
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama massa dari berbagai kampus dan aliansi masyarakat sipil bersatu dalam aksi “Indonesia Sadar” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Rabu (28/10). Bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda, unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi simbolik bertajuk sama yang dilaksanakan pada Selasa (20/10) di Tugu Tani.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) UI, Kivarens Alboleda, menyoroti krisis ekologi yang sedang terjadi secara berulang. Ia memandang pemerintah semestinya mampu melakukan mitigasi permasalahan yang ada.
Kata Kivarens, pembakaran hutan dan lahan yang masih berlanjut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi secepatnya. “Kami merasa bahwasannya [masalah ekologi] perlu dikawal karena, jika tidak dimitigasi, ini akan menjadi permasalahan historis yang akan berulang terus,” ucapnya dalam wawancara bersama Suara Mahasiswa UI (28/10).
Ia juga menekankan perlunya penekanan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Standarisasi berkualitas, ucap Kivarens, perlu dibangun untuk menciptakan kesetaraan antara kesenjangan yang ada.
“Sebetulnya, integrasi awalnya, prinsip awalnya yang perlu ditekankan [adalah] pendidikan itu memang harus dilandaskan dengan mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memandang analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) yang lebih baik penting dilakukan dalam pelaksanaan program strategis nasional. Hal ini dilakukan untuk mencegah permasalahan ekologi yang berkepanjangan, terutama karena penanaman di atas lahan gambut sejatinya sudah terintegrasi dalam kebijakan.
Namun, menurutnya, kehadiran program strategis nasional dari Presiden melanggengkan adanya penanaman di atas lahan gambut. “Tidak ada AMDAL yang menyertai sehingga kita mendapatkan kebencanaan yang sampai sejauh ini.”
Akhir kata, Kivarens menegaskan pemerintah perlu mengevaluasi peraturan dan mengikutsertakan AMDAL yang lebih baik. “Supaya permasalahan historis itu tidak terulang lagi ke depan,” lanjutnya menutup wawancara.
Berdasarkan pantauan Suara Mahasiswa UI di lapangan, sebagian massa UI bersama massa Universitas Padjajaran berhasil menembus dan memadati kawasan Bundaran HI sejak pukul 14.27 WIB.
Di sisi lain, sebagian massa UI, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, serta aliansi masyarakat seperti Pemuda Baru (Pembaru) Indonesia dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) tertahan di depan gedung United Overseas Bank (UOB) sejak pukul 14.25 WIB. Sekitar pukul 18.45 WIB, massa mulai membubarkan diri dengan tertib.
Terdapat lima tuntutan utama yang dibawa massa dalam aksi kali ini, antara lain.
Teks: Arinta Kusuma Ramadhani Nurhidayati, Siti Ananda Khumairo
Editor: Alya Putri Granita
Foto: ‘Izza Billah
Desain: Shahwa Masyitha
Pers Suara Mahasiswa UI 2026
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Teks
Editor
Foto
Desain