Logo Suma

Kid Krow: Menguak Kisah Si Burung Gagak

Redaksi Suara Mahasiswa · 27 Maret 2020
2 menit · - kali dibaca
Kid Krow: Menguak Kisah Si Burung Gagak

By Nabila Nurunnisa F.

Nama Album : Kid Krow
Artis : Conan Gray
Genre : Pop, Ballad, Pop-Rock
Label : Republic Records
Tanggal Rilis : 21 Maret 2020

Sejak tahun 2018 merilis beberapa single seperti “Sunset Season”, “The King”, serta “Maniac” , Conan Gray akhirnya meluncurkan album debutnya berjudul Kid Krow. Dalam wawancaranya dengan People, penyanyi berdarah Jepang-Amerika ini menyatakan bahwa istilah “Krow” sendiri terinspirasi dari sahabatnya yang kerap menyebutnya crow (burung gagak). Ia pun membenarkan kemiripannya dengan burung gagak sebagai seorang yang suka merenung, misterius, dan tertutup. Kemudian, pria kelahiran California ini menambahkan bahwa ia ingin Kid Krow, sebagai album debutnya, dibuat sebagai simbolisasi atas identitas dirinya.

Album Kid Krow terdiri dari dua belas lagu termasuk beberapa single bertajuk “Comfort Crowd”, “Maniac”, “Checkmate”, dan “The Story”. Dirilis pada 9 Januari 2020, “The Story” merupakan single promosi dari album ini. Tepat seminggu setelahnya, video musik dari lantunan tersebut diluncurkan. Lagu ini diawali dengan tempo yang lambat seakan menyiratkan kesedihan yang dialami Conan. Masa kecilnya yang keras membuatnya terkadang merasa ingin menghilangkan eksistensinya dari dunia ini. Oleh karena itu, lagu ini ia tulis untuk menunjukkan kepada orang-orang yang mengalami hal yang sama bahwa dengan keberanian dan dorongan orang terdekat, masa-masa seperti itu dapat dilewati.

Dalam album ini terdapat interlude atau lagu selingan berjudul “(Online Love)” dan "(Can We Be Friends)". Berdurasi 37 detik,  “(Online Love)” bercerita mengenai kisah cinta jarak jauh yang hanya dijalin secara daring. Sementara "(Can We Be Friends)" berdurasi lebih panjang, 58 detik, bercerita mengenai cinta platonik kepada sahabatnya yang menurut Conan jarang dijadikan sebagai tema utama dalam musik. Hal ini membuat kedua tembang ini berbeda karena selain durasinya yang singkat, keduanya diberi tanda kurung sebagai penanda. Dalam wawancaranya bersama Zach Sang Show, Conan mengatakan bahwa kedua lagu ini ia tujukan khusus untuk penggemarnya sebagai bentuk pernyataan terima kasihnya karena telah mendengarkan album ini dan menjadi pendengar atas rahasia-rahasia terdalamnya.

Sementara “The Cut that Always Bleed” terdengar sederhana dengan menonjolkan alunan gitar dan vokal, nuansa pop-rock dapat dirasakan pada lagu “Fight or Flight”. Pelantun single “The King” ini mengatakan bahwa album ini sangat suram, mulai dari persoalan keluarga sampai hubungan asmara semuanya turut andil. Namun, “Fight or Fight”, yang bercerita tentang mengetahui perselingkuhan pasangan, ia katakan sebagai lagu yang paling “kacau” dan melodramatik.

“Heather”, diambil dari nama seorang gadis yang ia benci, merupakan lagu kesepuluh dari Kid Krow. Dalam genius.com, lelaki yang mengenyam pendidikan di University of California, Los Angeles (UCLA) ini mengatakan bahwa ia tidak bisa tidak menangis saat menyanyikan lagu ini. Hal tersebut sebagai respons dirinya ketika orang yang ia taksir justru menyukai Heather, gadis yang dibenci olehnya. Lagu ini diawali dengan bait yang memiliki kesamaan pada akhir baitnya, yaitu  "I still remember, third of December, me in your sweater". Selain piawai dalam meramu lagu melankolis, Conan juga terampil membuat rima yang berakhiran sama. Permainan rima dalam lirik lagunya terlihat di hampir seluruh lirik dalam lagu-lagunya.

Dirilis pada 21 Maret 2020, yang mana dunia sedang gempar dengan Covid-19 dan semua orang berdiam di rumah untuk menghindari pandemi tersebut, Conan berkicau dalam akun Twitter pribadinya, “when ur whole entire debut album release week is cancelled bcuz of coronavirus so u gotta celebrate alone in ur house in between ur breakdowns,” disertai dengan video dirinya melakukan berbagai hal di dalam rumah selama masa karantina. Namun, kesedihannya tersebut tampaknya justru mendapat respon positif dari para pendengar. Setidaknya, album ini dapat membantu melewati masa karantina, bukan?



Teks : Nabila Nurunnisa F.
Foto : Istimewa
Editor : Ruth Margaretha M.

Tim Penggarap