Logo Suma

Resensi Nekomonogatari: Kuro: Melihat Sisi Lain dari Orang yang Terlalu Baik

Redaksi Suara Mahasiswa · 13 Februari 2026
2 menit

Judul : Nekomonogatari: Kuro (猫物語(黒))

Skor (MAL) : 7.92

Episode : 4
Rilis : Winter 2012

Genre : misteri, supranatural, romansa

Produser : Aniplex, Kodansha

Studio : Shaft

[Keterangan: Nekomonogatari: Kuro merupakan bagian cerita dari serial Monogatari. Anime ini merupakan sekuel dari Kizumonogatari III sekaligus prekuel dari Bakemonogatari]

Mungkin kamu pernah mencap seseorang–setidaknya sekali selama kamu hidup, sebagai orang yang terlalu baik. Namun, pernahkah kamu memikirkan dari mana kebaikan semacam itu datang?

Setelah melewati liburan musim semi yang melelahkan, Araragi Koyomi tanpa sengaja bertemu dengan Hanekawa Tsubasa (kali ini dengan perban di pipinya!). Penemuan bangkai kucing putih tanpa ekor yang tergeletak di tengah jalan berubah menjadi tragedi supranatural yang menyeret Hanekawa ke dalam bayang-bayang dirinya sendiri. Kini, Araragi harus mengambil keputusan: menyelamatkan Hanekawa seperti yang ia lakukan padanya sebelumnya, atau membiarkannya tenggelam dalam beban yang ia tanggung selama tujuh belas tahun.

Hanya dalam empat episode, serial ini berhasil menyajikan cerita secara lugas dan tuntas. Dengan Hanekawa Tsubasa sebagai fokus cerita, Nekomonogatari: Kuro mengupas sisi lain darinya, memperlihatkan tekanan dan konflik yang selama ini ditekan seorang diri. Dari segi grafis, gaya visual dan sudut pengambilan gambar di serial ini sangat mendukung pembawaan suasana. Latar belakang jarang menampilkan orang lain, membangun kesan sepi yang anehnya juga terasa nyaman secara bersamaan. Di sisi lain, dialog yang dimunculkan cukup padat sehingga butuh konsentrasi yang baik untuk menikmati cerita sambil memahami cara berpikir tiap karakter.


Sama halnya dengan cerita Monogatari lainnya, Nekomonogatari: Kuro mempertahankan keberadaan flicker text dan adegan menoleh ekstrem yang ikonik. Lagu pembuka dinyanyikan oleh pengisi suara Hanekawa. Hal menarik lainnya adalah liriknya berubah di setiap episode, menyesuaikan perkembangan karakter dan alur cerita.

Nekomonogatari: Kuro merefleksikan kondisi psikologis manusia–terutama kawula muda yang acapkali diabaikan. Perasaan dan kegelisahan yang mengendap terlalu lama dalam hati terakumulasi, kemudian meledak dengan cara yang tidak disangka oleh siapapun. Manusia tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi mereka bisa mengubah masa depan. Semenyedihkan apapun kondisi kemarin (atau mungkin juga saat ini), itu bukan sesuatu yang bisa disangkal. Mungkin kau akan terus mengingatnya, bahkan ketika kau benar-benar ingin melupakannya. Pada akhirnya, yang tersisa adalah angan untuk masa depan.

Di dunia ini, tidak semua hal bisa disimpulkan dari tampilan luarnya. Setiap orang punya hal yang tidak bisa dikatakan walaupun ingin dikatakan. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua hal di dunia ini perlu dikaitkan dengan perasaan saja, melainkan juga kemampuan dan kesempatan yang tersedia.

Penulis : Azka Safira Amorizki

Editor : Dina Kamila

Foto : Istimewa

Pers Suara Mahasiswa

Independen, Lugas, dan Berkualitas!