Logo Suma

Menapaki Kembali Perpustakaan UI

Redaksi Suara Mahasiswa · 21 September 2021
2 menit · - kali dibaca

Selasa, 21 September 2021, nampaknya menjadi saat yang diidam-idamkan bagi para pecinta literasi UI. Pasalnya, pada hari ini, Perpustakaan “Crystal of Knowledge” Universitas Indonesia yang sudah tutup sejak awal tahun 2020 akibat pandemi COVID-19 akhirnya dibuka kembali. Menurut Moethia Anggraeni, selaku Humas Perpustakaan UI kepada Suara Mahasiswa UI (21/09), pembukaan kembali perpustakaan dilatarbelakangi oleh antusiasme dan kebutuhan civitas akademika. Selama pandemi, ada banyak kendala yang dihadapi mahasiswa—salah satunya adalah permintaan terhadap layanan yang tidak bisa digantikan dengan layanan daring, seperti peminjaman buku yang belum terdigitalisasi. Menilik bahwa situasi pandemi sudah lebih membaik dan program vaksinasi untuk mahasiswa sudah sebagian besar dilaksanakan, maka diputuskan Perpustakaan UI dibuka kembali.

Kami berkesempatan mewawancarai mahasiswa tingkat akhir bernama Giovanni yang merasa antusias atas dibukanya kembali Perpustakaan UI. Menurut Vanni, selama Perpustakaan UI tutup, ia beralih ke Perpustakaan Nasional untuk mencari bahan kepustakaan. Namun, sayangnya, karena kondisi pandemi yang tidak stabil, dirinya tidak bisa terus menerus memanfaatkan Perpustakaan Nasional. Untuk mengatasi kekurangan bahan kepustakaan, ia pun memilih untuk mencari dan mengunduh bahan literatur secara daring. Ia juga menambahkan, akses bahan kepustakaan secara daring memiliki keuntungan lebih fleksibel dan praktis—sayangnya, tidak banyak bahan kepustakaan yang sudah terdigitalisasi.

“Gak enaknya bikin kepala cepet pusing sih, karena ngeliatin layar laptop terus-terusan,” imbuhnya pada kami.

Menurut Vanni, perpustakaan memiliki peran yang sangat vital bagi mahasiswa. Selain sebagai kebutuhan kepustakaan, fasilitas yang ada di Perpustakaan UI menurutnya terasa nyaman dan sangat menunjang kegiatan akademik mahasiswanya.

Sebelumnya, Humas UI mengatakan bahwa pembukaan Perpustakaan UI seharusnya dilaksanakan pada bulan Juli 2021, namun rencana ini sempat tertunda akibat situasi pandemi yang semakin memburuk. Moethia juga menambahkan ada banyak pertimbangan dan persiapan dari dibukanya kembali Perpustakaan UI, sebab tidak hanya akses buku dan bahan akademik saja yang perlu dipersiapkan, tetapi juga fasilitas yang memadai.

Mengenai persiapan pembukaan Perpustakaan UI di masa pandemi, Moethia mengatakan bahwa perlu persiapan yang ekstra seperti pengecekan kelayakan buku atau bahan kepustakaan dan renovasi bangunan, protokol juga perlu dilaporkan dan disetujui oleh pimpinan kemudian dilanjutkan ke UPT K3L, kemudian perlu koordinasi juga kepada Direktorat Operasi dan Pemeliharaan Fasilitas (DOPF) untuk pengadaan akrilik dan perlengkapan-perlengkapan protokol kesehatan, bantuan UPT PLK untuk patroli dan keamanan, publikasi serta banner, dan kesiapan dari pustakawan.

Kemudian, untuk layanan Perpustakaan UI, Moethia menjelaskan bahwa hampir tidak ada perbedaan layanan dari biasanya. Masing-masing mahasiswa masih bisa meminjam maksimal sepuluh buku dalam waktu dua minggu dan diperpanjang maksimal dua kali. Perbedaan yang ada hanya pada jumlah kuota pengunjung per harinya yaitu hanya sebanyak 100 pengunjung dan diperlukannya registrasi melalui online pada H-1 sebelum kunjungan. Humas Perpustakaan UI itu juga menambahkan mengenai hal yang paling banyak ditanyakan oleh mahasiswa yaitu sanksi keterlambatan pengembalian buku, Muthia menegaskan bahwa tidak ada denda untuk keterlambatan yang dikarenakan penutupan Perpustakaan sejak Maret 2020. Pihaknya juga menambahkan bahwa mahasiswa diberikan waktu sampai 31 Desember 2021 untuk mengembalikan buku tersebut.

“Silahkan dikembalikan secara langsung atau dikembalikan menggunakan jasa ekspedisi,” jelasnya.

Untuk regulasi buku yang rusak dan hilang, apabila terdapat kerusakan buku yang sangat berat atau hilang akibat kelalaian mahasiswa, mahasiswa bisa menggantinya dengan buku yang sama dengan terbitan terbaru. Sementara itu, apabila buku sudah tidak ada lagi di pasaran, pihak perpustakaan akan memberikan saran buku yang harus diganti namun dengan subjek yang sama.

Dengan dibukanya kembali layanan Perpustakaan UI secara luring, Humas UI berharap mahasiswa bisa kembali memanfaatkan koleksi dan fasilitas secara maksimal dengan tetap menjaga protokol kesehatan, agar nantinya kuota pengunjung dapat ditingkatkan dan layanan bisa dibuka untuk umum seperti sedia kala.

“Jadi silahkan manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan semaksimal mungkin tapi juga tetap memperhatikan protokol yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.

Teks: Wahyu Nurul
Foto: Azka Alfuady
Editor: Syifa Nadia

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap