
Judul Album: Nicole
Artis: NIKI
Genre: Folk-pop, Alternative pop
Tanggal Rilis: 12 Agustus, 2022
Durasi: 46 menit 48 detik
Label: 88rising
Nicole Zefanya atau yang kerap dikenal dengan NIKI merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, sekaligus seorang produser kelahiran 1999 yang berasal dari Indonesia. Ia memulai karirnya sebagai seorang penyanyi ketika merilis single debut pertamanya di Youtube yang berjudul “Polaroid Boy” pada tahun 2016 yang selanjutnya diikuti oleh “Anaheim” pada 2017. NIKI memulai rasa ketertarikannya pada musik dengan membuat song cover bersama iringan gitar akustiknya di platform Youtube. Lalu, ia bergabung dengan label 88rising dan merilis EP atau Extended Play debut pertamanya pada bulai Mei 2018 yang berjudul “Zephyr”
Pada tahun 2022, NIKI merilis albumnya yang berjudul “Nicole” dengan total durasi 46 menit 48 detik yang memuat 12 lagu yang beberapa di antaranya sangat populer, seperti “High School In Jakarta”, “Backburner”, serta “Anaheim” yang merupakan lagu yang ia tulis di masa remajanya dan dirilis pada awal tahun 2017 dan juga dua single yang telah ia rilis sebelumnya, “Oceans & Engines” dan “Before”.
Melalui album “Nicole”, NIKI berusaha menyampaikan atmosfer lagu bernuansa high school dengan aransemen yang sederhana namun tetap bisa menyampaikan pesan lagu tersebut, a nice throwback, anyway. Tidak hanya lagu romansa yang menceritakan kisah percintaannya semasa remaja, pendengar seperti dibawa mengikuti sebuah alur cerita dari lagu-lagu di dalam album tersebut. Dari mulai fase romansa hingga fase heartbreak yang dilalui pun dapat merasakan.
Album ini diawali dengan lagu “Before”, sebuah single yang sempat ia rilis. Lagu ini merupakan lagu dengan alunan musik pop. Seperti lagu-lagu lainnya, “Before” menceritakan sebuah kisah mengenai hubungan asmara yang rumit yang terjadi pada sepasang kekasih. Sayangnya, lagu ini terinspirasi dari pengalaman yang dialami NIKI terhadap kisah percintaannya yang tidak berakhir dengan sebuah kejelasan.
Pada lagu “High School in Jakarta”, NIKI was trying to recounts masa remajanya terutama kehidupan asmaranya, tetapi tak lupa juga menggambarkan bagaimana cerita tentang kehidupan high school yang ia jalani. Bercerita mengenai fase heartbreak yang dilaluinya semasa high school dan dibumbui dengan high school story bersama dengan teman-temannya.
Masih dalam heartbreak phase, lagu “Backburner” menjadi peak dalam album yang ia buat. Lagu ini merupakan salah satu lagu paling populer dari album “Nicole” yang pasti relate banget sama keadaan remaja-remaja sekarang, nih! “Backburner” menceritakan perasaan seorang yang tidak pernah menjadi prioritas kekasihnya, seseorang yang berkali-kali disakiti tetapi ia tetap bertahan dalam hubungan tersebut.
“Keeping tabs” became other broken heart songs pada album “Nicole”. Lagu ini menceritakan seorang perempuan yang menyimpan rasa pada seorang namun sayangnya perasaan tersebut tak dapat terbalaskan. Lirik “i wish i never met you, you are the worst thing that i’m still keeping tabs on for some stupid reason” pada lagu tersebut menegaskan jika sang perempuan akhirnya menyadari red flags yang dimiliki oleh pria yang disukainya dan berharap ia tak akan pernah bertemu lagi.
Lagu bertajuk “The Apartment We Won’t Share” dan “Facebook Friends” menjadi lagu NIKI yang lagi-lagi bercerita mengenai breakup phase yang menyakitkan tetapi harus dllalui. Lewat lagu ini, ia berusaha menyampaikan jika sebuah perpisahan pasti akan terasa berat apalagi menyadari jika perpisahan itu harus dilakukan sebagai bentuk peduli terhadap diri sendiri. Album “Nicole” kemudian disempurnakan oleh hadirnya lagu “Anaheim”. Berbeda dengan lagu-lagu heartbreak sebelumnya, “Anaheim” adalah sebuah bentuk perwujudan kisah NIKI yang memiliki insecurities and can’t get rid the feeling of her ex sehingga ia akhirnya menolak untuk melanjutkan hubungannya dengan seseorang yang mencintainya dengan tulus.
Lagu “Milk Teeth” diasosiasikan oleh NIKI sebagai singkatnya hubungan yang ia alami. Ia takut akan sebuah perpisahan yang akan dialami dengan membayangkan kekasihnya akan memutuskan hubungannya akibat rasa anxious yang NIKI alami. Ia takut jika sewaktu-waktu ia akan ditinggalkan meskipun sang kekasih tidak pernah terbayang atas apa yang dirasakan NIKI dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih akibat rasa takut yang sudah tidak terbendung.
Melalui “Autumn”, lagu tersebut menceritakan hubungan percintaan yang sudah tidak sesuai dan berjalan dengan keinginan keduanya. Lewat lirik “i didn’t obliterate these walls for you to come and raid my home”, NIKI berusaha menyampaikan makna jika ia tidak meminta sang pria untuk terus berada di sampingnya dan menjadi sosok yang selalu menemaninya dalam keadaan apapun, tetapi sang pria yang terus menerus berada di sisinya justru malah membuatnya merasakan sebuah kehampaan. Lagu ini cocok banget buat para remaja yang jadi korban love bombing, nih!.
Salah satu lagu favorit dari album “Nicole” adalah “Oceans & Engines” yang ditulis oleh NIKI sata ia berumur 17 tahun. Lewat lagu ini, NIKI berhasil menyampaikan makna serta emosi yang terkandung pada setiap lirik yang ia tulis. NIKI bercerita tentang momen yang dilaluinya dengan sang kekasih yang merupakan cinta pertamanya. Namun, sayangnya NIKI dan sang kekasih harus melalui long distance relationship karena sang kekasih yang akan pergi dan tinggal di luar negeri dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia. Sang kekasih yang berusaha memastikan jika hubungannya akan terus berjalan seperti biasa, tetapi ketakutan NIKI yang terus menguasainya berhasil menjadi kenyataan saat sang kekasih ternyata berubah 1800. dan akhirnya hubungan mereka pun berakhir.
Setelah melalui heartbreak phase yang menyakitkan, “On the Drive Home” adalah lagu yang tepat dalam bercerita mengenai move on dalam berakhirnya sebuah hubungan dan lagu terakhir dalam album “Nicole” yang bertajuk “Take A Chance with Me”.
Keseluruhan lagu dalam album “Nicole” sangat cocok didengarkan oleh orang-orang yang sedang mengalami heartbreak phase, terutama relate terhadap kisah asmara para remaja Gen Z! Dengan menggunakan instrumen sederhana yang addicting, seperti penggunaan instrumen piano, ukulele, gitar yang membuat pendengar mudah mengingat ritme dan alunannya. NIKI was an excellent lyricist, ia menggunakan kosakata yang puitis namun tidak mengurangi esensi dalam menyampaikan makna yang terkandung dalam lagu-lagunya. Album ini bukan termasuk underrated album tetapi “Nicole” deserves to get more recognition dengan segala komponen di dalam instrumen, lirik, maupun vokal NIKI yang memikat.
Aransemen yang baik dihasilkan dari penggunaan instrumen dan vokal khas milik NIKI serta penyesuaian komposisi musik yang semakin membuat lagu-lagu pada album “Nicole” dinikmati oleh berbagai kalangan, terutama remaja. Namun, album ini kurang cocok didengarkan oleh orang-orang yang mendengarkan lagu dengan musik energik karena alunan lagu ini lebih cocok didengarkan saat suasana hati sedang bahagia, galau, atau kasmaran.
Penulis: Chikal Arhinzani
Editor: Sekar Innasprilla
Desain: Amalia
Kontributor