Logo Suma

Resensi Mamma Mia!: Keindahan Yunani dan Kejutan Musim Panas

2 menit · - kali dibaca
Resensi Mamma Mia!: Keindahan Yunani dan Kejutan Musim Panas

Drama musikal romantis, liburan musim panas di Yunani, dan band musik ABBA. Ketiga kalimat tersebut merupakan perpaduan yang terdapat pada film Mamma Mia! yang dirilis pertama kali pada tahun 2008 lalu. Film Mamma Mia! merupakan sebuah film bergenre drama musikal romantis yang mengisahkan cerita dari Sophie Sheridan, anak dari Donna yang akan menikah dengan Sky Ramond di pulau fiksional Kalokairi di Yunani. Sophie Sheridan sebagai seorang yang riang memiliki hubungan yang sangat akrab dengan ibunya Donna. Keakraban tersebut mendorong Sophie untuk membaca diary ibunya di masa lalu yang membawa mereka ke dalam petualangan baru: Sophie menemukan tulisan tentang tiga laki-laki yang pernah Ibunya kencani, dan karena ia penasaran, Sophie mengundang ketiga laki-laki tersebut untuk mengikuti upacara pernikahannya agar salah satu dari mereka dapat menyerahkan Sophie sebagai mempelai perempuan dari Sky.

Petualangan musim panas Sophie dimulai dengan kedatangan ketiga laki-laki yang ia undang di sebuah pantai indah di Taman Nasional Skiathos, Yunani. Pantai berpasir emas dengan air laut berwarna biru sebening berlian yang dikelilingi oleh pohon kelapa menjadi tempat di mana Sophie bertemu dan mengajak ketiga laki-laki tersebut untuk bersembunyi di Villa ibunya sebelum ia menyiapkan rencana untuk membawa ketiga laki-laki tersebut ke pernikahannya. Bagaimanapun, tak lama kemudian Ibunya menemukan ketiga laki-laki tersebut dan sulit untuk mempercayai apa yang terjadi. Alunan musik ABBA Here We Go Again yang dinyanyikan oleh Donna menemani kekejutannya di mana ia terus kembali mengintip ketiga laki-laki yang ia kenal wajahnya–mantan kencannya di musim panas saat ia masih muda.

Donna tampaknya memang kesulitan untuk mempercayai apa yang terjadi, dan akhirnya ia memutuskan untuk mengusir ketiga laki-laki tersebut dari villanya. Meskipun begitu, ia sempat menangis terisak-isak atas keputusannya tersebut. Kedua teman Donna, Tanya dan Rosie, kemudian menenangkan Donna dengan menyanyikan lagu Chiquitita oleh ABBA sembari memberikannya sebuah liquor untuk menenangkan dirinya. Di saat yang bersamaan, Sophie yang masih bersikeras untuk mengundang ketiga laki-laki tersebut terus mengikuti mereka yang hendak segera meninggalkan Yunani dengan menggunakan sebuah perahu. Atas keteguhan ajakan Sophie kepada tiga laki-laki tersebut untuk tetap tinggal di villa Ibunya, mereka pun memutuskan untuk rehat sejenak di kapan tersebut yang berlayar di sekitar Pantai Glisteri yang berangin sepoi-sepoi yang berselimutkan air sejernih kristal yang riak secara lembut. Saat mereka rehat di perahu tersebut, mereka menyanyikan lagu Our Last Summer oleh ABBA sembari melihat foto-foto lama ibunya dengan ketiga laki-laki tersebut.

Dan akhirnya pernikahan Sophie pun tiba. Tentu saja pertikaian antara Donna dan ketiga mantan kencannya kembali terjadi. Sebelum Donna dan Sophie berjalan menuju gereja tempat Sophie dan Sky menikah di Pulau Skopelos yang indah dan berbukit-bukit, Donna sempat melarikan diri dari salah satu mantan kencannya dengan penuh rasa kesedihan sembari menyanyikan lagu The Winner Takes It All oleh ABBA. Pada akhirnya, mereka semua pun mengikuti upacara pernikahan Sophie dan Sky di gereja yang terletak di Pulau Skopelos. Bagaimanapun, pertikaian kembali terjadi lagi, dan sekarang mengenai siapa ayah sebenarnya dari Sophie. Sophie yang masih ingin untuk menghidupi masa mudanya kemudian memutuskan untuk menunda pernikahannya dengan Sky. Di sisi lain, Sam, salah satu mantan kencan Donna yang selama ini telah bercerai dengan pasangannya, memutuskan untuk melamar Donna. Donna pun menerima lamaran Sam dan mereka pun saling berbahagia untuk satu dan lainnya. Mereka semua bersama-sama berdansa pada scene akhir dan menyanyikan lagu Dancing Queen oleh ABBA.

Penulis : Qaulan M Indra

Editor  : Sekar Innasprilla

Ilustrasi  : Istimewa

Tim Penggarap