Logo Suma

New Beginning: Awal Baru yang Baik dan Meriah bagi BKUI 2022

Redaksi Suara Mahasiswa · 21 Desember 2022
3 menit · - kali dibaca
New Beginning: Awal Baru yang Baik dan Meriah bagi BKUI 2022

[ADVERTORIAL]

Bedah Kampus UI atau yang biasa disebut BKUI akhirnya diadakan secara luring tahun ini setelah dua tahun daring. Seperti tahun-tahun luring sebelumnya, BKUI diselenggarakan di Balairung, Kampus UI Depok pada hari Sabtu (3/12) dan Minggu (4/12). Harga tiket masuk BKUI 2022 untuk satu sesi dibanderol Rp40.000,00. Per sesinya, peserta dapat menikmati talkshow dengan beberapa narasumber yang turut meramaikan acara sekaligus merasakan tur bis kuning di Kampus UI. Bagi peserta yang tinggal jauh dari tempat BKUI dilangsungkan dan ingin mengikuti rangkaian acara, mereka dapat mengakses talkshow secara daring dengan aplikasi online meeting, meskipun nantinya mereka tidak dapat menikmati tur bis kuning.

Tema BKUI 2022 tahun ini adalah ‘New Beginning’ yang berarti awal yang baru. Rasyid Rabbani, Ketua Pelaksana BKUI 2022 menyampaikan bahwa tema ini memiliki dua sudut pandang, yakni dari peserta dan panitia. “Dari sisi peserta kita berharap dengan adanya bedah kampus ini, peserta dapat mengawali mimpi mereka ketika mereka sudah tahu bahwa mereka ingin masuk UI karena alasan A, B, C, D, E, gitu. Jadi mereka bisa menemukan alasan mereka lebih banyak lagi (di BKUI). Yang kedua dari sudut pandang panitia. Kita, kan, sama-sama tahu, ya, tahun 2020 dan 2021 itu banyak acara berjalan secara daring, termasuk BKUI. Makanya di tahun ini bedah kampus itu akan riset lagi dari awal, makanya kita angkat tema new beginning yang kita maunya juga awal ini akan jadi awal baru yang bagus (bagi BKUI luring),” jelas Rasyid.

Rasyid juga menyatakan bahwa persiapan BKUI tahun ini berjalan dengan lancar, terlepas dari transisinya dari daring ke luring. Namun, kendala proses pastinya tetap dirasakan. Rasyid mengaku awalnya kesulitan di penarikan peserta BKUI tahun ini. “Kalau di tahun 2020 dan 2021 peserta yang kelas 3 SMA waktu itu sudah tahu kalau ada acara Bedah Kampus UI offline sebelumnya. Berbeda dengan tahun 2022 sekarang, anak kelas 3 SMA tahun ini masih kelas 3 SMP waktu BKUI offline terakhir (tahun 2019). Akhirnya kita perlu mengambil langkah dari 0 banget untuk mengadakan BKUI luring karena nama BKUI yang sempat terputus di angkatan 2023 karena pandemi,” ujar Rasyid. Kendatipun demikian, Ketua Pelaksana BKUI 2022 tersebut mengatakan kendala itu dapat diselesaikan dengan baik, karena para panitia berhasil menyabet banyak peserta di luar perkiraan mereka. “Kita nambah seat setelah dia terjual habis. Di tahun ini saintek sampai 1600-an. Jadi awalnya, tiket kami batasi hanya 700 persesi karena masih masa peralihan, lalu akhirnya kami coba tambahkan menjadi 800, jadinya 1600. Soshum juga sama,” terangnya.

Selain terkait penarikan peserta, kendala lain yang dirasakan panitia BKUI adalah perizinan untuk mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di Jabodetabek. Tarisa Ilma Humaira, Koor Eksternal BKUI 2022 mengaku bahwa ia dan panitia lainnya kesulitan mendapatkan izin untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah secara luring. Meskipun begitu, kunjungan tetap dapat dilakukan secara daring bagi sekolah yang tidak memberi izin untuk luring. “Mungkin di kunjungan sekolah itu karena transisi, banyak anak sekolah yang beralih ke offline, tahun ini offline lagi. Jadi, perizinan ke sekolahnya jauh lebih susah dibandingkan tahun-tahun lalu. Apalagi, kan, kalau dua tahun ke belakang diadakan secara online. Jadi izinnya mudah. Kalau sekarang, karena kita mintanya offline jadi lebih dipersulit,” ujarnya. Tarisa memang sempat menjadi panitia BKUI dua tahun lalu.

Hari pertama acara BKUI 2022 berjalan dengan meriah. Zelda dan Arkan selaku peserta yang datang pada hari itu mengaku mereka menikmati acara yang diadakan. “Saya senang bisa datang ke sini karena banyak ilmu yang didapat, pengetahuan baru. Tadi ada narasumber-narasumber yang hebat juga. Banyak juga fasilitas-fasilitas yang bagus juga yang dapat kita ketahui,” ungkap mereka. Mereka juga mengaku senang dapat menghadiri acara BKUI secara luring. Helwa, peserta lain yang telah melaksanakan tur bis kuning di pagi hari menyatakan bahwa turnya terasa seru, namun ia juga berpesan bahwa ia harap waktu menunggu tur dapat dipersingkat dan fasilitas bis yang dapat ditingkatkan lagi, karena ia merasa bis yang ia naiki sedikit panas.

Perbedaan rangkaian acara yang signifikan antara BKUI 2022 dengan BKUI 2019, tahun saat BKUI luring terakhir diadakan, di antaranya adalah Bedah Fakultas dan Bedah Jurusan. Bedah Fakultas adalah acara tur fakultas dengan bis kuning dan peserta dapat turun di fakultas sesuai keinginan mereka. Di sana, mereka akan dipandu oleh mahasiswa-mahasiswa dari fakultas tersebut. Sementara itu, Bedah Jurusan diadakan di dalam Balairung, para perwakilan semua jurusan yang ada di UI membangun stand jurusan dan menerima berbagai pertanyaan dari peserta terkait jurusan itu. Sayangnya, dua rangkaian acara ini tidak dapat diadakan karena masa peralihan. Rasyid menyatakan bahwa ia dan panitia lainnya mengambil langkah kecil sebagai perubahan.

“... Kita di sini SDM-nya ambil dari angkatan 2020, 2021, 2022 yang ketika melaksanakan kegiatan perkuliahan kebanyakan dilakukan secara daring. Kita perlu persiapan lebih matang lagi (untuk membuat BKUI tahun ini sama seperti BKUI 2019). Lompatnya agaknya terlalu jauh kalau misalnya kita (BKUI tahun ini) langsung mirip sama (BKUI) 2019. … Jadi, nggak apa-apa tahun ini kita hybrid dulu, sebagian offline sebagian online agar tahun depan bila mereka ingin beralih ke full offline mereka sudah punya patokannya,” tutup Rasyid.

Teks: Khadijah Putri
Editor: Syifa Nadia
Foto: Khadijah Putri

Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap