Logo Suma

Mahasiswa UI Menjadi Korban Pembegalan di Warung Kopi Daerah Kukusan

Redaksi Suara Mahasiswa · 20 Agustus 2022
2 menit · - kali dibaca
Mahasiswa UI Menjadi Korban Pembegalan di Warung Kopi Daerah Kukusan

Pencurian dengan kekerasan terjadi di Jalan Haji Amat, dalam salah satu warung kopi di Daerah Kukusan, Beji, Depok pada Rabu (17/08/2022) sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian tersebut menimpa salah satu mahasiswa Universitas Indonesia, yang saat itu tengah berada di warung.

Maya (nama samaran) sebagai orang terdekat X, korban ‘pembegalan’, menceritakan kronologi kasus tersebut ketika dihubungi oleh Suara Mahasiswa UI. Melalui sambungan telepon, ia menerima kabar bahwa orang terdekatnya telah menjadi korban pembegalan. Korban berada di warung kopi dengan posisi membelakangi jalan. Korban yang saat itu hanya berdua dengan si penjaga warung kopi, tiba-tiba mendengar seruan “Woy, minta duit!” dari arah belakangnya. Sontak, korban menoleh ke belakang dan mendapati dua orang yang berboncengan menggunakan motor menodongnya dengan senjata. Dengan senjata tajam di genggaman mereka, begal tersebut langsung mengancam korban untuk menyerahkan ponselnya. Kendati korban sempat melakukan perlawanan, tenaganya tak mampu menangkis kedua begal—yang kemudian berhasil mencuri ponselnya dan melenggang begitu saja.

“Terus dia noleh, berdiri gitu, kirain temen atau apa, ternyata begal, langsung dibacok pake celurit. Terus hp-nya diambil gitu lah. Cuma dia cukup berani gitu untuk ngelawan, jadi dia ngelawan, cuma ya namanya lawannya pake celurit ya mau gimana. Jadi begalnya tuh dua, satu yang turun, satu stand by di motor. Jadi keambil lagi, hpnya juga keambil langsung pergi,” ujar Maya melalui sambungan telepon pada Jumat (19/08/2022)

Berdasarkan keterangan Maya, saat kejadian pembegalan berlangsung, penjaga warung sempat mencari bantuan untuk menolong korban. Sayangnya, ketika penjaga warung sudah kembali bersama beberapa bantuan, pelaku pembegalan sudah pergi dan korban telah terkapar di tengah jalan. Dengan bantuan warga sekitar, korban pun langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Karena kejadian tersebut, korban mengalami sekitar delapan luka di beberapa bagian tubuhnya, tiga di bagian kepala, satu di bahu kiri, tiga hingga empat di tangan dan lengan kiri, perut, dan satu di paha yang merupakan luka yang sangat besar. Saat ini korban sudah menjalani perawatan dan pemulihan setelah dilakukan tindak operasi. Karena luka di bagian tubuhnya tidak terlalu dalam sehingga kemungkinan hanya mengenai bagian luar tubuhnya. Kemungkinan beberapa hari lagi sudah bisa keluar dari rumah sakit.

Menurut keterangan dari Maya, kasus ini sudah diproses di kepolisian. Pihak polisi pun sudah melakukan olah TKP melalui bantuan dari masyarakat. Namun, belum ada titik temu dan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut. Adapun, terdapat laporan yang menyebutkan ciri-ciri pelaku, antara lain berjenis kelamin laki-laki, kurus, dan memiliki tinggi badan sekitar 165 cm. Polisi mencurigai seorang residivis yang pernah tertangkap di daerah Jagakarsa, sebagai terduga pembegalan.

Pembegalan umumnya terjadi di jalanan yang jauh dari keramaian, namun pembegalan ini terjadi di pemukiman yang biasanya ramai penduduk. Peristiwa ini menjadi lampu kuning bagi warga kukusan pada umumnya, dan khususnya mahasiswa-mahasiswa UI yang indekos di daerah kukusan teknik agar selalu waspada dan berhati-hati, baik di tempat yang sepi maupun ramai.

Teks: Masning Salamah
Ilustrasi: Lazzuarda P.
Editor: Syifa Nadia R.

Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap