Logo Suma

Merayakan Bulan Cinta di Jamming Budaya FIB UI

Redaksi Suara Mahasiswa · 25 Februari 2023
2 menit · - kali dibaca

Membuka awal tahun 2023, perayaan Jamming Budaya dalam rangka menyambut datangnya Ritus Raya Mantra dan semester genap dilangsungkan pada Jumat lalu (24/02) berlokasi di Payung, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).

Jamming Budaya merupakan sebuah acara musik yang diadakan oleh Badan Otonom Irama Bahana Sastra (MANTRA) FIB UI. Acara ini bertujuan untuk mewadahi bakat seni musik para mahasiswa yang ingin unjuk gigi dan berbagi sukaria melalui musik. Acara perdana dari Jamming Budaya sendiri diadakan pada bulan Oktober 2022 yang lalu.

Jamming Budaya volume ketiga yang dilaksanakan di bulan Februari ini mengangkat tema Valentine yang identik dikenal sebagai hari kasih sayang. Tema tersebut sejalan dengan slogan yang Jamming Budaya bawa yakni “Merayakan Buku, Pesta, Cinta”.

Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB, namun antusiasme yang tinggi membuat para peserta sudah hadir lebih dulu lengkap dengan kostum busana Prom seperti gaun dan tuksedo.

Aldrich selaku Project Officer mengatakan Jamming Budaya kali ini berbeda dengan dua Jamming Budaya sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada inklusivitas acara.

“Untuk yang Jamming Budaya sekarang, kan, kita mengundang fakultas lain. Sekarang ada dari Fasilkom, bahkan dari universitas-universitas lain seperti Gunadarma juga ada,” jelas Aldrich saat diwawancarai.

Tak hanya band asal FIB UI, Jamming Budaya juga mengundang band-band yang berasal dari beberapa fakultas di UI serta band dari universitas lain. Band-band yang turut meramaikan dan mengisi perayaan Jamming Budaya kali ini antara lain Mula Project, Ars Poetica, The Gardoes, S.O.G, Uncle Wire, Muspro yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI), MANTRA, Normatif, serta terdapat juga penampilan solo vokal dari Adrian Setiawan. Kemudian, penampilan penutup diisi oleh DJ Bluegin.

Salah seorang mahasiswi Fakultas Hukum UI (FH UI), Neola, yang datang untuk menyaksikan penampilan dari beberapa band, mengatakan bahwa festival Jamming Budaya kali ini menurutnya sangat seru dan berjalan tertib.

“Seru banget, sih, Jamming Budaya kali ini, nggak seramai dan nggak se-chaos yang aku kira, nggak kacau. Venue diatur dengan baik dan tadi MC ngingetin juga supaya tetap kondusif. Ada langkah preventif yang cukup bagus dari pihak panitia,” ungkapnya.

Kemudian, Lintang, mahasiswi FIB UI 2019 juga menambahkan bahwa festival Jamming Budaya yang dihadirinya memberikan kesan seru karena dapat berpakaian dengan tema yang unik dan adanya sebuah ungkapan “pulang pasti dapat jodoh”.

“Terus ada slogan unik juga, karena mereka (panitia -read) bilang pasti pulang dapet jodoh. Itu, kan, jadi menarik kita, ya, untuk lebih tampil percaya diri,” ujar Lintang.

Meskipun diguyur hujan, Jamming Budaya tidak gagal dalam membawa euforia tersendiri bagi mahasiswa yang sedang mencari hiburan gratis di tengah sibuknya semester genap. Adanya live music dari berbagai band yang membawakan lagu-lagu terkini maupun lawas dan ketentuan dresscode membuat keseruan Jamming Budaya begitu unik dan berbeda dari festival musik lainnya di UI.

Teks: Daffa Ulhaq, Ross Roudhotul J.
Editor: M. Rifaldy Zelan
Foto: Daffa Ulhaq

Pers Suara Mahasiswa UI 2023
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap