Mahasiswa UI Cuap-Cuap soal Liburan dan Persiapan Kuliah

Redaksi Suara Mahasiswa · 2 Maret 2021
3 menit

Libur semester ganjil berakhir, kegiatan perkuliahan di Universitas Indonesia telah berlangsung kembali pada Senin (22/2). Bagi sebagian mahasiswa, satu bulan absen dari kegiatan perkuliahan dirasa tidak cukup. Namun, mau tidak mau, perkuliahan tetap dilaksanakan dan mahasiswa harus siap. Sejalan dengan itu, Redaksi Suara Mahasiswa UI mewawancarai beberapa mahasiswa secara acak. Mereka berbagi cerita kepada pembaca, mengenai liburan singkat, persiapan menghadapi semester baru, dan segelintir tips untuk menjalani perkuliahan. Penasaran? Yuk, disimak!

Cerita pertama datang dari Alika Shameela, mahasiswa FKM 2017. Menurut mahasiswa tingkat akhir kuliah ini, libur semester ganjil kemarin kurang terasa. Sejak semester tujuh, matkul yang wajib diambilnya hanya sedikit sehingga ia punya banyak waktu luang yang terasa sama seperti libur.

“Sebenernya lebih ke gak terlalu terasa sih, karena dari semester tujuh itu, semester sebelumnya aku, matkul yang aku ambil juga udah tinggal dikit dan selesainya lebih awal. Jadi dari akhir-akhir semester tujuh itu aku udah berasa kayak liburan sih karena udah cukup gabut (gaji buta-red),” ucap Alika.

Perasaan mengenai libur semester yang kurang terasa juga diamini Syahrun Ramadhan (FIB 2018) dan Alivanza Firdaus Rhufyano (FT 2020). Bagi keduanya, libur semester ganjil terasa singkat. “Singkat banget. Liburan semester lalu itu kayaknya terlalu singkat,” ujar Syahrun.

Senada dengan Syahrun, Alivanza juga menyatakan bahwa liburan semester kemarin terasa singkat. “Liburan semester kemaren kurang sih sebenernya, sebulan doang kan,” tutur Alivanza.

Namun, perasaan mereka berdua tidak benar-benar sama dengan yang dirasakan Alika. Ketika libur tiba, keduanya tidak sepenuhnya menikmati libur karena harus menjalani kegiatan di luar perkuliahan. Syahrun disibukkan dengan berbagai karya kreatif yang dibuatnya, sedangkan Alivanza mengisi waktu libur dengan mengikuti seleksi berbagai organisasi dan kepanitiaan.

“Di luar, gua ngerjain beberapa proyek kreatif gitulah bisa dibilang. Gua udah ngerjain dua seri komik. Terus ngerjain skenario film juga untuk beberapa PH. Terus ngerjain teater juga di Teater Pagupon, mau bikin musikal. Terus juga ngerjain dua pengmas,” kata Syahrun.

“Selama PJJ kemarin nggak ngerasain demot sih, justru malah sekarang demotnya pas liburan, soalnya liburan gini jadi semangat ikut ini itu. Kan bulan Februari ini emang banyak oprec ya kayak IMTI, BEM, sama nyoba gabung KSM Eka Prasetya, E-Corp FTUI. Oh ya, di DTI sendiri lagi ada program makrab gitu sih, terus yang (angkatan-red) 2020 jadi panitia. Jadinya, malah capek sendiri ujung-ujungnya,” tutur Alivanza.

Mahasiswa angkatan 2019 tentu tidak mau ketinggalan untuk membagikan ceritanya. Ferdyriansyah Putra, mahasiswa FIA, menjalani liburan dengan cara lebih santai. Sejatinya, ia berencana magang untuk mengisi waktu, tetapi ia mengurungkan niatnya. Akhirnya, waktu libur pun dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan baginya.

“Selama liburan gue sih gak ada acara formal begitu, sempet mau nyoba magang tapi kayaknya gue undur dulu karena takut gak bisa manage waktu. Kalo soal kegiatan atau kesibukan gue lebih let it flow aja sih. Kayak gue msh main sama temen2 gue, jalan juga kadang2 walaupun dibatesin yaa. Ga Ada kesibukan yang sifatnya serius sih, paling cuma main sama nonton netflix dsb yg rutin,” ungkap Ferdy.

Setelah membagikan cerita mengenai liburan, mereka menceritakan persiapan untuk menghadapi semester yang akan datang. Syahrun dan Ferdy seirama dalam hal ini. Menurut mereka, hal yang harus disiapkan adalah mental.

“Persiapan semester ini lebih ke arah nyiapin mental sih,” ujar Syahrun.

Litbang Suara Mahasiswa UI juga melakukan survei mengenai persiapan menghadapi semester baru. Dari 60 responden, sebanyak 33 mahasiswa (55%) menjawab belum mempersiapkan, 23 mahasiswa (38.3%) menjawab sudah mempersiapkan, dan empat mahasiswa (6.7%) menjawab tidak melakukan persiapan.

Sebagai mahasiswa baru, Alivanza mengaku termasuk ke dalam kelompok mahasiswa yang belum mempersiapkan perkuliahan. Ia bahkan merasa masih perlu beradaptasi, terlebih lagi dengan pembelajaran daring yang tidak dialaminya saat SMA.

“Harus double adaptasinya dari SMA ke kuliah sama offline ke online. Lumayan capek sama mata jadi nambah minusnya. Untungnya, dapet temen-temen yang suportif. Buat persiapan di semester dua ini belum ada sih, paling Gamtek (mata kuliah Gambar Teknik-red), clueless banget sama Gamtek ini. Buat matkul lain udah mulai bikin grup matkul sama kontakin dosen,” jelas Alivanza.

Meskipun tidak mudah menjalani perkuliahan, nyatanya Alivanza mampu menamatkan semester pertamanya dengan baik. Ia juga berbagi beberapa tips dan trik untuk mengatasi demotivasi, khususnya bagi mahasiswa baru 2020.

“Aku sendiri kan demot karena lagi banyak kegiatan jadi biasanya tuh kaya sadar sendiri aja gitu. Kalo gak segera dikerjain ga bakal ada yang selesai. Jadinya, ya udah, digas aja. Tapi kalo di luar itu aku juga kadang main game sih atau jalan-jalan. Terus sama rebahan juga bisa,” ucap Alivanza.

Bicara mengenai saran, Ferdy dan Syahrun juga mempunyai saran yang berasal dari pengalaman mereka selama berkuliah di UI. Ferdy memiliki saran mengenai pengambilan keputusan, terutama menyangkut masalah akademik. Menurutnya, penting untuk mengikuti keinginan hati dan jangan sampai terhasut pengaruh orang lain. Saran Syahrun pun masih dalam koridor yang sama. Menurutnya, lingkungan merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam kehidupan perkuliahan. Berada di lingkungan yang nyaman dan di antara orang-orang yang tepat dapat berpengaruh pada salah satu aspek penting, yaitu  mental.

Setiap orang memiliki agendanya masing-masing dalam menghabiskan waktu libur dan mempersiapkan perkuliahan. Begitu pun Alika, Syahrun, Ferdy, dan Alivanza. Kalau kamu?

Teks: Andika Dwi Cahya, Arnetta Nandy, Michella Puteri
Kontributor: Rahayu Zahra
Foto: Istimewa
Editor: Giovanni Alvita

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas