Logo Suma

Mulan: Potret Keberanian Penuh Aksi Seorang Princess Disney

Redaksi Suara Mahasiswa · 24 September 2020
3 menit · - kali dibaca
Mulan: Potret Keberanian Penuh Aksi Seorang Princess Disney

By Arneta Iftita

Judul: Mulan
Genre film: Aksi, laga/petualangan
Sutradara: Niki Caro
Produser: Chris Bender, Jake Weiner, Jason T. Reed
Tanggal rilis: 9 Maret 2020 (Hollywood), 4 September 2020 (Disney+)
Durasi: 115 menit
Pemain: Yifei Liu, Yoson An, Donnie Yen, Jet Li, Gong Li, Jason Scott Lee, Tzi Ma, dan lainnya.

“Loyal, brave, and true.” Itulah tiga prinsip hidup Hua Mulan (Yifei Liu), seorang gadis yang tinggal bersama ayah, ibu, dan adik perempuannya di sebuah desa. Sejak kecil, Mulan tampak berbeda dengan gadis pada umumnya. Mulan kecil sangat lincah dan suka mengejar ayam. Ayahnya kemudian menyadari bahwa ia memiliki chi, energi magis yang biasanya dimiliki oleh laki-laki. Sayangnya energi tersebut harus ia tutupi karena dalam kebudayaan Cina, seorang perempuan harus membawa nama baik keluarga Hua dengan menjadi pribadi tenang, anggun, elegan, dan sopan.

Semakin dewasa, Mulan menjadi gadis cantik dengan tekad kuat. Hingga suatu hari, muncul pasukan Rouran yang ingin merebut tahta kerajaan. Pasukan itu dipimpin oleh Bori Khan (Jason Scott Lee) serta dibantu seorang penyihir dengan sebutan “The Witch” (Gong Li). Mendengar kabar tersebut, sang Raja (Jet Li) memerintahkan agar setiap keluarga mengirimkan satu pria untuk bergabung dalam pasukan perang. Ayah Mulan sebagai satu-satunya pria dalam keluarga tak dapat melangkah dengan baik. Mulan kemudian memutuskan untuk menggantikan ayahnya bergabung dalam pasukan tentara kerajaan dengan berpura-pura menjadi laki-laki. Ia berangkat pagi-pagi buta membawa pakaian perang serta pedang warisan keluarga untuk pergi ke kamp pelatihan.

Selama berlatih menjadi pasukan perang, Mulan mengganti namanya menjadi Hua Jun. Ia berlatih keras bersama teman-teman dari berbagai desa sambil berusaha menutupi identitas asli sebagai perempuan. Banyak kesulitan yang dijumpainya. Namun, dengan tiga semboyan hidupnya, ia menjadi tak patah semangat untuk melawan musuh sesungguhnya, pasukan Bori Khan dan seorang penyihir.

Film adaptasi dari cerita rakyat bangsa Tiongkok ini menyajikan adegan laga menegangkan serta sedikit bumbu kisah cinta ringan antara Mulan dengan Honghui. Jalan cerita menjadi semakin menarik dengan latar belakang ciamik ditambah adanya efek CGI. Proses syuting film Mulan berlokasi di Selandia Baru dan Tiongkok. Sutradara Niki Caro juga menggandeng sederet pemain terkenal seperti Jet Li, Liu Yifei, dan Tzi Ma. Meskipun demikian, perpindahan adegan terkesan cepat sehingga tidak meninggalkan kesan mendalam. Namun, inti makna cerita dapat tersampaikan dengan baik.

Melalui Mulan tercermin betapa sulitnya untuk melepaskan diri dari stereotip peran perempuan, dalam hal ini pada kebudayaan Cina. Perbedaan peran antara perempuan dan laki-laki tampak sangat jelas. Mulan seakan mengubah stereotip tersebut dengan menjadi unik meskipun pada awalnya ia bersembunyi di balik identitas lain. Hal itu terlihat pada salah satu adegan ketika Mulan (saat menjadi Hua Jun) makan bersama teman-temannya dan membicarakan tentang tipe perempuan ideal mereka. Jika teman-temannya mengedepankan kecantikan, Mulan menjawab kecerdasan, keberanian, serta rasa humor. Niki Caro jelas ingin menggarisbawahi bahwa perempuan juga memiliki peran penting di masyarakat serta dapat memilih jalan hidup sendiri.

Sebelumnya, Disney pernah merilis animasi Mulan pada 1998 dan telah menuai kesuksesan pada masa itu. Terdapat cukup banyak perbedaan antara versi “manusia” dengan versi animasi. Perbedaan menonjol terlihat pada karakter Mulan. Jika pada versi animasi Mulan digambarkan sebagai gadis pintar bela diri, Mulan versi terbaru dibantu oleh kekuatan magis yang disebut chi. Sosok naga bernama Mushu yang ada pada versi animasi juga tergantikan dengan burung Phoenix, walaupun peran burung itu terkesan tidak jelas pada jalan cerita.

Awalnya Disney berencana merilis Mulan pada Maret 2020, tetapi berulang kali ditunda karena pandemi Covid-19. Gala premier film dan penayangan perdana bahkan telah diselenggarakan di Los Angeles, London, dan California pada Maret lalu. Disney kemudian merilis Mulan melalui aplikasi layanan streaming digital, Disney+ Hotstar pada 4 September 2020.

Selang waktu setelah penayangannya, beberapa isu skandal sempat mencuat. Dukungan pemain utama terhadap polisi Hong Kong, ketidakakuratan film dengan sejarah aslinya, serta lokasi pembuatan film yang berkaitan dengan suku Uighur memicu sejumlah aksi pemboikotan film. Di sisi lain, Mulan juga menuai respon hangat dari para penonton. Tagar #Mulan menjadi trending topic worldwide di media sosial. Terlepas dari kontroversi di balik perilisannya, film Mulan cocok ditonton bersama keluarga. Beragam makna serta pelajaran hidup dapat dipetik dari sebuah film berdurasi 115 menit. Para kritikus film menilai bahwa Mulan versi terbaru merupakan film live action buatan Disney terbaik sampai saat ini.

Teks: Arneta Iftita
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap