian bersorak-sorai. Band Hamba Allah, Band 4 Oke, The Rohali’s, Alumni UI Band, dan Ghaseiro menyanyikan lagu-lagu populer yang disambut meriah oleh pengunjung. Tak hanya lagu-lagu populer, lagu-lagu nostalgia UI juga turut dikumandangkan oleh alumni Paragita UI dan Pak Dibyo—sang legenda paduan suara mahasiswa UI. Sementara, di sisi lain Rotunda, terdapat penampilan tari dari Iluni Sulawesi Utara yang juga tak kalah ramai.
Sayangnya, usai Maghrib, lapangan Rotunda UI diguyur hujan deras yang membuat penyelenggaraan acara molor dan sangat terhambat. Padahal, acara puncak direncanakan akan digelar pada malam itu dengan penampilan dari band RAN, The Groove, dan Chaplin. Meski sebagian besar penonton tampak meninggalkan tempat acara, beberapa lainnya masih bertahan dan berdesak-desakkan di tenda-tenda kecil.
Kurangnya persiapan terhadap kemungkinan cuaca buruk, patut menjadi kritik bagi acara ini. Ijul yang merupakan alumni dari Fakultas Sastra UI (kini Fakultas Ilmu Budaya) memberikan apresiasi terhadap acara ini, sekaligus berharap agar panitia dapat memberikan fasilitas yang nyaman bagi para pengunjung di kesempatan berikutnya.
“Terakhir diadain 2018, ini rame banget, apalagi artisnya mantep. Kita ‘kan vakum dua tahun, terus ketemu di satu momen yang banyak orang kumpul, jadi pas banget. Ke depannya, kalau bisa dikasih tenda-tenda kecil gitu, buat yang tamu-tamu bisa berteduh, kalau gini jadi banyak yang pulang,” ujar Ijul.
Hujan masih terus mengguyur lapangan Rotunda hingga berjam-jam kemudian—tak kunjung ada tanda-tanda bahwa acara akan kembali berlanjut. Setelah cuaca mulai cukup kondusif kira-kira sekitar pukul 21.00 WIB, akhirnya pengunjung dibuai dengan pertunjukan lampu-lampu dan video yang diproyeksikan ke Gedung Rektorat. Setelah sesi tersebut usai, MC dan beberapa perwakilan Iluni naik ke panggung—bukan untuk memulai kembali jalannya acara, melainkan untuk menyampaikan permintaan maaf bahwa acara tidak bisa dilanjutkan.
Kendati diwarnai kekecewaan, Pak Dibyo memancing pengunjung untuk menyanyikan lagu ‘Genderang UI’ dan ‘Hymne UI’ sebagai penutup yang manis—penutup yang khidmat dengan haru, cinta, dan dansa.
Teks: Intan Eliyun, Syifa Nadia, Masning Salamah
Foto: Afrida Dwi Ulfah
Editor: Kamila Meillina
Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Kontributor