
By Nadia
Judul Film : Itaewon Class
Sutradara : Kim Sung Yoon
Produser : Jung Soo-jin; Lee Sang-yoon; Han Suk-won
Genre : Drama
Tanggal rilis : 31 januari 2020
Durasi : 70 menit, 16 episode
Pemain : Park Seo-joon, Kim Da-mi, Kwon Nara, Ahn Bo-hyun, Yoo Jae-myung, Kim Dong-hee, dll.
Ketika menjalani kehidupan, tentu bukan hanya kesenangan yang akan datang. Berbagai masalah juga selalu mungkin menimpa setiap orang. Istilah “roda terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah” kerap kita dengar. Terkadang, kita sering merasa dunia sangat tidak adil dan hanya berpihak kepada orang-orang yang memiliki privilese. Potret seperti ini kiranya digambarkan secara jelas pada serial berjudul Itaewon Class yang dirilis pada 20 Januari 2020. Serial drama ini diproduksi oleh rumah produksi asal Korea Selatan. Meskipun demikian, Itaewon Class tetap bisa diakses oleh masyarakat internasional melalui platform Netflix.
Serial drama Itaewon Class mengisahkan Park-sae-ro-yi (Park Seo-joon) yang mengalami masalah berturut-turut karena pemilik Jangga Group. Cerita bermula dari pembelaan Park Sae-ro-yi terhadap teman sekelasnya yang dirundung oleh Jang Geun-won (Ahn Bo-hyun), anak dari pemilik Jangga Group. Karena pembelaan tersebut, Jang Dae-hee (Yoo Jae-myung) merasa tidak terima dan meminta Park Sae-ro-yi untuk meminta maaf dan berlutut di depan anaknya. Dengan prinsip yang dipegangnya, Park Sae-ro-yi merasa bahwa perbuatannya benar dan tidak perlu menuruti perintah orang nomor satu Jangga Group tersebut. Akibat penolakan yang dilakukannya, Park Sae-ro-yi harus dikeluarkan dari sekolahnya dan ayahnya yang bekerja di Jangga Group harus kehilangan pekerjaan.
Berkat kemampuan memasak yang mereka punya, Park Sae-ro-yi dan ayahnya mendirikan sebuah restoran setelah keluar dari Jangga Group. Belum lama restoran tersebut berdiri, masalah baru datang sehingga menghancurkan hati Park Sae-ro-yi. Pada suatu malam, ayah Park Sae-ro-yi ditabrak oleh Jang Geun-won. Namun, Jang Geun-won malah melimpahkan kesalahannya kepada orang lain dan tidak memanggilkan ambulans untuk ayah Park Sae-ro-yi sehingga ia harus meregang nyawa. Karena ayahnya meninggal, Park Sae-ro-yi mendatangi Jang Geun-won untuk meminta pertanggungjawaban. Park Sae-ro-yi pun menyerang Jang Geun-won dan menuntutnya hingga ia harus masuk penjara. Bukannya Jang Geun-Won yang masuk penjara, malah Park Sae-Ro-Yi yang dituntut karena penyerangan yang ia lakukan kepada Geun-Won. Ketika ia dipenjara, Oh Soo-ah (Kwon Nara), anak kesayangan ayah Park Sae-ro-yi, dibiayai Jangga Group untuk menempuh pendidikan dan mendapat jabatan yang cukup tinggi di Jangga Group.
Akibat berbagai masalah yang dihadapinya melalui Jangga Group, Park Sae-ro-yi bertekad untuk segera bangkit dan membalaskan dendamnya. Untuk mensukseskan tekadnya, Park Sae-ro-yi penuh dengan proses perencanaan yang matang dan target yang akan dicapai. Dia membutuhkan waktu selama tujuh tahun untuk merencanakan semua itu hingga akhirnya bisa membangun sebuah restoran bernama Danbam untuk menyaingi Jangga Group. Sebagai orang yang memulai usaha dari nol, tentu Park Sae-ro-yi masih meraba-raba jalannya. Pertemuannya dengan Jo Yi-seo (Kim Da-mi) membantunya untuk mengembangkan Danbam menjadi grup sekelas Jangga yang sudah mencapai pasar internasional dengan nama Itaewon Class.
Penggambaran tentang privilese yang erat dengan kehidupan saat ini, kemampuan mumpuni dari sutradara Kim Sung Yoon dalam mengarahkan pemain, dan tentunya kemampuan semua aktor/aktris, membuat konflik dalam drama ini semakin terasa secara jelas. Drama ini mampu membangkitkan emosi serta semangat dari penontonnya. Tak heran jika drama yang dibintangi oleh Park Sae-ro-yi ini dapat bertengger dalam daftar drama TV kabel dengan rating tertinggi sepanjang masa. Peringkat Itaewon Class terus meningkat setiap perilisan episodenya dan mampu menyaingi drama Sky Castle dan Crash Landing on You, yang sangat digemari oleh masyarakat. Kim Da-mi juga mendapat penghargaan sebagai Aktris Baru Drama Terbaik pada BaekSang Arts Awards 2020.
Di balik kesuksesannya, drama ini tetap menuai kritik. Jalan cerita di pertengahan mulai membosankan dan bahkan ending-nya membuat banyak penonton kecewa. Drama ini tidak menceritakan tujuh tahun persiapan yang dilakukan oleh Park Sae-ro-yi. Padahal, masa itu cukup penting, mengingat Park Sae-ro-yi menanamkan sahamnya di Jangga Group sebelum ia membangun restoran. Tidak bisa dimungkiri, selain karena keberhasilan Danbam yang sudah mencapai pasar internasional, Park Sae-ro-yi dapat menghancurkan Jangga Grup karena saham yang dimilikinya di sana. Bagi para penonton, bagian tersebut cukup krusial sehingga harusnya tetap ditampilkan. Sekarang, cerita Itaewon Class seperti melompat dari satu bagian ke bagian lainnya dan melupakan bagian terpenting, yakni tujuh tahun persiapannya.
Teks: Nadia
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.
Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, Berkualitas
Kontributor