Logo Suma

Masa Pemungutan Suara Pemira UI: Hari Terakhir Ditutup dengan Segudang Evaluasi

Redaksi Suara Mahasiswa · 13 Desember 2021
3 menit · - kali dibaca
Masa Pemungutan Suara Pemira UI:  Hari Terakhir Ditutup dengan Segudang Evaluasi

Pada Senin (13/12) Pesta demokrasi tahunan UI yakni Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang diselenggarakan oleh Pemira UI memasuki hari terakhir masa pemungutan suara. Banyak kejadian yang tak terduga selama masa pemungutan suara, mulai dari terlambatnya jadwal awal yang sudah ditentukan pada Senin (6/12) menjadi Selasa (7/12), kendala server, mahasiswa profesi yang tidak dapat login, alumni yang masih dapat memberikan suara, sampai adanya beberapa fakultas yang mempertimbangkan opsi Google Forms sebagai sarana untuk melangsungkan proses pemungutan suara.

Penuh Keterlambatan dan Sempat Dua Kali Rilis Massa
Rentetan masalah mengiringi pergelaran Pemira tahun ini. Dilansir dari  rilis massa yang dikeluarkan oleh pihak Pemira IKM UI pada Sabtu (11/12), dijelaskan beberapa hal yang menyebabkan keterlambatan yang sudah disebutkan di atas. Dimulai dari terlambatnya pemberian server oleh Direktorat Sistem & Teknologi Informasi (DSTI) Universitas Indonesia (DSTI) yang baru diberikan per tanggal 5 Desember 2021, serta adanya masalah berupa error multivote dan alumni yang masih dapat memberikan suara. Hal ini menyebabkan ditundanya pemungutan suara sampai pada tanggal 7 Desember 2021.

Keterlambatan tidak berhenti sampai di situ, pada jam-jam terakhir, mendadak pihak Pemira IKM UI memperpanjang masa pemungutan suara hingga Senin (13/12). Alasannya agar mahasiswa profesi yang sempat terkendala sampai harus memberikan suara melalui Google Forms dapat memberikan suara secara lebih leluasa. Tentunya hal-hal seperti ini perlu dievaluasi secara lebih lanjut oleh pihak Pemira IKM UI untuk memperbaiki kendala teknis yang masih saja terjadi di tahun kedua dilangsungkannya pemilihan melalui web secara daring.

Terkait dengan perpanjangan masa pemungutan suara, pada Sabtu (11/12), Pemira IKM UI menyampaikan rilis massa sebanyak dua kali. Rilis masa kedua menyampaikan permintaan maaf dari panitia Pemira IKM UI kepada seluruh IKM UI. Selain berisi permintaan maaf, juga berisi penjelasan mengenai kesalahan server yang membuat mahasiswa profesi tidak bisa masuk ke website Pemira IKM UI, serta pengunduran grand closing dari rangkaian acara Pemira IKM UI ke Hari Senin (13/12).


Menilik Bungkamnya Project Officer Pemira UI
Pada berbagai kesempatan, Suara Mahasiswa UI (Suma UI) terhitung semenjak bulan Oktober sudah mencoba beberapa kali untuk mengatur jadwal wawancara dan bincang singkat dengan Project Officer Pemira UI, Nur Izzah Maulidiena, namun sampai pada waktu artikel ini ditulis, “sang juru nahkoda” masih belum sama sekali bersedia untuk memberikan sepatah dua patah kata mengenai pelaksanaan Pemira di tahun ini yang sarat akan evaluasi.

Bukan hanya bungkam seribu kata dari Suma UI, sang Project Officer juga dikabarkan sulit dihubungi oleh pihak Pemira fakultas yang berimbas pada semrawutnya pelaksanaan Pemira di tahun ini. Hal ini menimbulkan banyak ruang tanya mengenai alasan di balik bungkamnya orang nomor satu di Pemira UI tahun ini.

Pertimbangan Opsi Google Forms dari Pemira Fakultas
Setelah mengalami serangkaian kendala server, beberapa fakultas mempertimbangkan untuk menggunakan opsi cadangan dalam memilih bakal calon ketua BEM dan wakil ketua BEM tingkat fakultas. Salah satu fakultas yang mempertimbangkan hal tersebut adalah FEB UI. Dilansir  dari Economica.id, Pemira FEB UI memiliki rencana cadangan untuk memilih calon ketua dan wakil ketua BEM fakultas dengan menggunakan sistem sendiri (melalui Google Forms).

Sebelumnya, masalah teknis yang dialami oleh Pemira FEB UI memaksa panitia untuk membatalkan suara yang masuk untuk calon ketua dan wakil ketua BEM FEB UI. Pada akhirnya, FEB UI mengulang pemungutan suara dan melakukan sosialisasi secara merata kepada seluruh IKM FEB UI agar memilih ulang calon ketua dan wakil ketua BEM FEB UI.

Sementara itu, dilansir dari rilis massa yang dikeluarkan oleh Pemira IKM UI, panitia Pemira IKM UI memberikan opsi lain kepada mahasiswa profesi yang terkendala pemungutan suara. Panitia Pemira IKM UI juga menyiapkan google forms sebagai alternatif proses pemungutan suara, akan tetapi, alternatif ini tidak disetujui oleh mahasiswa profesi FKG 2017.

Pada akhirnya, pemungutan suara melalui Google Forms tetap dilanjutkan meski Hari Sabtu (11/12), masalah server Pemira IKM UI sudah diselesaikan dan mahasiswa profesi sudah bisa mengakses kembali website Pemira IKM UI. Dengan selesainya masalah server ini, suara yang masuk melalui Google Forms kemudian dibatalkan.

Walaupun mengalami beberapa kesalahan teknis, Pemira IKM UI tingkat fakultas tetap berjalan dengan baik..

“Titipan” Evaluasi dari Internal Pemira UI
Melalui wawancara dengan salah satu staf Pemira UI yang tidak berkenan untuk disebutkan namanya, ia menitipkan beberapa evaluasi yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemira di tahun ini. Menurutnya, pemilihan setingkat Pemira UI seharusnya bisa lebih siap dalam mengantisipasi kendala yang berpotensi hadir pada saat pelaksanaan acara dan sebisa mungkin untuk melakukan cross check total sebelum web launching untuk meminimalisir kendala teknis.

Menurutnya, perpaduan masalah yang terjadi selama pelaksanaan Pemira menimbulkan kesan dari para IKM UI bahwa para staf seakan-akan belum siap dalam menyelenggarakan sistem e-vote dan cenderung terkesan terlalu memaksakan untuk menggunakan format web ini.

Akhirnya Selesai
Setelah melewati banyak rangkaian acara, pesta demokrasi tahunan UI alias Pemira IKM UI 2021 ditutup pada Senin (13/12). Grand Closing Pemira IKM UI disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pemira UI 2021.

Terhitung 9.425 suara masuk untuk BEM UI dan 9.158 suara untuk MWA UI UM. Bayu Satria Utomo dan Arinny Shafira Khairunnisa keluar sebagai ketua dan wakil ketua BEM UI 2022 terpilih dengan 8.321 suara. Sementara itu, Muhammad Taqiyuddin Abdurrosyid terpilih menjadi anggota MWA UI UM 2022 dengan 7.543 suara.

Muhammad Akhtar Jabbaran, Salma Rihhadatul Aisy
Kontributor: Muhammad Riyan Rizki
Foto: Muhammad Akhtar Jabbaran
Editor: Giovanni Alvita

Pers Suara Mahasiswa UI
Independen, Lugas, dan Berkualitas!






Tim Penggarap