Logo Suma

Iluni dan BEM FIB UI Suarakan Kemanusiaan melalui Seni

2 menit · - kali dibaca
Iluni dan BEM FIB UI Suarakan Kemanusiaan melalui Seni

Demi menjaga ingatan sejarah kelam hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (ILUNI FIB UI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UI menyelenggarakan rangkaian peringatan Peristiwa Mei pada Senin hingga Rabu (11/05–13/05). Kegiatan bertajuk “MeiLawan: Merawat Ingatan” ini berlokasi di beberapa tempat, yaitu Pelataran FIB UI, Selasar Gedung IX FIB UI, dan Lorong Gedung II FIB UI.

Dengan menggunakan seni dan budaya sebagai instrumen bersuara, setiap sudut pameran di selasar Gedung IX dan lorong Gedung II FIB UI menghadirkan pameran instalasi. Pameran ini menampilkan arsip sejarah, poster dokumenter, kliping surat kabar, hingga seni lukis ilustratif.

Pada hari terakhir, Rabu (13/5) malam, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan aksi simbolik. Berbagai bunga ditaburkan dan lilin dinyalakan tak jauh dari lorong Gedung II FIB UI. Aksi simbolik itu dimulai dengan pemanjatan doa. Para peserta kemudian meletakkan lilin di sekitar makam replika dan disusul dengan prosesi penaburan bunga.

Dano Putra selaku Project Officer MeiLawan menjelaskan penggunaan pendekatan seni didasari oleh latar belakang seni yang menarik. “Seni merupakan suatu hal yang sangat menarik perhatian seseorang. Ketika kita melihat suatu seni, kita ingin mengetahui latar belakang seni itu,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa seni juga dapat digunakan sebagai bentuk perlawanan. “Kita ingin menunjukkan bahwa kita bisa bersuara selain [melakukan] demonstrasi. Oleh karenanya, kita menggunakan hal lain, seperti diskusi publik dan penampilan karya.”

Dano berharap mahasiswa dapat sadar bahwa perkembangan dari kekerasan seksual bukan hanya secara fisik atau verbal, melainkan juga melalui media. “Contohnya adalah kasus [kekerasan oleh mahasiswa FH] dari kampus kita yang belum lama terjadi. Hal ini membuktikan bahwa media sosial sekarang tidak aman.”

Ia mengingatkan mahasiswa untuk lebih menyadari perkembangan bentuk kekerasan seksual yang saat ini marak terjadi dalam ruang digital. “Kita harus lebih aware dan mengingatkan teman-teman kita bahwa hal tersebut tidak boleh dinormalisasikan.”

Dano juga menyatakan mahasiswa dapat menunjukkan langkah konkret dengan terus mengawal dan membersamai penanganan kasus kekerasan seksual yang terjadi. “Kita akan terus follow up perkembangan yang mungkin ada perubahan di penanganan kasus kekerasan seksual untuk mendapatkan hasil terbaik untuk para korban,” tutupnya.

Teks: Angela Merici Retna Perwitasari, Diandra Aila Rizqita

Editor: Alya Putri Granita

Foto: Diandra Aila Rizqita

Desain: Tsania Rachma Faiza

Pers Suara Mahasiswa UI 2026

Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap