Logo Suma

IKM FIB UI Gandeng Masyarakat Kampung Mongol Melalui Kegiatan Bakti Sosial

Redaksi Suara Mahasiswa · 23 November 2021
3 menit · - kali dibaca
IKM FIB UI Gandeng Masyarakat Kampung Mongol Melalui Kegiatan Bakti Sosial

Pada Minggu (7/11), Suara Mahasiswa UI mengunjungi kegiatan baksos yang dilakukan oleh IKM FIB UI. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dikoordinasikan oleh BEM FIB UI, dengan menggandeng seluruh IKM FIB UI untuk turut berpartisipasi. Mengambil tema “Melangkah Ciptakan Perubahan”, Baksos FIB UI membawa filosofi sebagai salah satu kegiatan merangkul IKM FIB UI guna berkontribusi dalam kegiatan sosial.

Tahun ini, Baksos FIB UI dilaksanakan di Kampung Mongol yang berlokasi di Ciheuleut Pakuan, Gang Mongol, Kota Bogor. Kampung Mongol sendiri terletak di tengah-tengah Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pemilihan tempat ini terkait dengan adanya pandemi Covid-19, yang berdampak serius pada masyarakat Kampung Mongol. “(Berdasarkan–red) hasil survei yang telah dilakukan oleh tim Baksos IKM FIB, hasilnya bahwa di Kota Bogor ada sebuah kampung yang penduduknya mayoritas pemulung, pengamen, tukang parkir, (masyarakat dengan ekonomi–red) menengah ke bawah,” jelas Project Officer Baksos FIB UI, Okky Alfarez, dari prodi Sastra Arab 2019.

Baksos FIB UI memiliki tiga mata acara utama, yaitu pendidikan (pengajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), aksi sosial (survei keadaan warga dan penyaluran sembako), dan kesehatan (pengecekan kesehatan, pembagian vitamin dan Pemberian Makanan Tambahan, serta penyuluhan kesehatan terhadap Covid-19 dan penyakit TBC).

Panitia Baksos FIB UI sendiri memilih lokasi dekat dengan Kampus UI sebagai upaya pengabdian. Baksos FIB UI meyakini bahwa pengabdian masyarakat harus dilakukan seluas-luasnya di daerah sekitar yang dekat dengan kehidupan mereka. “Kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini pada kenyataannya tidak melulu harus berjalan seperti analogi ‘kuman di seberang pulau tampak, gajah di pelupuk tidak’, karena di sekitar, di mana pun kita, masih banyak orang yang membutuhkan,” tutur Muhammad Husni, Ketua BEM FIB UI 2021.

Selain itu, mayoritas masyarakat Kampung Mongol yang bekerja di sektor informal, menjadi alasan panitia memilih lokasi tersebut. Pendapatan mereka yang bersifat harian tentunya menyulitkan mereka di saat pandemi. Bantuan berupa suplai kebutuhan sehari-hari akan sangat berarti bagi mereka.

Bantuan sembako ini menjadi salah satu kegiatan yang mendapat atensi besar dari pada warga. “Jika dihitung dari ramainya warga, kegiatan bagi-bagi sembako adalah yang paling ramai,” jelas Okky. Kendati demikian, menurut Okky, seluruh mata acara sama-sama dapat dinikmati dan menarik perhatian warga.

Mata acara pengecekan kesehatan dilakukan dengan harapan dapat memberikan bantuan kesehatan. Selain melakukan pengecekan kesehatan warga, Panitia Baksos FIB UI juga rutin memberikan masker pada warga tiap kali mereka berkunjung ke Kampung Mongol. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya penyebaran virus Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tidak jauh dari lokasi Kampus UI Depok juga dilakukan dengan tujuan menjaga keamanan peserta dan panitia. Dengan lokasi yang tidak begitu jauh, diharapkan pula risiko terpapar Covid-19 semakin mengecil. Selain itu, Baksos FIB UI tahun ini juga mengalami perubahan konsep. Sebelum pandemi, biasanya acara puncak Baksos FIB UI dilaksanakan dengan menginap selama 4 hari 3 malam di wilayah tujuan. Namun, tahun ini puncak acara Baksos FIB UI dilaksanakan dalam satu hari, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Di tengah masa kalang kabut, yang mana membuat pendapatan tidak pasti, kami mencoba mencari langkah yang paling terjangkau untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di sana. Selain pemberian suplai kebutuhan sehari-hari berupa sembako yang didapat dari para donatur, Bulog, dan Yayasan Assyifa Peduli, kami juga menyediakan pelayanan kesehatan bagi mereka meskipun belum bisa memberikannya pada tingkat lanjutan,” tutur Husni.

Warga Kampung Mongol menyambut baik kegiatan ini. Okky menuturkan bahwa warga kerap membantu panitia mempersiapkan acara ini. “Warga menyambut baik (dan–red) sangat terbuka dengan kehadiran tim Baksos. Terkadang, warga juga turun langsung membantu tim Baksos, mengingat lokasi acara yang tanahnya lembap dan berada di tengah-tengah TPU,” kata Okky.

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama BEM FIB UI 2021, yang pelaksanaannya melibatkan seluruh IKM FIB UI. Baksos FIB UI menjadi wadah pengabdian masyarakat sekaligus implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kegiatan semacam ini bagus untuk diadakan sebagai tempat konstruksi paradigma, bahwasanya kerja peduli seperti ini tujuan utamanya adalah untuk membangun pola pikir ‘rakyat bantu rakyat’, bukan sekadar wisata kemiskinan. Kalau bukan kepada kita sesama, kepada siapa lagi kita berharap?”

Okky, sebagai perwakilan panitia Baksos FIB UI, menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat dilakukan pada lokasi yang tepat, sehingga penyaluran bantuan dapat menyasar orang-orang terdekat yang paling membutuhkan. “Tim berharap agar kegiatan ini kedepannya tetap dilakukan di tempat yang benar-benar tepat, dengan sasaran yang tepat juga, agar dapat bermanfaat untuk warga yang dibantu,” tutup Okky.

Teks: Nada Salsabila
Foto: Aditya Nugraha
Kontributor: Aditya Nugraha
Editor: Syifa Nadia

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independe, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap