
PERHATIAN! Artikel ini mengandung unsur kekerasan fisik, psikis, dan seksual. Perhatikan keadaan emosional Anda sebelum membaca.
Laporan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mencatat setidaknya terdapat 51 pengaduan praktik kekerasan aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi penolakan pengesahan revisi Undang-Undang (UU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di depan Gedung DPR RI pada Kamis (22/08). Tak hanya itu, TAUD juga mencatat terdapat 105 massa aksi yang digelandang ke Polres Jakarta Barat pada Kamis (22/8) sekitar Pukul 17.00 WIB, dan 159 massa aksi ditangkap ke Polda Metro Jaya.
Verrel Uziel, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menuturkan dari hasil pendataannya terdapat kurang lebih lima mahasiswa UI yang mengalami kekerasan. Sementara itu, terdapat satu mahasiswa UI, yakni Zahid Abdullah (Anggota Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa), yang mengalami penangkapan pada Kamis (22/08) dan baru dibebaskan pada Jumat malam (23/08).
Kronologi Penangkapan Anggota MWA UI UM
Zahid Abdullah (Anggota MWA UI UM), mahasiswa Ilmu Sejarah UI, mengalami penangkapan oleh aparat kepolisian pada Kamis (22/08). Melalui wawancara Pers Suara Mahasiswa UI dengan Verrel Uziel, Zahid ditangkap oleh aparat kepolisian ketika dirinya terpisah dari rombongan massa.
Setelah adanya pengumuman resmi di wilayah pekarangan Gedung DPR bahwa pemerintah akan tetap menggunakan Putusan Mahkamah Konstitusi, massa aksi berangsur-angsur keluar dari pekarangan Gedung DPR. Namun, sesampainya di jalan raya, massa aksi dikepung oleh kendaraan Brimob dari sisi kiri dan sisi kanan. Mereka kemudian ditembakkan air bertekanan tinggi menggunakan mobill water cannon dan gas air mata.
“Sehingga ada suatu kepanikan dari massa aksi yang membuat massa aksi membubarkan diri tidak terarah ke segala penjuru, dan Zahid salah satu orang yang terpisah dari rombongan dan diamankan oleh pihak kepolisian,” tutur Verrel.
Selama Zahid ditangkap, berbagai upaya dikerahkan oleh mahasiswa UI dan Ikatan Alumni (ILUNI) UI. Verrel menerangkan terdapat bantuan hukum oleh ILUNI Fakultas Hukum UI. Selain itu, juga terdapat pendampingan oleh ILUNI FIB UI dalam upaya pembebasan Zahid.
“Kondisi Zahid sejauh ini baik, (meski) ada beberapa luka, tetapi secara keseluruhan dalam kondisi baik,” jelasnya.
Ketua BEM UI Alami 11 Jahitan di Tangan Kanan
Salah satu buntut aksi Penolakan Revisi UU Pilkada silam adalah robeknya tangan kanan Ketua BEM UI 2024, Verrel Uziel. “Tangan saya robek, cukup panjang, sehingga sekarang saya sedang di perjalanan menuju rumah sakit,” jelas Verrel di cerita Instagramnya pada Kamis (22/08).
Berdasarkan keterangannya, luka itu didapatkan ketika Verrel berusaha untuk mengevakuasi diri dari tembakan mobil water cannon dan gas air mata. “Sehingga saya tidak ada opsi dan memutuskan loncat ke tol, dan melewati beton yang ada besi tajamnya. Alhasil, tangan saya mengalami robek.”
Aparat Ancam Culik Mahasiswa
Yaya (bukan nama sebenarnya), salah satu mahasiswa UI, mengaku mendapat ancaman penculikan serta perkataan dengan nuansa seksual dan merendahkan dari aparat kepolisian. Sore itu ketika ingin pulang, Yaya sedang menunggu ojek online yang dipesannya.
Di dekat Yaya terdapat beberapa aparat kepolisian yang sedang berjaga. Ketika menunggu, pihak aparat mengajak Yaya bercengkerama. “Mbak, tadi ikut aksi kok udah mau pulang? Mbaknya ikut aksi, emang gak takut diculik?” Ujar Yaya meniru ucapan salah seorang aparat kepolisian saat itu.
Tak hanya itu, pihak aparat juga melakukan objektifikasi terhadap dirinya. “Mbak cantik-cantik gini ikut demo, serem tahu. Emang gak takut diculik?” Tiru Yaya.
Rendy, salah seorang peserta aksi juga mengalami ancaman dari pihak aparat. “Kami (massa aksi) kemarin habis dari mediasi di halaman depan DPR. Pas keluar langsung disambut gas air mata. Ketika gua dan beberapa massa UI lainnya (sedang) di jalan pulang lewat Palmerah itu, kami didatangi oleh rombongan polisi yang mengendarai motor trail. Mereka sempat menodong senapannya. Padahal, kami nggak melakukan apa-apa termasuk potensi memberi serangan ke mereka,” cerita Rendy.
Teks: M. Rifaldy Zelan
Editor: Choirunnisa Nur F.
Pers Suara Mahasiswa UI 2024
Independen, Lugas, Berkualitas!